BerandaBudayaBangunan Bersejarah di Sekitar Stasiun KA Medan

Bangunan Bersejarah di Sekitar Stasiun KA Medan

MEDAN, PILAR MERDEKA – Stasiun Medan, ikon transportasi yang berdiri sejak 25 Juli 1886. Diresmikan sebagai stasiun Kereta Api (KA) kelas besar tipe A, jadi denyut awal perjalanan banyak orang di Kota Medan. Lokasi stasiun ini strategis, di perbatasan Kesawan dan Gang Buntu, bukan sekadar transit, tapi pintu masuk ke jantung kota yang sarat sejarah dan kenangan.

Stasiun Medan berada sangat strategis di pusat Kota Medan, tepat di depan Lapangan Merdeka. Dari titik ini, wajah lama dan modern kota seakan menyatu. Bangunan-bangunan bersejarah berdiri berdekatan, seolah menyambut setiap langkah para pendatang yang baru tiba.

Di sekitar Stasiun Medan, terdapat ikon-ikon kota yang memiliki nilai sejarah tinggi. Titi Gantung dahulu dikenal sebagai pusat penjualan buku bekas, Kantor Pos BesarMedan dibuka 1911 sehingga tulisan di dinding luar bangunan “ANNO 1911.” Kini dikenal sebagai Pos Bloc, Gedung London Sumatera (Lonsum) didirikan 18 Desember 1962.

Balai Kota dibangun 1908 dan direnovasi tahun 1923, kini menjadi Hotel Grand Aston, kemudian ada Hotel Dharma Deli (Grand Inna) yang dahulu bernama Hotel De Boer. Hotel ini dibangun pada 1898, Bank Indonesia (dulunya De Javasche Bank) dibangun 1906 dan mulai beroperasi pada 30 Juli 1907 dan pusat perbelanjaan juga berada tidak jauh dari kawasan ini.

Keistimewaan kawasan Stasiun Medan adalah kemudahan aksesnya. Semua ikon kota tersebut dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki, sekitar 10-15 menit. Tidak perlu berkendaraan, tidak perlu waktu lama. Setiap langkah membawa pelancong lebih dekat dengan sejarah dan kehidupan Kota Medan.

Posisi Stasiun Medan yang berada di tengah kota menjadikannya titik awal perjalanan bagi banyak orang yang singgah. Bagi pelancong dengan waktu terbatas, kawasan ini memberikan keuntungan besar. Waktu singkat bisa dimanfaatkan secara maksimal tanpa harus berpindah-pindah lokasi.

BACA JUGA  Ayam Bakar Raza Kuliner di De Boer Weekend Market, Laris Manis

Jika pelancong dapat memilih menginap di sekitar Stasiun Medan, termasuk di Rail Transit Hotel Medan yang terhubung langsung dengan area transit. Akses yang praktis ini membuat mobilitas lebih mudah, terutama bagi pelancong yang mengandalkan kereta api sebagai moda utama.

Dari Stasiun Medan wisata ringan bisa dimulai sejak langkah pertama keluar penginapan. Salah satu destinasi yang relatif lumayan dekat dibandingkan beberapa ikon yang disebut di atas adalah Tjong A Fie Mansion. Rumah bersejarah dibangun oleh Tjong A Fie (1860–1921), ini merupakan cagar budaya yang melegenda di Tanah Melayu Deli dan memiliki peran penting dalam sejarah Kota Medan.

Rumah peninggalan Tjong A Fie, menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat. Sejak sekitar tahun 2010, bangunan ini resmi dijadikan cagar budaya dan dibuka sebagai destinasi wisata sejarah. Setiap sudutnya menyimpan cerita tentang perjalanan Medan di masa lalu.

Tak jauh dari sana kurang lebih 2 Km, berdiri Masjid Raya Al-Mashun dibangun 1906 dan selesai 1909, masjid bersejarah yang dibangun pada masa Kesultanan Deli. Hingga kini, masjid ini tetap menjadi simbol penting Kota Medan. Arsitekturnya yang khas dan suasananya yang tenang menghadirkan rasa haru bagi siapa pun yang berkunjung.

Tidak jauh dari Masjid Raya sekitar 500 meter kurang lebih, Istana Maimun berdiri megah sebagai saksi kejayaan Kesultanan Deli. Bangunan berwarna kuning ini dikenal dengan perpaduan arsitektur Melayu, Timur Tengah, dan Eropa. Pembangunan istana ini dimulai dari 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 189, dan menjadi salah satu ikon paling dikenal di Kota Medan.

Ketiga destinasi bersejarah tersebut dapat ditempuh dengan perjalanan singkat menggunakan kendaraan dari kawasan Stasiun Medan. Kedekatan lokasi membuat waktu singgah terasa lebih bermakna dan tidak melelahkan.

BACA JUGA  Meriahnya Perayaan Thaipusam Medan Street Festival 2025

Bagi pelancong yang mengandalkan kereta api, Stasiun Medan dan Rail Transit Hotel Medan menawarkan kemudahan menjelajah kota secara praktis. Dari satu titik, sejarah, budaya, dan wajah Kota Medan terbuka lebar.

Dari Stasiun Medan, mengenal Medan tidak perlu terburu-buru. Cukup memilih arah, melangkah perlahan, dan membiarkan kota ini bercerita melalui setiap bangunan dan jalan yang dilalui. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH