MEDAN, PILAR MERDEKA – ASPPI DPD Sumut resmi dilantik beserta pengurus baru periode 2026–2030 dalam suasana penuh semangat dan harapan di Hotel Ibis Styles Medan, Rabu (12/2). Momentum ini menjadi awal komitmen kuat untuk memperkuat peran pelaku pariwisata dalam memajukan sektor wisata di Sumatera Utara.
Pelantikan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Sumut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dihadiri jajaran pengurus pusat, pemerintah daerah, serta mitra strategis pariwisata.
Acara dimeriahkan dengan tarian multi-etnis dari Pemprov Sumut yang menampilkan kekayaan budaya Nias, Melayu, Simalungun, Karo, Dairi, Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Toba. Penampilan tersebut menghadirkan suasana haru dan kebanggaan atas keberagaman budaya Sumatera Utara.


Achmad Fauzi Lubis resmi menjabat sebagai Ketua DPD ASPPI Sumut periode 2026–2030. Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) V ASPPI di Selecta Phoenix Hall, pada 27 Januari 2026 lalu.
Dalam sambutannya, Ketua DPD ASPPI Sumut, Achmad Fauzi Lubis menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa ASPPI semakin berperan dalam memajukan pariwisata, khususnya di Sumatera Utara.
Sumatera Utara, menurut Achmad, memiliki potensi luar biasa. Danau Toba sebagai destinasi super prioritas, kekayaan budaya yang mendunia, serta Kota Medan sebagai pintu gerbang pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi kekuatan utama daerah ini. Perkembangan infrastruktur, konektivitas, dan meningkatnya minat wisatawan dinilai sebagai peluang besar yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa kekuatan pariwisata tidak hanya terletak pada destinasi, tetapi juga pada sumber daya manusia. SDM pariwisata yang kompeten, berintegritas, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki semangat pelayanan prima menjadi kunci daya saing.
Pada periode kepemimpinannya, Achmad memprioritaskan penguatan kapasitas anggota melalui pelatihan berkelanjutan, sertifikasi, serta kolaborasi lintas sektor. Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan periode ini akan fokus pada penguatan wisata budaya dan wisata olahraga di Sumatera Utara dengan mendorong pengemasan event budaya yang autentik dan berkelas.
Achmad menjelaskan bahwa pemilihan pengurus dilakukan berdasarkan keahlian dan disiplin ilmu masing-masing. Penempatan posisi disesuaikan dengan kompetensi agar program kerja setiap biro berjalan tepat sasaran dan memberikan hasil nyata.

Ketua Umum ASPPI, Azwani Awi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan program “travel pattern” untuk mendorong kebanggaan berwisata di Indonesia, termasuk menjadikan destinasi di Sumatera Utara sebagai target utama.
Ia menyebut Sumatera Utara sebagai sektor prioritas yang berkontribusi pada perekonomian masyarakat lokal. DPP ASPPI juga mengarahkan agar tercipta keharmonisan antar DPD sehingga mampu bersinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Azwani menekankan perlunya kreativitas dan inovasi agar pengembangan pariwisata tidak stagnan. Ia menyoroti dampak bencana di tiga daerah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh kemudian di ujung Pulau Sumatera yang berimbas hingga Kalimantan dan Jawa, sehingga menyebabkan wisatawan menunda kunjungan ke Indonesia.
Sebagai respons, ASPPI menggagas berbagai paket wisata, termasuk konsep charity tourism, agar kegiatan pariwisata tidak berhenti. Dengan tegas ia menyampaikan tag line, “ASPPI bisa, harus bisa, pasti bisa,” sebagai tekad untuk terus menggerakkan sektor pariwisata dalam kondisi apa pun.
ASPPI juga berkomitmen bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Pariwisata Kota Medan. Kolaborasi ini mencakup pelibatan ASPPI dalam agenda resmi pemerintah, jelajah wisata budaya, serta pengusulan berbagai event budaya dan sport tourism di Sumatera Utara bagi wisatawan domestik dan internasional.


Mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara, Dedi Arian Rizki Siregar, Kabid Pemasaran, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan dan Rakerda tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatera Utara diarahkan pada peningkatan destinasi, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta penciptaan ekosistem usaha yang profesional dan berdaya saing.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi besar dari kekayaan alam, budaya, hingga kearifan lokal. Namun potensi tersebut memerlukan dukungan dan kolaborasi semua pihak agar dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Peran organisasi seperti ASPPI dinilai strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong profesionalisme, standar pelayanan, dan tata kelola usaha yang tertib serta berkualitas.
Ia berharap forum ini melahirkan gagasan, rekomendasi, dan langkah konkret yang mendukung percepatan pembangunan pariwisata daerah, peningkatan kunjungan wisatawan, serta pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus komitmen bersama untuk mewujudkan pariwisata Sumatera Utara yang maju, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dinas Pariwisata Kota Medan diwakili oleh Indriyanita, BPODT Wahyudito, Ketua ASTINDO DPD Sumut Tengku Feria Aznita, perwakilan HPI Kus Hendro, mantan Ketua ASPPI DPD Sumut Maruli Damanik, serta General Manager Ibis Hotel Insan M. Fachruddin.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Di tengah tantangan dan dinamika global, ASPPI Sumut menegaskan komitmen untuk terus bergerak. Dengan semangat “bisa, harus bisa, pasti bisa”, para pelaku pariwisata Sumatera Utara bersatu membawa harapan baru bagi kebangkitan pariwisata daerah. (Monang Sitohang)

