MEDAN, PILAR MERDEKA – ASTINDO Travel Fair 2026 resmi digelar di Hall 1 ICE BSD City, Tangerang, pada 5–8 Februari 2026. Pameran perjalanan ini menjadi titik awal kebangkitan industri pariwisata nasional di awal tahun, sekaligus membawa harapan baru bagi daerah tujuan wisata Indonesia, termasuk Sumatera Utara.
Sejak hari pertama, ASTINDO Travel Fair 2026 dipadati pelaku industri perjalanan. Sebanyak 31 biro perjalanan wisata, 21 maskapai penerbangan, 7 National Tourism Organization (NTO) dari berbagai negara, serta 14 pelaku industri pendukung perjalanan turut ambil bagian. Ajang ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, wisatawan, dan pemangku kepentingan pariwisata.
Di tengah ramainya pameran, hadir Ketua DPD ASTINDO Sumatera Utara, Tengku Feria pemilik Travel Agent Ende Holiday, yang akrab disapa Cici. Kehadirannya membawa semangat besar untuk memperkenalkan pesona Sumatera Utara ke panggung nasional dan internasional.
Saat dihubungi Pilar Merdeka. Com melalui WhatsApp pada Minggu (8/2), Cici menjelaskan bahwa ASTINDO Travel Fair 2026 menjadi sarana penting untuk mempromosikan paket wisata unggulan Sumatera Utara. Paket yang ditawarkan berfokus pada destinasi ikonik, yaitu Danau Toba, Tangkahan, dan Bukit Lawang.

Menurut Cici, tren wisata saat ini lebih mengarah pada perjalanan singkat. “Saat ini paket wisata yang lebih ngetren adalah durasi 3 hari 2 malam, cocok untuk liburan akhir pekan,” ujarnya.
Melalui ASTINDO Travel Fair 2026, Cici berharap semakin banyak wisatawan yang mengenal dan berkunjung ke Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa target utama bukan hanya peningkatan angka kunjungan, tetapi juga membangun kesan mendalam tentang keindahan alam dan budaya daerah.
Untuk memperluas jangkauan promosi, ASTINDO Sumatera Utara berencana menjalin kerja sama dengan operator travel agent luar negeri serta menggelar Sales Mission ke berbagai negara. Langkah ini dinilai penting untuk memperkenalkan Sumatera Utara di pasar internasional secara lebih terarah.
Cici juga menegaskan dukungan penuh ASTINDO terhadap program pemerintah, yaitu “Bangga Berwisata di Indonesia” (BBWI) dan “Saatnya Liburan di Indonesia Aja”. Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat memilih destinasi wisata dalam negeri dan menggerakkan ekonomi daerah.
Salah satu paket wisata yang dipamerkan dalam ASTINDO Travel Fair 2026 adalah perjalanan 3 hari 2 malam menjelajahi Sumatera Utara. Paket ini dirancang sederhana namun menyentuh sisi emosional wisatawan.

Pada hari pertama, wisatawan tiba di Bandara Kualanamu dan disambut hangat.. Perjalanan dilanjutkan menuju Parapat melalui Pematang Siantar. Di kota ini, wisatawan singgah membeli jajanan khas dan berfoto dengan becak motor Siantar yang unik. Sore hari, rombongan tiba di Parapat, menikmati makan malam dengan suasana tenang Danau Toba, lalu beristirahat di hotel.
Hari kedua menjadi inti perjalanan. Setelah sarapan, wisatawan menyeberang ke Pulau Samosir menggunakan kapal feri. Di Desa Tomok, wisatawan diajak melihat peninggalan sejarah Raja Sidabutar dan Marnortor bersama. Usai makan siang kembali ke Parapat, perjalanan dilanjutkan menyusuri panorama Danau Toba dan singgah di Simarjarunjung, sebuah bukit dengan pemandangan alam yang memukau, sebelum kembali ke Medan untuk makan malam dan beristirahat.
Pada hari ketiga, wisatawan melakukan city tour di Medan. Destinasi yang dikunjungi antara lain Istana Maimoon, kawasan Old Town Kesawan, dan Masjid Raya. Sebelum menuju Bandara Kualanamu, wisatawan diberi waktu berbelanja oleh-oleh khas Medan seperti Bolu Meranti, Bika Ambon, dan pancake durian.
Melalui ASTINDO Travel Fair 2026, Sumatera Utara tidak hanya menjual paket wisata, tetapi juga menawarkan pengalaman, kenangan, dan rasa rindu untuk kembali. Di balik angka dan strategi, ada harapan besar agar pariwisata Indonesia bangkit lebih kuat dan berkelanjutan. (Monang Sitohang)

