BerandaPeristiwaKupu-Kupu Ngengat Hinggap di Gedung DPRD Sumut

Kupu-Kupu Ngengat Hinggap di Gedung DPRD Sumut

MEDAN, PILAR MERDEKA – Tak jelas, kapan dan darimana datangnya, jenis kupu-kupu yang sangat jarang terlihat sebagaimana kupu-kupu pada umumnya, tiba-tiba muncul dan hinggap di dinding Gedung Kantor DPRD Sumatera Utara (Sumut), Selasa (28/04).

Kupu-kupu itu, hinggap diam di dinding depan pintu masuk Ruang Komisi C, Lantai II, DPRD Sumut, sekitar Jam 13.13 WIB. Di tengah ruang gedung yang sedang beraktivitas, seketika terhenti sejenak, seolah karena kemunculan kupu-kupu yang tampak unik dan tergolong langka.

“Kupu-kupu langka,” kata seseorang sekelias melintas di depan pintu ruang gedung tersebut.

Serangga itu merupakan jenis kupu-kupu Ngengat yang dikenal dengan nama Lyssa zampa. Ukurannya cukup besar dengan rentang sayap sekitar 10 hingga 12 sentimeter. Warna sayapnya abu-abu gelap dengan garis miring putih yang jelas.

Kupu-kupu besar itu tampak diam tanpa bergerak. Rentang sayapnya terbuka jelas, memperlihatkan bentuk yang unik, menyerupai lekukan kuping gajah. Meski tidak berwarna cerah seperti kupu-kupu pada umumnya, tampilannya tetap menarik perhatian.

Kemunculan kupu-kupu ini tergolong jarang. Dalam beberapa waktu terakhir, kupu-kupu hampir tidak pernah terlihat di sekitar halaman maupun ruangan Gedung DPRD Sumut. Namun, pada momen tertentu, serangga ini sesekali muncul dan terbang di area tersebut.

Kupu-kupu Ngengat ini memang tidak memiliki warna mencolok seperti kupu-kupu bidadari yang penuh corak. Namun justru kesederhanaan warna dan ukurannya yang besar menghadirkan kesan berbeda—tenang.

Tentang kupu-kupu, serangga ini dikenal memiliki sayap beragam warna dan bentuk. Gaya terbangnya khas, dengan kepakan sayap yang lembut namun mencolok.

Kupu-kupu mengalami siklus hidup empat tahap, dimulai dari telur, kemudian menjadi larva atau ulat, lalu berubah menjadi kepompong (krisalis), hingga akhirnya menjadi serangga dewasa.

BACA JUGA  Menpar Saksikan Keindahan Desa Wisata Pentingsari, Peraih ASEAN Tourism Award

Setelah keluar dari kepompong, kupu-kupu dewasa akan merentangkan sayapnya hingga kering sebelum akhirnya terbang bebas. Proses metamorfosis ini dikenal sebagai metamorfosis sempurna.

Kemunculan kupu-kupu langka di Gedung DPRD Sumut ini menjadi pengingat sederhana tentang keajaiban alam yang kadang hadir di tengah rutinitas manusia. Sebuah momen singkat, namun cukup untuk meninggalkan kesan. (Fajaruddin Adam Batubara)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH