BerandaKulinerLestarikan Jamu Tradisional, Pasutri Ini Jualan Jawara di CFD Kesawan

Lestarikan Jamu Tradisional, Pasutri Ini Jualan Jawara di CFD Kesawan

MEDAN, PILAR MERDEKA – Diantara deretan UMKM yang berjualan saat Car Free Day (CFD) Medan di kawasan Kesawan, Jalan Jend. Ahmad Yani, sebuah stan sederhana berhasil menarik perhatian pengunjung. Hanya dengan meja berisi botol-botol jamu berbagai ukuran, stan itu menawarkan produk jamu tradisional bernama Jamu Waris Rasa atau disingkat Jawara.

Di samping meja terpampang banner bertuliskan JAWARA dengan keterangan 4 varian jamu. Tampilan sederhana namun rapi itu membuat banyak pengunjung, termasuk awak Pilar Merdeka.Com ikut penasaran untuk mengetahui lebih jauh produk yang ditawarkan.

Jamu Waris Rasa merupakan minuman tradisional yang diracik sendiri dengan bahan-bahan alami. Produk ini dibuat tanpa bahan pengawet dan menggunakan gula aren asli sebagai pemanis.

Zul, pemilik usaha yang didampingi istrinya, Nurul, mengatakan produksi jamu dilakukan setiap Sabtu dan Minggu.

Jamu
Zul bersama Nurul istrinya saat berjualan Jamu Waris Rasa di CFD Kesawan, Minggu (2/8). (Foto. Pilar Merdeka)

“Kami produksi hanya Sabtu dan Minggu. Penjualan dilakukan secara online melalui WhatsApp dan Instagram @jamuwarisrasa. Hari Minggu kami berjualan di Car Free Day,” ujar Zul di CFD kawasan Kesawan, Jalan Ahmad Yani, Medan Barat, Minggu (2/8).

Selain itu, mereka juga sesekali berjualan di Lapangan Jasdam, Gaperta, tepatnya di depan SMA Kartika. “Tapi kalau lapangannya dipakai kegiatan, kami tidak jualan,” ujar Zul.

Zul menjelaskan Jamu Waris Rasa memiliki empat varian, yaitu Beras Kencur, Kunyit Asam Jahe Kencur, Jahe Kencur, dan Mpon-Mpon.

Varian Mpon-Mpon diracik dari jahe merah, serai, kayu manis, kunyit, temulawak, kencur, dan rempah lainnya. Menurut Nurul, kandungan temulawak di dalamnya dipercaya membantu menjaga kesehatan, menurunkan gula darah, meredakan nyeri sendi, serta mengatasi kolesterol.

Sementara Kunyit Asam Jahe Kencur terbuat dari kunyit, kencur, asam jawa, dan gula aren. Jamu ini berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan peradangan, melancarkan haid, dan menjaga kesehatan kulit agar tampak lebih cerah.

BACA JUGA  Jongkong, Madina Punya Kuliner Disantap Berbuka Puasa

Untuk Beras Kencur, bahannya terdiri dari beras, kencur, jahe, asam jawa, dan gula aren. Varian ini cocok dikonsumsi saat batuk dan pilek.

Terakhir, varian Kunyit Asam dibuat dari kunyit, asam jawa, dan gula aren. Manfaat utamanya untuk menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Jamu Waris Rasa dipasarkan dalam tiga ukuran kemasan botol plastik. “Botol kecil Rp12.000, botol 500 ml Rp22.000, dan botol 1 liter Rp40.000,” jelas Zul.

Karena tanpa bahan pengawet, daya tahan jamu berbeda-beda. Varian berbahan dasar kunyit tahan sekitar satu minggu di kulkas. Jika disimpan di freezer, masa simpannya bisa lebih lama.

Sementara varian Mpon-Mpon hanya tahan 3 hingga 4 hari karena kandungan kunyitnya lebih sedikit.

Nurul mengaku Car Free Day memberikan dampak positif bagi penjualan mereka.

“Alhamdulillah dengan adanya Car Free Day ini penjualan meningkat,” kata Nurul.

Zul menambahkan, sejak awal mereka menargetkan semua kalangan sebagai konsumen. Banyak masyarakat menganggap jamu identik dengan rasa pahit.

“Orang mengenal jamu itu pahit. Karena itu kami buat jamu tanpa mengurangi khasiatnya agar bisa dinikmati semua umur. Bahkan yg belum terbiasa minum jamu kami harapkan bisa menyukainya. Makanya kami pakai gula aren,” jelas Zul, yang juga berprofesi sebagai guru SMA di Jalan Darussalam, Medan.

Jamu merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang telah digunakan berabad-abad untuk menjaga kesehatan dan pengobatan tradisional.

Melalui usaha kecilnya, Zul dan Nurul berupaya menghadirkan minuman herbal alami agar semakin dikenal masyarakat luas, tanpa meninggalkan cita rasa dan khasiat tradisionalnya. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH