BerandaPendidikanSMA GKPS 1 Pematang Raya Menorehkan Kabar Membanggakan

SMA GKPS 1 Pematang Raya Menorehkan Kabar Membanggakan

PEMATANG RAYA, PILAR MERDEKA – SMA Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) 1 Pematang Raya kembali menorehkan kabar membanggakan. Di bawah kepemimpinan August Sinaga SPd MAP sebagai Ketua Yayasan Pendidikan GKPS, sekolah swasta ini menunjukkan kemajuan nyata.

SMA GKPS 1 Pematang Raya yang berada di Kabupaten Simalungun ini mencatat prestasi penting pada tahun 2026. Sebanyak 34 siswa berhasil lolos melalui jalur SNBP dan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Indonesia. Dari total 253 siswa kelas akhir, capaian ini menjadi bukti kerja keras yang tidak sia-sia.

Prestasi ini terasa semakin mengharukan karena tahun sebelumnya sekolah sempat gagal mengirimkan siswa melalui jalur yang sama akibat kendala teknis. Kegagalan itu kini terbayar dengan hasil yang membanggakan dan menjadi titik balik kebangkitan sekolah.

Kepala sekolah, Julven Haposan Purba, SPd, menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan hasil instan. Semua pihak terlibat, mulai dari guru yang setia membimbing, siswa yang terus berjuang, hingga dukungan penuh dari yayasan.

Saat ini, jumlah siswa di SMA GKPS 1 Pematang Raya mencapai sekitar 700 orang. Sekolah juga membuka kapasitas penerimaan sekitar 300 siswa baru untuk tahun ajaran ini, sebagai bentuk kepercayaan masyarakat yang terus meningkat.

“Kami tidak memasang target yang terlalu tinggi. Jika Tuhan berkenan, kami yakin bisa terus berkembang,” ujar Julven dengan penuh harap.

Dalam kegiatan belajar, SMA GKPS 1 Pematang Raya menggunakan metode kontekstual. Metode ini menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga materi lebih mudah dipahami. Selain itu, tersedia 11 kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung minat dan bakat siswa.

Memasuki tahun ajaran 2026, sekolah ini menghadirkan terobosan baru dengan membuka program boarding school. Program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

BACA JUGA  Siswa SMKN 1 Medan Lolos SNBP 2026, Kualitas Vokasi Makin Bersinar

Pada angkatan pertama, boarding school akan menampung 36 siswa, terdiri dari 18 laki-laki dan 18 perempuan. Program ini dirancang dengan sistem pendidikan yang lebih terintegrasi.

Siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan tambahan seperti kesamaptaan, bimbingan belajar, dan Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) untuk memperkuat spiritualitas.

Menariknya, pembinaan spiritual diberikan secara inklusif. Tidak hanya bagi siswa Kristen Protestan, tetapi juga difasilitasi untuk siswa dengan agama lain melalui mentor sesuai keyakinan masing-masing. Kegiatan olahraga dan seni juga menjadi bagian penting dalam keseharian mereka.

Sementara itu, siswa reguler tetap belajar seperti biasa. Mereka juga memiliki opsi tinggal di asrama, meskipun tanpa program tambahan seperti pada boarding school.

Untuk masuk program boarding school, calon siswa harus melalui beberapa tahapan seleksi. Mulai dari administrasi, ujian akademik, psikotes, hingga tes kesamaptaan.

Pendaftaran telah dibuka sejak Rabu, 29 April 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Mei 2026.

Pihak sekolah juga memberikan apresiasi kepada August Sinaga yang dinilai membawa perubahan signifikan. Pengalaman dan latar belakangnya di dunia pendidikan, termasuk sebagai kepala cabang dinas pendidikan wilayah VI Sumatera Utara, dinilai sangat membantu arah pengembangan sekolah.

“Dukungan, dorongan, dan ide-ide yang diberikan sangat berarti. Latar belakang beliau membuat arah pengembangan sekolah ini semakin tepat,” ungkap pihak yayasan.

Dengan berbagai capaian dan inovasi ini, SMA GKPS 1 Pematang Raya optimistis menatap masa depan. Sekolah ini terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat. (Mons)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH