MEDAN, PILAR MERDEKA – Gulai ayam kampung perlahan memenuhi ruang dapur dengan aroma rempah yang kuat. Kuah santan yang gurih berpadu dengan bumbu halus, menciptakan masakan tradisional yang sederhana tetapi mampu menggugah selera.
Bagi Nina, memilih ayam menjadi langkah penting sebelum memasak gulai. Ia memilih ayam kampung dengan berat sekitar 1 kilogram agar dagingnya tidak alot ketika dimasak.
“Iya kalau saya mau masak ayam, khususnya menggulai dan ngesop ayam kampung milih ayam yang berat-berat 1 kilogram,” ujar Nina, Kamis (10/9).
Gulai ayam kampung menggunakan bahan utama berupa satu ekor ayam kampung seberat 1 kilogram yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong. Untuk kuahnya, diperlukan 1½ liter santan dari satu kelapa tua dibagi dua, yang encer dan mental.

Kekayaan rasa gulai berasal dari bumbu yang dihaluskan. Bumbunya terdiri dari 10 cabai merah keriting. Jumlah cabai dapat ditambah jika menginginkan rasa yang lebih pedas.
Selain cabai, digunakan pula 10 siung bawang merah, 6 siung bawang putih, 7 butir kemiri, 1 ruas lengkuas, 1 ruas jahe, dan 1 ruas kunyit.
Setelah semua bumbu dihaluskan, bumbu tersebut ditumis terlebih dahulu hingga matang. Setelah itu, serai yang sudah digeprek dimasukkan bersama 3 lembar daun jeruk dan 2 lembar daun kunyit.
Aroma rempah semakin kuat dengan tambahan 5 biji cengkeh, setengah buah pala, dan sepotong kayu manis seukuran jari kelingking orang dewasa.
Ketika bumbu sudah ditumis, santan cair dimasukkan. Santan kemudian diaduk hingga mendidih.
Potongan ayam kampung selanjutnya dimasukkan ke dalam kuah. Masakan kembali diaduk agar bumbu dan santan menyatu dengan ayam.

Proses memasak dilanjutkan hingga daging ayam mulai empuk. Pada tahap ini, santan kental dimasukkan. Masakan kembali diaduk agar santan tidak pecah.
Aroma ayam gulai kampung pun mulai terasa menyengat di ruang dapur. Garam kemudian ditambahkan secukupnya hingga rasa asin dirasakan sudah pas.
Setelah rasanya sesuai, kompor dimatikan. Gulai ayam kampung pun siap dipindahkan ke meja makan untuk disajikan.
“Hmmm aromanya benar-benar menggugah selera makan,” ujar Nina.
Kehangatan masakan itu terasa semakin lengkap ketika Nina mulai mencicipinya. Ia mengatakan daging ayam terasa lembut, sementara bumbu gulai membuat selera makannya bertambah.
Santan dan bumbu lainnya juga terasa di lidah. Nina bahkan kembali mengambil lagi satu potong ayamnya.
“Masakan suamiku boleh juga citarasanya,” kata Nina sambil tersenyum.
Semangkuk gulai ayam kampung akhirnya bukan hanya menjadi hidangan di meja makan. Aroma rempah, kuah santan, daging ayam yang lembut, dan bumbu yang terasa di lidah menjadi bagian dari momen sederhana yang membuat selera makan kembali bangkit. (Monang Sitohang)

