BerandaPeristiwaCamat Polonia Damaikan Sengketa Tembok Jalan Pekong yang Viral

Camat Polonia Damaikan Sengketa Tembok Jalan Pekong yang Viral

MEDAN, PILAR MERDEKA – Polemik penutupan akses tembok di Jalan Pekong, Kelurahan Polonia, akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Kecamatan Medan Polonia bergerak cepat merespons persoalan yang sempat viral di media sosial itu demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Mediasi berlangsung di Kantor Kecamatan Medan Polonia, Selasa (12/5/2024). Camat Medan Polonia, Noor Alfi Pane, memimpin langsung pertemuan yang mempertemukan seluruh pihak terkait dalam suasana kondusif dan penuh kekeluargaan.

Pertemuan tersebut dihadiri unsur Muspika, Lurah, Kepala Lingkungan, Kuasa Hukum PT ADP, serta Kuasa Hukum Bapak Toni Tenggara selaku pihak yang mengunggah video penutupan akses tersebut ke media sosial.

Dalam mediasi itu, pihak Bapak Toni Tenggara melalui kuasa hukumnya mengakui bahwa sebenarnya masih terdapat akses jalan lain di lokasi tersebut. Namun, mereka tetap menyampaikan harapan agar tembok yang menutupi akses pintu rumah dapat dibuka sementara waktu.

Permintaan itu disampaikan karena lahan yang berada di lokasi tersebut disebut masih belum digunakan oleh pihak perusahaan. Aspirasi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan agar persoalan tidak semakin memicu keresahan masyarakat.

Camat Medan Polonia, Noor Alfi Pane, menegaskan bahwa pemerintah hadir sebagai fasilitator untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman warga. Langkah cepat yang dilakukan juga merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Alhamdulillah, kedua belah pihak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Mereka sepakat untuk menempuh jalan musyawarah dan akan melakukan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat,” ujar Noor Alfi Pane usai mediasi, yang dilansir Pilar Merdeka.Com dari portal.medan.go.id.

Suasana mediasi berlangsung tenang meski persoalan sempat menjadi perhatian publik di media sosial. Kedua pihak memilih mengedepankan dialog dibanding memperpanjang konflik.

BACA JUGA  Musisi Bersatu Deklarasi Dukung Rico Waas

Langkah mediasi ini diambil untuk mencari solusi terbaik tanpa merugikan salah satu pihak. Pemerintah Kecamatan Medan Polonia juga memastikan kondusivitas wilayah tetap terjaga demi kenyamanan masyarakat sekitar.

Saat ini, hasil notulen rapat telah disusun sebagai dasar koordinasi lanjutan. Pemerintah berharap komunikasi yang baik antara kedua pihak dapat membuka jalan damai dan mengakhiri polemik yang sempat menyita perhatian warga tersebut. (Mons)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH