BerandaEkonomiLapak Lontong di Pasar Gambir Jadi Magnet Pembeli Jelang Lebaran

Lapak Lontong di Pasar Gambir Jadi Magnet Pembeli Jelang Lebaran

DELI SERDANG, PILAR MERDEKA – Sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, suasana pasar tradisional di kawasan Desa Bandar Klippa, dan Desa Khalifah, Desa Tembung, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang dipadati warga. Pasar Gambir dan Pasar VIII menjadi pusat keramaian masyarakat yang berburu kebutuhan Lebaran, Jumat (20/3).

Pasar Gambir dan Pasar VIII padat sejak pagi. Jalan Besar Desa Tembung menuju lokasi pasar mengalami kemacetan parah. Bahkan, akses di dalam Pasar Gambir dan Pasar VIII juga terlihat tersendat akibat membludaknya pengunjung.

Pedagang diserbu pembeli dari berbagai kalangan. Lapak sayur mayur, pedagang ayam, pedagang daging sapi, hingga lapak kelapa parut dipenuhi warga yang ingin menyiapkan hidangan terbaik untuk hari kemenangan.

Lapak penjual lontong dan bumbu menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian. Berdasarkan pantauan Pilar Merdeka.Com di lokasi, lapak penjual lontong yang berada di antara pedagang aneka kue kering dan daging sapi, tidak jauh dari Rumah Sakit Mitra Medika Tembung, ramai dikunjungi pembeli.

Lontong yang dijajakan tersusun rapi di atas meja. Bentuknya beragam, mulai dari ukuran panjang, pendek dengan balutan daun pisang, hingga bentuk segi empat yang dibungkus plastik dan daun pisang. Sementara itu, bumbu pecal dikemas dalam kotak plastik ukuran kecil dan sedang.

“Ayo Bu, ayooo Bang. Lontongnya baru dimasak dan masih hangat,” seru pedagang menawarkan dagangannya kepada pengunjung.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Lontong dijual mulai dari Rp5.000 hingga Rp8.000, sedangkan bumbu pecal dibanderol Rp15.000 untuk ukuran kecil dan Rp25.000 untuk ukuran sedang.

Antrean pembeli satu persatu berdatangan. Tidak butuh waktu lama, dagangan lontong dan bumbu pecal langsung ramai dikunjungi warga yang melintas di Pasar Gambir.

BACA JUGA  Mahkamah Agung Peduli, Prof. Yulius Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan

Lontong sendiri merupakan makanan khas Indonesia berbahan dasar beras yang dibungkus daun pisang atau plastik, lalu dimasak hingga padat dan kenyal. Proses memasaknya yang memakan waktu lama membuat banyak warga memilih membeli daripada membuat sendiri.

Sementara itu, bumbu pecal terbuat dari kacang tanah yang dipadukan dengan cabai, gula merah, bawang putih, dan asam jawa. Bumbu ini praktis digunakan dan dapat bertahan lama jika disimpan dengan baik.

Warga merasa terbantu dengan kehadiran pedagang lontong. Seorang ibu rumah tangga mengaku tidak perlu repot memasak lontong yang membutuhkan waktu hingga berjam-jam.

“Dengan adanya penjual lontong dan bumbu pecal ini saya sungguh terbantu. Tidak kebayang buat lontong itu lama, bisa sampai empat jam,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk menyajikan hidangan Lebaran, yaitu lontong sayur bumbu pecal dirinya hanya perlu memasak lauk pendamping seperti tauco, sayur gulai, sambal tempe teri kacang, serta menyiapkan telur rebus dan kerupuk.

Lebaran dan hidangan khas memang tidak terpisahkan. Lontong sayur dengan bumbu pecal menjadi salah satu sajian favorit yang selalu hadir di meja makan saat Hari Raya Idul Fitri.

Momen Lebaran bukan hanya tentang kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga tentang kebersamaan, kehangatan keluarga, dan hidangan sederhana yang penuh makna. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH