JAKARTA, PILAR MERDEKA – Kementerian Pariwisata memperkuat kolaborasi strategis dengan Swisscontact untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata. Langkah ini difokuskan pada penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, khususnya di lingkungan Politeknik Pariwisata (Poltekpar).
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmen tersebut dalam kegiatan Steering Committee Meeting yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan ini menjadi upaya nyata membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham dalam kegiatannya di Hotel Mercure Gatot Subroto menyampaikan bahwa Poltekpar memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan yang terampil, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Lulusan diharapkan mampu terserap secara optimal di dunia kerja, khususnya sektor pariwisata.
“Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk memastikan kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Martini Paham dalam keterangannya, Rabu (22/4).
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah mitra strategis, antara lain perwakilan SECO Indonesia, Perhimpunan Praktisi Vokasi Sistem Ganda Indonesia, Wise Steps Foundation, serta pimpinan dan jajaran Poltekpar.
Dalam forum ini, para peserta memaparkan capaian program kerja sama sekaligus rencana pengembangan ke depan. Program yang dijalankan mencakup Industry Based Curricula, Industry Based Learning, Project Based Learning, Adult Learning Program, hingga Young Professional Program. Seluruh program dirancang untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya menjadikan program kerja sama sebagai bagian permanen dalam sistem pendidikan Poltekpar. Langkah ini bertujuan agar kolaborasi tidak berhenti, tetapi terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang.
Kerja sama antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Swisscontact telah berlangsung sejak 2018. Saat ini, program memasuki fase kedua untuk periode 2024–2027 dengan fokus memperluas dampak, meningkatkan kualitas implementasi, dan menjaga keberlanjutan hasil.
Martini menegaskan bahwa komitmen seluruh Poltekpar sangat penting dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi yang lebih adaptif dan inovatif. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan SDM unggul yang siap bersaing di tingkat global.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimistis pendidikan vokasi pariwisata akan semakin kuat. Harapannya, lahir talenta-talenta yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama kemajuan pariwisata Indonesia. (Mons)

