BerandaFeatureSejoli Menikmati Senja di Hotel Grand City Hall Medan

Sejoli Menikmati Senja di Hotel Grand City Hall Medan

MEDAN, PILAR MERDEKA – Di sudut Jalan Raden Saleh arah Jalan Balai Kota tepatnya, tampak berdiri satu hotel megah Grand City Hall Hotel Medan, hotel bintang lima, sebelumnya bernama Hotel Grand Aston. Sekitar Jam 12.43 WIB, pada Rabu (08/04), terlihat sejoli, memasuki pintu utama hotel menuju resepsionis. Belakangan diketahui mereka adalah pasangan suami-istri, akrab dipanggil Mons dan Nina Lubis.

Pengakuan Sejoli itu, sambutan staf resepsionis hotel yang berlokasi di jantung kota atau kurang lebih 100 meter dari Lapangan Merdeka Medan, ramah-lembut sambil melempar senyum. Pelayanan proses check-in pun berlangsung cepat. Permintaan untuk mendapatkan kamar dengan view mengarah ke jalan raya, dan direspon sigap. Kemudian staf resepsionis menyiapkan kamar 909 bagi sejoli.

Menurut Nina Lubis, lokasi Grand City Hall Hotel cukup strategis, tepat di Kilometer 0 Kota Medan. Letak hotel tersebut, boleh dibilang bagian pusat di sudut kota yang memiliki nilai jual tinggi dan bergengsi. “Maaf kok ngomongin geografis hotel,” cetus Nina sembari melirik sang suami.

Memasuki kamar 909, suasana tenang langsung terasa. Letaknya di sudut, tidak jauh dari lift, memberikan kenyamanan sekaligus privasi. Di balik pintu, tiga jendela kaca besar tertutup rapi oleh horden, yang ternyata menyimpan kejutan pemandangan kota.

Grand
Dari jendela kaca yang menghadap Jalan Raden Saleh terlihat gedung-gedung Kota Medan berlatar pemandangan Bukit Barisan. (Foto. Pilar Merdeka)
Grand
Suasana kamar di Grand City Hall Hotel tampak terlihat rapi dan bersih, semua peralatan berfungsi dengan baik. (Foto. Pilar Merdeka)

Di sisi kiri pintu, dua jendela menghadap ke Jalan Raden Saleh. Satu jendela lainnya langsung mengarah ke Lapangan Merdeka. Sebuah sofa ditempatkan tepat di dekat jendela, mengundang siapa saja untuk duduk dan menikmati suasana.

Nina (38) dan suaminya duduk di sofa itu. Saat horden dibuka, keindahan kota Medan langsung menyapa. Dengan suara takjub, Nina berkata, “Wah, pemandangannya menarik juga, Bang. Kelihatan Bukit Barisan.” Cuaca cerah sore itu membuat garis pegunungan terlihat jelas dari kejauhan.

BACA JUGA  Mencicipi Kelezatan Sop Lembu di RM Bu Nani

Tak hanya itu, dari ketinggian, bangunan-bangunan ikonik Kota Medan tampak nyata. Nina menunjuk salah satu arah dan berkata, “Itu Masjid Agung Medan.” Dari kamar tersebut, kota seakan terbuka lebar, memperlihatkan wajahnya yang hidup.

Menjelang pukul 18.00 WIB, Nina berdiri menghadap jendela yang mengarah ke Lapangan Merdeka. Tulisan “Lapangan Merdeka” terlihat jelas. Gedung Centre Point, Stasiun Kereta Api, hingga Pos Bloc tampak dari sudut pandang yang berbeda.

Grand
Kolam renang di Grand City Hall Hotel Medan berada di lantai tiga airnya tampak bersih. (Foto. Pilar Merdeka)

Sementara itu, dari jendela yang menghadap Jalan Raden Saleh, lalu lintas terlihat padat merayap. Kendaraan dari Jalan Ahmad Yani bertemu di Jalan Balai Kota, tepat di depan hotel. Pemandangan ini memperlihatkan denyut nadi kota yang tidak pernah berhenti.

Bagi Nina, pengalaman ini bukan yang pertama, tetapi tetap meninggalkan kesan mendalam. “Ini pengalaman kedua yang tak terlupakan. Pertama di Grand Inna Hotel tahun lalu, dan sekarang di Grand City Hall Hotel,” ujarnya.

Menikmati secangkir teh manis panas ditemani camilan ringan, Nina dan suaminya larut dalam suasana. Dari ketinggian, Kota Medan tidak hanya terlihat indah, tetapi juga terasa hidup dan penuh cerita.

Ada apa gerangan nginap di hotel malam ini, singkat Nina menjawab,”Today is special day for us. Because, one of us is getting happy birthday”. Dan bukan karena berlebihan untuk nginap di hotel, tapi sekali-kali bolehlah menikmati suasana berbeda dari keseharian di waktu tertentu. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH