BerandaEntertainmentPengamen Kota Medan Menghibur Pelanggan di Kuliner Pagaruyung

Pengamen Kota Medan Menghibur Pelanggan di Kuliner Pagaruyung

MEDAN, PILAR MERDEKA – Pengamen Kota Medan kembali menghadirkan suasana haru dan penuh emosi di kawasan kuliner Pagaruyung, Jalan Pagaruyung, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah. Di tengah hiruk pikuk pengunjung yang menikmati sajian kuliner malam, alunan musik sederhana justru menjadi pengikat rasa dan kenangan.

Kawasan kuliner Pagaruyung memang kerap menjadi ruang berekspresi bagi para pengamen. Dengan gitar tua kapok dan ukulele keroncong, mereka bernyanyi bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menghibur dengan kesopanan dan keramahan yang terasa tulus.

Para pelaku usaha kuliner di Pagaruyung tampak bersahabat dengan kehadiran para pengamen. Sikap sopan dan tidak memaksa membuat para pelanggan merasa nyaman menikmati hiburan sambil menyantap makanan.

Pada Jumat malam (2/1), pengamen Medan bernama Usman, warga Jalan Bungur, Sekip, tampil mengamen bersama rekannya, Feri, warga Jalan Karya 12, Titi Kuning, Medan Johor. Keduanya memilih area stan kuliner Sahara Indian Food sebagai tempat bernyanyi.

Dengan suara pelan dan penuh tata krama, Usman membuka penampilannya. “Permisi Pak, permisi Ibu. Izinkan kami bernyanyi untuk menghibur,” ucapnya sopan sebelum memetik gitar sebagai tanda intro lagu.

Usman kemudian membawakan lagu ciptaan Tagor Tampubolon berjudul “Boru Panggoaran”. Lirik lagu Batak itu mengalun syahdu, mengisahkan kasih sayang, harapan, dan cinta mendalam seorang ayah kepada putri sulungnya.

Suasana stan Sahara Indian Food mendadak hening. Para pelanggan terdiam, larut dalam makna lagu yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Reffrain lagu yang merdu membuat beberapa pengunjung terlihat tersentuh.

Apresiasi pun mengalir. Beberapa pelanggan memberikan fulus kepada Usman sebagai ungkapan terima kasih atas hiburan yang menyentuh hati.

Sementara itu, Feri tampil dengan gaya berbeda. Mengandalkan gitar ukulele keroncong, ia membawakan lagu “Mungkin Nanti” karya Peterpan. Dengan penuh percaya diri, Feri menyanyikan lagu tersebut secara emosional.

BACA JUGA  Opick Tampil Memukau di Pekan Ramadhan 0201 Kota Medan

Saat memasuki bagian reffrain, suara Feri terdengar lebih kuat dan penuh ekspresi. Lirik demi lirik mengalir, membawa suasana nostalgia dan rasa kehilangan yang mendalam.

Penampilan Feri pun mendapat sambutan hangat. Para pelanggan kembali memberikan fulus sebagai bentuk penghargaan atas penampilannya yang sukses menghibur.

Menutup aksinya, Feri menyampaikan pamit dengan sopan. “Terima kasih Pak, terima kasih Ibu, permisi,” ucapnya sambil tersenyum.

Malam itu, pengamen Medan bukan hanya mengisi ruang dengan musik. Mereka menghadirkan keharuan, kesederhanaan, dan kehangatan yang membuat ruang kuliner Pagaruyung terasa lebih hidup dan bermakna. (Fajaruddin Adam Batubara)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH