BerandaBudayaAtraksi Debus AMS Buat Warga Medan Terpukau di CFN Medan

Atraksi Debus AMS Buat Warga Medan Terpukau di CFN Medan

MEDAN, PILAR MERDEKA – Atraksi debus yang ditampilkan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) sukses menyita perhatian ribuan warga dalam pentas seni dan budaya pada event Car Free Night (CFN) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sabtu malam (1/8).

Pertunjukan yang mempertontonkan keberanian para pemain debus itu membuat penonton terpaku dan nyaris tak berkedip.

Atraksi debus dimulai ketika para anggota AMS memperagakan jurus-jurus silat sambil memainkan golok tajam. Gerakan yang cepat dan penuh ketangkasan membuat suasana semakin menegangkan. Warga yang memadati lokasi tampak larut menyaksikan setiap aksi yang diperagakan di atas panggung.

Atraksi tersebut kemudian berlanjut dengan aksi yang lebih ekstrem. Para pemain menghujamkan mata golok yang tajam secara berulang ke bagian lengan tangan. Tidak berhenti sampai di situ, bagian bawah mata golok juga digosokkan ke leher dan lidah para pemain di hadapan para penonton yang menyaksikan langsung dari jarak dekat.

Debus
Lidah pemain atraksi debus digosok-gosok dengan bagian bawah mata golok yang tajam. (Foto. Pilar Merdeka/Fajaruddin)

Atraksi debus mencapai puncaknya ketika sebuah mata bor listrik yang menyala dan berputar kencang diarahkan ke kulit leher salah seorang pemain. Suasana di lokasi mendadak hening. Warga Kota Medan yang sebelumnya ramai terlihat hanya terpaku. Mata mereka tertuju ke panggung tanpa banyak suara, seolah menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.

Meski memperagakan berbagai aksi yang terlihat berbahaya, tidak tampak luka pada bagian tubuh para pemain debus. Kondisi itu semakin menambah rasa kagum para penonton yang memenuhi kawasan Car Free Night.

Pembawa acara Car Free Night Kota Medan, Datuk Afit Alwi, menjelaskan bahwa debus merupakan kesenian dan budaya yang berasal dari Jawa Barat dan Banten. Menurutnya, hingga kini tradisi tersebut masih terus dijaga dan dilestarikan.

BACA JUGA  Karnaval Budaya Nusantara Diguyur Hujan, Ribuan Pengunjung Tetap Nonton

“Debus merupakan budaya dari Jawa Barat dan Banten. Sampai saat ini, kesenian dan budaya debus masih terus dilestarikan,” ujar Datuk Afit Alwi.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pertunjukan debus terdapat dua jenis atraksi, yaitu debus kering dan debus basah.

Menurutnya, ciri utama kedua jenis atraksi tersebut terletak pada hasil yang ditimbulkan saat pertunjukan berlangsung.

“Jika atraksi debus kering tidak mengeluarkan darah. Atraksi debus basah mengeluarkan darah,” terangnya.

Datuk Afit Alwi menegaskan bahwa atraksi debus yang ditampilkan dalam Car Free Night Kota Medan dilakukan oleh para pelaku yang profesional. Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak mencoba menirukan aksi tersebut.

“Bukan untuk ditiru dan jangan ditiru,” imbau Datuk Afit Alwi kepada seluruh warga yang menyaksikan pertunjukan debus malam itu. (Fajaruddin Adam Batubara)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH