BerandaGaya HidupIguana dan Ular Piton Albino Curi Perhatian, Pengunjung CFD Medan

Iguana dan Ular Piton Albino Curi Perhatian, Pengunjung CFD Medan

MEDAN, PILAR MERDEKA – Car Free Day (CFD) Medan di Lapangan Merdeka, Kesawan, dan sekitarnya berlangsung meriah pada Minggu, (14/6). Warga ramai memadati kawasan untuk berolahraga, berjalan santai, berburu kuliner, hingga menyaksikan kegiatan lainnya.

Selain olahraga, Jalan Balai, Kesawan, dan Jalan Ahmad Yani penuh warga yang jalan bareng keluarga atau nongkrong di kafe. Pedagang kaki lima juga menjajakan aneka jajanan di sepanjang kawasan.

Beragam lapak turut meramaikan suasana. Mulai dari bika ubi Kolombia, jasa foto, hingga kuliner kekinian berjejer rapi di sepanjang area car free day.

Di tengah keramaian tersebut, ada satu tempat di Jalan Balai Kota yang terus dipadati pengunjung. Sejumlah pecinta hewan menghadirkan berbagai jenis reptil yang langsung menarik perhatian masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.

Dan
Salah seorang pecinta hewan ular piton sanca albino berwarna kuning cerah saat memegang untuk dikalungkan ke leher pengunjung CFD Medan. (Foto. Pilar Merdeka)

Ular piton sanca albino berwarna kuning cerah dengan panjang sekitar tiga meter menjadi salah satu pusat perhatian. Hewan tersebut dipegang oleh pemiliknya dan menjadi objek foto favorit para pengunjung.

Anak-anak hingga remaja perempuan tampak antusias mengantre untuk berfoto. Sebagian berani mengalungkan ular itu ke leher mereka, sementara yang lain memilih berfoto bersama teman-temannya. “Saya mau donk foto bersama ularnya,” ujar perempuan yang menggunakan hijab itu.

Selain ular albino, dua ekor iguana jantan juga menjadi daya tarik tersendiri. Kedua reptil tersebut memiliki panjang sekitar satu meter dan terdiri dari jenis gran Kolombia serta gran Albino.

“Ini jenis gran Kolombia milik saya, kalau yang satu ini gran Albino milik teman,” ujar Bembeng sambil menunjukkan iguana berwarna kuning yang berada di tangan kanannya.

Suasana semakin hidup ketika terdengar suara pengunjung yang ingin berfoto bersama hewan-hewan tersebut.

BACA JUGA  Reuni Akbar Fakultas Ekonomi UMA Sukses dan Penuh Kekeluargaan

“Ihhh…Takut kali aku, tapi mau lah foto bang,” seru salah seorang pengunjung yang terlihat antusias.

Namun tidak semua pengunjung berani mendekat. Sebagian terlihat ragu, tapi berkeinginan untuk memegang. Namun ada juga yang takut sama sekali untuk menyentuh reptil tersebut. Meski begitu, Bembeng berusaha meyakinkan bahwa iguana yang dibawanya merupakan hewan jinak dan tidak agresif.

Beberapa pengunjung juga sempat menanyakan biaya untuk berfoto bersama hewan-hewan itu.

“Bang, bayar kalau foto sama hewan-hewannya?” tanya seorang pengunjung.

“Bayarnya seikhlasnya saja kak,” jawab Bembeng.

Iguana gran Kolombia milik Bembeng ternyata telah dipeliharanya sejak masih berusia satu tahun. Saat itu ia membeli hewan tersebut dengan harga Rp200 ribu.

“Waktu saya pelihara masih umur satu tahun, saat itu saya beli Rp200 ribu. Sekarang sudah berumur empat tahun,” jelasnya.

Bembeng mengaku sangat menyukai hewan reptil. Ia menjelaskan bahwa makanan iguana terdiri dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Hewan peliharaannya itu juga dirawat di kamar mandi yang sudah tidak digunakan.

Menurutnya, iguana perlu dibiasakan berinteraksi dengan pemiliknya setiap hari agar lebih mengenal manusia. Bahkan, ia menyarankan agar iguana dipegang setiap hari meskipun hanya beberapa menit.

Selain itu, iguana juga perlu dimandikan dan rutin berjemur di bawah sinar matahari karena aktivitas tersebut menjadi salah satu kebiasaan yang disukai reptil tersebut.

“Saya penyuka hewan. Dulu sempat punya ular, tapi sekarang memelihara iguana,” ungkapnya.

Bembeng juga membagikan pengetahuan mengenai perilaku iguana. Ia menjelaskan bahwa saat memasuki masa birahi, iguana cenderung menjadi lebih agresif dan tidak suka disentuh.

Menurutnya, salah satu tanda yang dapat diamati adalah membesarnya lipatan kulit di area leher atau bagian yang sering disebut kuping oleh sebagian masyarakat.

BACA JUGA  Mengulik Tampil Cantik dari Gerai Syahvira Cosmetic

Di akhir perbincangan, Bembeng menyebut dirinya bersama rekan-rekannya tergabung dalam komunitas pecinta hewan yang aktif di media sosial Instagram dengan nama Komunitas Hewan Medan, khusus untuk hewan yang tidak dilindungi.

Ia juga memperkenalkan nama iguana kesayangannya yang setia menemaninya di CFD pagi itu.

“Nama iguana saya Oped,” ujar Bembeng sambil pulang bareng putranya.

Ular piton sanca albino dan dua iguana menjadi warna tersendiri dalam kemeriahan CFD Medan. Di sela aktivitas joging dan kulineran, reptil tersebut mengundang rasa penasaran, sekaligus nguji nyali. Sensasi berani sentuh ular dan iguana langsung jadi kegembiraan. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH