MEDAN, PILAR MERDEKA – Suasana Car Free Day (CFD) Medan di kawasan Lapangan Merdeka, Kesawan, hingga Jalan Jend. Ahmad Yani, Kota Medan kembali dipenuhi sekitar ribuan warga yang menikmati akhir pekan bersama keluarga, sahabat, dan komunitas, Minggu (2/8).
Sejak pagi, kawasan ini berubah menjadi ruang terbuka yang dipenuhi aktivitas, riang gembira, tawa, serta deretan pelaku UMKM yang menawarkan berbagai kuliner khas juga kerajinan tangan.
CFD Medan tidak hanya menjadi tempat berolahraga. Di sepanjang Jalan Jend. Ahmad Yani, Simpang Gedung Lonsum, pengunjung tampak menikmati suasana santai dengan mencicipi beragam makanan yang dijajakan para pedagang. Aroma kuliner berpadu dengan ramainya percakapan warga yang berkumpul menikmati pagi.
Berbagai pilihan makanan tersedia di lokasi tersebut. Mulai dari aneka kue tradisional seperti dadar dan risol, pecal, bakwan, bakso, misop kampung, telur gulung, rujak hingga beragam jajanan lainnya. Keramaian juga terlihat di kawasan Lapangan Merdeka yang dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan.

Di sela ramainya pengunjung, sebagian warga terlihat bersepeda mengelilingi kawasan CFD. Ada pula seorang pemain biola yang menghibur pengunjung menggunakan pengeras suara sambil meletakkan wadah di depannya bagi masyarakat yang ingin memberikan apresiasi.
Sementara di kawasan Lapangan Merdeka para pecinta hewan ramai dikunjungi dangan membawa sejumlah ular piton yang menarik perhatian pengunjung.
CFD Medan juga dinilai memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Arif, warga Kota Medan yang datang bersama istri dan anaknya.
“Dengan penyelenggaraan CFD ini, para pelaku UMKM Kota Medan sangat terbantu,” ujar Arif kepada Pilar Merdeka.Com saat ditemui di kawasan Simpang Gedung Lonsum.
Di antara banyaknya stan kuliner, perhatian pengunjung tertuju pada stan Roti Kacang Sari Harahap. Dua orang berdiri di depan stan sambil masing-masing memegang satu kotak roti yang telah dibuka. Mereka menawarkan roti kepada setiap orang yang melintas.

“Bapak, Ibu dan abang-abang silakan taster rotinya, ambil Pak silakan dicoba,” ucap mereka kepada para pengunjung yang hilir mudik sedang mencari kuliner.
Ajakan tersebut membuat sejumlah orang berhenti sejenak untuk mencicipi roti yang dibagikan secara gratis. Tidak sedikit yang kemudian melanjutkan dengan membeli produk tersebut setelah mencobanya.
Suasana transaksi pun berlangsung hangat. Seorang pria berkaos hitam, yang telah mencicipi roti kemudian ditawari untuk membeli.
“Beli Pak, tiga kotak sekalian,” ujar salah seorang penjual dengan ramah.
Pria itu kemudian menanyakan harga dan pilihan rasa yang tersedia. Penjual menjelaskan harga satu kotak Rp35.000 dengan dua varian rasa, yaitu kacang hijau dan kacang hitam. “Roti kacangnya baru dimasak ini Pak,” jelasnya.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, pria itu memutuskan membeli satu kotak rasa kacang hijau. Saat kotak dibuka, terlihat satu kemasan berisi 21 biji roti kacang yang tersusun rapi.
“Kalau mau pesan lagi bisa datang ke alamat ini ya Pak, Jalan M. Nawi Harahap, Gang Ampera Nomor 30, Kota Medan,” ujar penjual.
Di dalam perjalanan, Adawiyah sang istri langsung mencicipi roti kacang tersebut. Respons spontan pun muncul setelah enam biji habis disantap.
“Hmmm… enak rasa roti kacang hijau Sari Harahap ini bang. Sembari mobil berjalan, enam biji langsung habis dimakan. Lembut saat dikunyah dan kacang hijaunya berasa banget,” ujarnya.
Dari tampilannya sudah menarik. Roti Kacang Sari Harahap berbentuk bulat dengan kulit berwarna kuning keemasan yang tampak hasil proses pemanggangan. Bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian dalamnya sangat lembut. Taburan biji wijen putih di atasnya menambah daya tarik sekaligus memperkuat cita rasa.
Keramaian CFD Medan pada akhir pekan itu kembali memperlihatkan fungsi ruang publik. Selain menjadi tempat berkumpul masyarakat, CFD Medan juga memberi peluang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada pengunjung.
Interaksi sederhana melalui sesi mencicipi produk menjadi pengalaman yang mampu menarik perhatian warga di tengah semaraknya aktivitas Car Free Day. (Monang Sitohang).

