WAINGAPU, NTT, PILAR MERDEKA – Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, ST., MT., bersama Wakil Bupati Yonathan Hani, S.Kom., M.AP. menghadiri penyerahan Lokasi Pekerjaan dan Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak Konstruksi Pembangunan Tambak Budidaya Udang Terintegrasi.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Jumat (19/12).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional ini ditandai dengan simbolisasi penyerahan lokasi pekerjaan dan kontrak kerja kepada pihak kontraktor. Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu.
Acara yang berlangsung di Aula Hotel Myze Waingapu tersebut turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumba Timur.
Penyerahan lokasi pekerjaan ini menandai dimulainya pelaksanaan konstruksi kawasan tambak budidaya udang terintegrasi yang berlokasi di Desa Palakahembi, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Rapat persiapan kontrak atau Pre-Construction Meeting (PCM) bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait mengenai ruang lingkup pekerjaan, perencanaan teknis, jadwal pelaksanaan, serta pembagian peran dan tanggung jawab dalam pelaksanaan kontrak.
Dirjen Perikanan Budidaya Tb. Haeru Rahayu kepada awak media menyampaikan bahwa proyek budidaya perikanan berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur ini diharapkan mendapat dukungan positif dari semua pihak. Ia menyebutkan proyek tambak udang seluas 2.000 hektare di Waingapu ini menyerap anggaran APBN yang cukup besar, yakni sekitar Rp2 triliun.
“Proyek ini telah melalui kajian yang lengkap dan dinyatakan aman dari sisi lingkungan. Di kawasan ini tidak terdapat hutan mangrove,” jelas Haeru.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan tambak udang terintegrasi tersebut akan menggunakan teknologi modern dalam pengolahan limbah. Menjawab kekhawatiran terkait potensi pencemaran lingkungan, Haeru memastikan bahwa dengan sistem pengolahan limbah yang diterapkan, buangan limbah ke lingkungan dipastikan tidak mencemari alam.
Sejalan dengan harapan pemerintah pusat, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas nama Pemerintah dan masyarakat Sumba Timur atas kepercayaan yang diberikan dalam pembangunan proyek berskala besar tersebut.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumba Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dirjen Perikanan Budidaya beserta seluruh jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan yang terus mengawal program ini sejak tahap awal hingga hari ini. Ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor perikanan budidaya di daerah kami,” ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk memberikan dukungan penuh serta memastikan kelancaran pelaksanaan proyek sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berharap pembangunan kawasan budidaya udang terintegrasi ini dapat menjadi penggerak utama pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sesuai rencana, pada Senin (22/12),
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dijadwalkan hadir di Waingapu untuk menandai secara simbolis dimulainya pembangunan kawasan tambak budidaya udang terintegrasi dan berkelanjutan tersebut. (Nat)

