BerandaDaerahSimpang Aksara di Penghujung Tahun, Anak Jalanan Berharap Kasih

Simpang Aksara di Penghujung Tahun, Anak Jalanan Berharap Kasih

MEDAN, PILAR MERDEKA – Hiruk pikuk, riang gembira bercampur resah, gelisah dan pilu menyatu dalam satu harapan, berharap di Tahun Baru 2026 lebih baik dari tahun sebelumnya. Tampak sebagian orang bersuka ria dan sebagian biasa-biasa saja menyambut pergantian tahun.

Bagi anak-anak jalanan di Simpang Empat Aksara, antara Jalan Letda Sujono dengan Jalan H. M. Yamin, SH di depan belokan/tikungan Jalan Willem Iskandar seberang Terminal Bengkok, terlihat pada malam pergantian tahun itu, mereka hanya berharap kasih-uluran tangan dari para pengendara demi “sejengkal” perut.

Kota Medan, terlihat pada malam pergantian tahun itu, mereka hanya berharap kasih-uluran tangan dari para pengendara demi “sejengkal” perut.

Kota Medan menjelang pergantian Tahun Baru 2026 mulai menunjukkan denyut kehidupan yang kuat sejak malam hari. Rabu (31/12), sekitar Jam 20.14 WIB, arus kendaraan di Jalan Jamin Ginting masih terpantau lancar. Pengendara roda dua dan roda empat melintas tanpa hambatan berarti.

Namun situasi berubah ketika kendaraan memasuki Jalan Kapten Maulana Lubis, tepat di kawasan Kantor Wali Kota Medan. Lalu lintas mulai padat merayap. Kendaraan bergerak perlahan, seiring meningkatnya jumlah warga yang keluar rumah untuk menyambut pergantian tahun.

Lapangan Merdeka Medan nampak menjadi salah satu titik keramaian utama. Sejak Jam 20.30 WIB, masyarakat mulai memadati kawasan Jalan Balai Kota hingga Jalan Pulau Pinang. Meski tidak ada acara resmi yang digelar oleh Pemerintah Kota Medan, warga tetap datang bersama keluarga, sekadar berjalan-jalan dan menikmati suasana malam akhir tahun.

Suara terompet sesekali terdengar memecah malam. Terompet itu ditiup oleh para pengendara sepeda motor yang berboncengan dengan keluarga. Suasana sederhana namun hangat terasa kuat, mencerminkan kebiasaan warga Medan yang selalu menyambut Tahun Baru di luar rumah.

BACA JUGA  MPP Medan Memberikan Berbagai Sarpras Bagi Penyandang Disabilitas

Memasuki Jam 20.43 WIB, keramaian semakin terasa. Lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Medan tampak padat merayap. Kendaraan saling berhimpitan, sementara pejalan kaki terus berdatangan ke pusat kota.

Di tengah hiruk-pikuk tersebut, Simpang Empat Aksara menyuguhkan pemandangan yang mengundang keharuan. Saat lampu lalu lintas menyala merah, sejumlah anak-anak terlihat berada di pinggir jalan. Ada yang mendekati para pengendara yang sedang berhenti lalu menyodorkan tangannya. Isyarat meminta uang.

Sebagian anak berjalan kaki menghampiri kendaraan, sementara yang lain duduk memegang gitar mungil, disampingnya ada sekitar tiga anak yang usianya lebih kecil. Di sisi lain, terlihat anak perempuan berlari-lari kecil dari satu kendaraan ke kendaraan lain saat lalin merah, mencoba meminta uangnya.

Pemandangan ini menjadi kontras tajam dengan euforia malam Tahun Baru. Di saat sebagian warga merayakan dengan keluarga, anak-anak tersebut menghabiskan malam di jalanan, berjuang di tengah keramaian dan lampu lalu lintas.

Medan jelang Tahun Baru 2026 bukan hanya tentang kemeriahan dan padatnya kota, tetapi juga menyimpan kisah nyata tentang kehidupan yang berjalan berdampingan—antara harapan, perayaan, dan kenyataan yang menyentuh hati. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH