BerandaTeknologiTeknologi MaiA Dirancang Membantu Wisatawan Merencanakan Tujuan Perjalanan

Teknologi MaiA Dirancang Membantu Wisatawan Merencanakan Tujuan Perjalanan

PILAR MERDEKA – MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) hadir sebagai virtual assistant di Indonesia.Travel di bawah naungan Kementerian Pariwisata Kemenpar). Teknologi ini dirancang untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan, mulai dari mencari inspirasi destinasi hingga menemani perjalanan secara langsung.

Merencanakan liburan sering kali terasa menyenangkan. Membayangkan tempat yang ingin dikunjungi, makanan yang ingin dicicipi, hingga aktivitas bersama keluarga atau pasangan bisa membuat perjalanan terasa semakin dekat.

Namun, ketika mulai menyusun rencana, berbagai pertanyaan biasanya muncul.

Mau pergi ke mana? Menginap di mana? Berapa hari yang ideal? Bagaimana transportasinya? Apa yang bisa dilakukan bersama keluarga? Adakah acara menarik yang sedang berlangsung?

Kini, wisatawan dapat memanfaatkan MaiA untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan tersebut.

MaiA dirancang sebagai smart travel planner sekaligus travel companion. Fungsinya bukan hanya memberikan inspirasi, tetapi juga membantu wisatawan menyusun perjalanan berdasarkan minat dan kebutuhan mereka.

Mulai dengan Menentukan Jenis Liburan

Wisatawan tidak harus sudah mengetahui destinasi yang ingin dituju ketika mulai menggunakan MaiA.

Percakapan dapat dimulai dengan pertanyaan sederhana mengenai jenis liburan yang diinginkan.

Misalnya, apakah ingin menikmati alam, berburu kuliner, menjelajahi sejarah dan budaya, berlibur bersama keluarga, atau mencari perjalanan romantis bersama pasangan.

MaiA dapat membantu mengeksplorasi rekomendasi destinasi berdasarkan minat dan tipe wisatawan.

Daripada hanya bertanya, “Wisata di Indonesia yang bagus apa?”, wisatawan dapat memberikan gambaran yang lebih spesifik.

Contohnya, “Saya ingin liburan yang tenang, dekat dengan alam, dan cocok untuk pasangan. Ada rekomendasi destinasi di Indonesia?”

Percakapan kemudian dapat dilanjutkan untuk mempersempit pilihan hingga menemukan destinasi yang sesuai.

Semakin Lengkap Informasi, Semakin Terarah Perencanaannya

Agar rekomendasi MaiA lebih relevan, wisatawan dapat memberikan konteks yang berkaitan dengan perjalanan.

BACA JUGA  ASTINDO Travel Fair 2026 Bangkitkan Harapan Pariwisata Sumatera Utara

Informasi tersebut dapat mencakup siapa saja yang ikut bepergian, lama perjalanan, aktivitas yang disukai, anggaran, pilihan transportasi, makanan, hingga tempat menginap.

Dalam membantu menyusun itinerary, MaiA dapat mempertimbangkan lokasi yang ingin dikunjungi, durasi perjalanan, minat, anggaran, preferensi transportasi, lokasi pengguna, musim, serta event lokal.

Sebagai contoh, wisatawan dapat mengatakan, “Saya akan ke Bali selama empat hari bersama pasangan. Kami suka kuliner dan wisata budaya, tetapi tidak terlalu suka tempat yang ramai. Budget kami sekitar Rp5 juta di luar tiket pesawat. Bisa bantu buatkan itinerary?”

Informasi yang lebih lengkap membuat percakapan menjadi lebih terarah. Rencana perjalanan yang dihasilkan juga dapat disesuaikan dengan preferensi wisatawan.

Itinerary MaiA Bisa Diubah Sesuai Kebutuhan

Setelah destinasi dan preferensi mulai jelas, wisatawan dapat meminta MaiA menyusun itinerary.

MaiA dapat membantu membuat rencana berdasarkan durasi liburan dan minat. Rencana tersebut dapat mencakup rekomendasi destinasi, perkiraan durasi kunjungan, serta perkiraan biaya perjalanan yang dapat disesuaikan dengan anggaran.

