MEDAN, PILAR MERDEKA – Ramadan menghadirkan suasana khusyuk dan penuh kehangatan di Masjid rumah dinas Gubernur Sumatera Utara. Masjid yang berada di Jalan Sudirman No.41, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan ini tampak ramai dipadati jemaah yang datang untuk menunaikan ibadah.
Masjid rumah dinas Gubernur Sumatera Utara menjadi pusat kebersamaan saat bulan suci tiba. Sejak menjelang waktu Isya, jemaah terus berdatangan. Langkah mereka teratur, wajah-wajah mereka memancarkan semangat ibadah di malam Ramadan.
Pantauan Pilar Merdeka.Com, Senin (23/2), menjelang azan Isya berkumandang, shaf-shaf mulai terisi penuh. Jemaah berdiri rapat, bersiap menunaikan sholat Isya dengan khusyuk. Suasana masjid terasa tenang dan tertib, mencerminkan kekhidmatan bulan suci.
Usai sholat Isya, jemaah tidak langsung beranjak. Mereka melanjutkan ibadah dengan melaksanakan sholat tarawih bersama. Gerakan demi gerakan dilakukan dengan tertib. Bacaan imam menggema di dalam masjid, menambah kekhusyukan malam itu.
Usai sholat tarawih, suasana berubah menjadi lebih hangat. Para jemaah tampak duduk santai di halaman masjid. Mereka berbincang ringan sambil menikmati udara malam Kota Medan yang terasa sejuk.
Di momen inilah keharuan terasa nyata. Petugas masjid rumah dinas Gubernur Sumatera Utara dengan ramah melayani para jemaah. Mereka membagikan minuman berupa teh manis dan kopi panas. Senyum para petugas menyambut setiap jemaah yang menerima hidangan sederhana tersebut.
Tidak hanya minuman, petugas juga membagikan makanan ringan berupa kue dan roti. Sajian itu dinikmati bersama di halaman masjid. Kebersamaan sederhana ini menciptakan suasana akrab dan penuh rasa syukur.
Teh manis yang hangat, kopi panas yang menguar aroma, serta kue dan roti yang tersaji menjadi pelengkap kebahagiaan setelah beribadah. Jemaah terlihat menikmati setiap momen tanpa tergesa-gesa.
Setelah duduk santai dan berbincang, para jemaah berangsur-angsur berdiri. Dengan tertib, mereka meninggalkan halaman masjid dan berangkat pulang ke rumah masing-masing. Malam Ramadan itu ditutup dengan rasa tenang dan hati yang hangat. (Fajaruddin Adam Batubara)

