MEDAN, PILAR MERDEKA – Peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Baitussyuro Kompleks Kantor Sekretariat DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol No.5 Medan, Kamis (25/6), berlangsung penuh makna dan kehangatan.
10 Muharram yang dikenal sebagai salah satu hari istimewa dalam kalender Islam diperingati melalui kegiatan keagamaan yang dihadiri jajaran pimpinan dan staf Sekretariat DPRD Sumut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPRD Sumut Muhammad Ali Sipahutar, S.STP, MAP, Kepala Bagian Fasilitasi dan Pengawasan Ikhsan, S.STP, MAP, Kabag Umum Evi Juliani, S.Kom, M.Si, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baitussyuro yang juga Kabag Program dan Keuangan Iwan Sutani, S.STP, M.Si, serta jajaran staf Sekretariat DPRD Sumut.
Peringatan 10 Muharram semakin menyentuh ketika Muhammad Ali Sipahutar menyerahkan santunan dan tali asih kepada anak-anak yatim dari Rumah Tahfiz Qur’an Fastabaqul Khairat.
Dalam sambutannya, Muhammad Ali Sipahutar mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum 10 Muharram sebagai sarana introspeksi diri. Menurutnya, setiap orang perlu melihat kembali apa yang telah dilakukan pada masa lalu dan berupaya meningkatkan amal kebaikan pada masa mendatang.
“Kita perlu merefleksikan diri tentang apa yang kita perbuat sebelumnya. Ke depan, mari kita memberikan kebaikan-kebaikan. Semoga Allah membalas kebaikan kita dengan berlipat ganda,” ujarnya.
Sekwan DPRD Sumut juga mengingatkan pentingnya membangun kemandirian Masjid Baitussyuro. Ia berharap masjid yang berada di lingkungan DPRD Sumut tersebut dapat terus berkembang tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.
“Masjid Baitussyuro harus menjadi masjid yang mandiri dan jangan tergantung dengan anggaran pemerintah. Mari kita makmurkan Masjid Baitussyuro,” himbaunya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz H. Muhammad Bambang Iriawan Hutasuhut, S.Ag mengatakan bulan Muharram, bulan yang luar biasa.
Bulan Muharram, kata Ustadz Bambang, merupakan bulan yang sangat mulia sehingga pada masa lalu peperangan dihentikan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan tersebut.
“Di bulan Muharram harus berhenti perang. Itu artinya untuk menghormati bulan Muharram,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan sejumlah peristiwa penting yang dikaitkan dengan para nabi pada bulan Muharram. Di antaranya pertemuan Nabi Adam dengan Hawa serta doa Nabi Musa yang membelah lautan.
Menurut Ustadz Bambang, Muharram menjadi momentum yang tepat untuk membangun dan memperbaiki karakter diri. (Fajaruddin Adam Batubara)