Namun, itinerary yang dibuat tidak harus dianggap sebagai jadwal yang kaku.

Wisatawan dapat meminta perubahan apabila rencana yang diberikan belum sesuai.

Jika suatu tempat dirasa terlalu jauh, wisatawan dapat meminta alternatif. Jika ingin menambahkan restoran, hotel, atau atraksi tertentu, wisatawan juga dapat memintanya untuk dimasukkan.

Begitu pula ketika jadwal terasa terlalu padat. Wisatawan dapat meminta MaiA membuat versi perjalanan yang lebih santai.

Dengan cara tersebut, itinerary MaiA dapat menjadi titik awal untuk membangun perjalanan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Jangan Hanya Mengejar Destinasi, Temukan Pengalaman Lokal

Liburan tidak selalu harus diisi dengan mengunjungi sebanyak mungkin tempat.

Pengalaman yang berkesan juga dapat muncul ketika wisatawan mencicipi makanan khas daerah, menemukan acara lokal, atau mengenal sisi budaya yang tidak selalu menjadi bagian dari daftar destinasi populer.

BACA JUGA  Kemenpar Gandeng Mastercard Gelar Strategic Tourism Training bagi ASN

MaiA dapat membantu wisatawan mengeksplorasi informasi mengenai kuliner dan gastronomi, termasuk makanan khas daerah serta rekomendasi yang dapat disesuaikan dengan selera dan kebutuhan diet.

Wisatawan juga dapat memanfaatkan MaiA untuk mencari informasi mengenai event yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia.

Kalender event menjadi salah satu bagian dari pengalaman wisatawan di Indonesia.Travel. Dengan informasi tersebut, perjalanan dapat direncanakan bertepatan dengan festival budaya atau acara menarik lainnya.

Misalnya, wisatawan yang berencana berada di Yogyakarta pada Oktober dapat bertanya apakah ada festival atau acara lokal yang menarik selama periode tersebut.

Wisatawan yang ingin menjelajahi kuliner Makassar juga dapat meminta rekomendasi makanan khas untuk dimasukkan ke dalam itinerary selama tiga hari.

Dengan begitu, rencana perjalanan tidak hanya menjawab pertanyaan tentang tempat yang harus dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang dapat dilakukan selama berada di suatu daerah.

MaiA Tetap Bisa Digunakan Saat Perjalanan Berlangsung

Fungsi MaiA tidak berhenti ketika wisatawan selesai menyusun itinerary.

Sebagai travel companion, MaiA dikembangkan untuk mendampingi wisatawan dalam berbagai fase perjalanan, mulai dari mencari inspirasi hingga menjalani perjalanan secara langsung.

Integrasi dengan peta interaktif memungkinkan rekomendasi berbasis lokasi. Fitur tersebut juga dapat membantu navigasi menuju destinasi atau area yang direkomendasikan.

MaiA juga memiliki kemampuan percakapan multibahasa dan fitur voice command yang memungkinkan wisatawan berinteraksi melalui suara.

Karena itu, penggunaan MaiA tidak harus berhenti pada satu pertanyaan.

Wisatawan dapat mengajak MaiA berdiskusi, memberikan konteks mengenai kebutuhan perjalanan, mengajukan pertanyaan lanjutan, kemudian meminta penyesuaian apabila rekomendasi yang diberikan belum sesuai.

Pada akhirnya, liburan bukan hanya tentang seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi.

Perjalanan yang baik adalah perjalanan yang sesuai dengan orang yang menjalaninya. Ada yang ingin menikmati suasana tenang, ada yang ingin mengeksplorasi kuliner, ada yang ingin mengenal budaya, dan ada pula yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama orang terdekat.

BACA JUGA  Kemenpar Gelar Business Matching di Malaysia untuk Memperluas Jejaring Pariwisata

Kehadiran MaiA menawarkan cara baru untuk memulai perencanaan tersebut.

Dari satu pertanyaan sederhana, wisatawan dapat mulai mengeksplorasi berbagai kemungkinan perjalanan dan menemukan cara yang lebih sesuai untuk menjelajahi Indonesia. (Mons-sumber kemenpar.go.id)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH