BOGOR, PILAR MERDEKA – Ratusan pegiat seni dan budaya yang tergabung dalam Forum Kabuyutan Pakwan Padjajaran (FKPP) antusias mengikuti kegiatan Halal Bihalal yang digelar pada Sabtu (18/4) di Bumi Ageung Batu Tulis Pakwan Padjajaran, Kota Bogor.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya mempersatukan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap seni dan budaya di Kota Bogor. Mengusung tema “Silaturahmi Jaga Warisan Budaya, Silih Asuh, Silih Asih, Silih Wangian,” acara berlangsung dalam suasana kebersamaan, guyub, rukun, dan penuh semangat pelestarian budaya Sunda.
Rangkaian acara halal bihalal diawali dengan pra-acara berupa seremoni mapag tamu, pertunjukan kacapi suling, serta pencak silat khas Kabogoran. Selanjutnya, penampilan Tari Persembahan Keraton Mandala Agung dibawakan oleh Ratu Nyi Mas Dewi Rengganis bersama M. Rd. Aria Mandala.
Memasuki acara inti, kegiatan dibuka oleh pembawa acara Ki Rusdi dan Teh Yayu, dilanjutkan dengan doa serta sholawat yang dipimpin oleh Kyai Asep dari Cimande.
Ketua Panitia, Y. Firman Hidayat, SE, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak serta menjelaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal FKPP telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya.
Sementara itu, Ketua Umum FKPP, TB. Lutfi Suyudi, SE, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkuat silaturahmi, menyatukan arah gerak organisasi, serta menyampaikan rekomendasi kepada pemangku kebijakan terkait pelestarian budaya.
“Harapan kami, selain membangun sinergi seluruh elemen masyarakat dalam melestarikan tradisi kearifan lokal, pemerintah juga lebih memperhatikan situs-situs cagar budaya yang sebagian besar dalam kondisi terbengkalai, rusak, bahkan hilang. Ke depan, perlu ada kolaborasi antara budayawan dan pemerintah untuk menjaga warisan karuhun,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima Bara Nusa Provinsi Jawa Barat, R. Rulany Indra Gartika Wirahaditenaya Rusadi, yang menekankan pentingnya menjaga alam dan lingkungan sebagai penopang kehidupan. Dalam penutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk berkomitmen menjaga alam dan persatuan melalui ungkapan puitis yang disambut bersama oleh hadirin.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia (PPLHI), Muhammad Norman, mengingatkan pentingnya merawat warisan budaya leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Warisan budaya adalah peninggalan berharga dari karuhun kita. Kita perlu menjaga dan merawatnya, meskipun setiap pemimpin memiliki visi yang berbeda dalam pembangunan,” katanya.
Acara semakin meriah dengan penampilan tari kreatif “Mojang Priangan” serta lagu “Bubuy Bulan” yang diiringi angklung oleh komunitas Bogor Wanita Berkebaya (BWB).
Penampilan pencak silat oleh anak-anak turut memukau para peserta. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan di antara seluruh peserta yang hadir. (Agus Oyenk)

