MEDAN, PILAR MERDEKA – Es Campur AMO Medan menjadi tujuan wajib bagi wisatawan yang ingin merasakan kuliner khas Kota Medan. Bagi banyak orang, perjalanan ke suatu daerah tidak lengkap tanpa mencicipi makanan legendaris yang menyimpan cerita, rasa, dan kenangan.
Kuliner bukan sekadar soal rasa. Melainkan menghadirkan emosi, nostalgia, dan kebahagiaan sederhana. Setiap suapan bisa menjadi pengikat kenangan, terutama saat dinikmati bersama keluarga di tempat asalnya.
Hal itu dirasakan Nita, seorang wisatawan yang datang ke Kota Medan bersama suami dan dua anaknya. Selama liburan, mereka menghabiskan waktu dengan berburu kuliner khas Medan yang sudah lama dirindukan.
Setelah mengunjungi beberapa tempat makan, Nita dan keluarga akhirnya singgah di Es Campur AMO Multatuli, yang berlokasi di Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Tempat ini bukan sekadar kedai es, melainkan bagian dari sejarah kuliner kota.

Es Campur AMO Medan telah berdiri sejak tahun 1984. Selama puluhan tahun, cita rasa dan kualitasnya tetap terjaga. Hal ini terlihat dari ramainya pengunjung yang datang silih berganti untuk menikmati es legendaris tersebut.
“Sudah ada beberapa tahun ini tidak merasakan es campur Kota Medan. Jadi ada rasa kangen, dan pilihan kami jatuh ke Es Campur AMO Multatuli,” ujar Nita, Jumat (26/12).
Daftar menu yang disodorkan pelayan menghadirkan banyak pilihan. Es Campur, Es Koteng, Es Teler, dan Es Buah dibanderol Rp26 ribu. Es Kacang Merah Rp27 ribu. Menu lainnya seperti Alpukat Rp32 ribu dan Longan Jagung Rp30 ribu juga tersedia.
Nita memilih Es Campur AMO. Dalam satu mangkuk tersaji kacang merah, nangka, tape singkong, cendol pandan, lengkong, siraman gula merah kental, dan serutan es di bagian atas.
“Gula merahnya kental, rasanya enak dan khas banget,” ucap Nita dengan nada puas.
Es Campur AMO Medan dikenal dengan rasa manis dan segar yang pas. Perpaduan topping yang lengkap menciptakan sensasi rasa yang kaya. Tekstur lembut, kenyal, dan segar berpadu sempurna, membuat siapa pun ingin kembali mencicipinya.
Bagi Nita dan keluarganya, menikmati Es Campur AMO bukan hanya soal menghilangkan dahaga. Ada kehangatan, kenangan, dan rasa rindu yang terbayar lunas dalam setiap sendok es legen. (Monang Sitohang)

