BerandaOlahragaTahan Malaysia 0-0, Skuad Garuda dengan 10 Pemain Menolak Tumbang di Malam...

Tahan Malaysia 0-0, Skuad Garuda dengan 10 Pemain Menolak Tumbang di Malam Panas GBK!

PILAR MERDEKA— Indonesia 0-0 Malaysia bukan sekadar angka di papan skor. Ini adalah cerita tentang sebuah tim yang kehilangan satu pemain, kehilangan sebagian kendali permainan, tetapi tidak kehilangan asa. Dan di bawah mistar, Maarten Paes berdiri sebagai benteng terakhir Garuda.

Ada pertandingan yang dikenang karena gol.

Ada pertandingan yang dikenang karena kemenangan.

Tetapi ada pula pertandingan yang dikenang karena sebuah tim menolak kalah.

Indonesia versus Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam, adalah salah satunya.

Skor akhirnya 0-0.

Bagi sebagian orang, angka itu mungkin terasa kurang.

Tetapi pertandingan tidak selalu bisa dibaca hanya dari jumlah gol.

Sebab ada malam ketika mempertahankan gawang tetap bersih membutuhkan perjuangan yang sama besarnya dengan mencetak gol.

Dan malam itu, Indonesia harus melakukannya dengan sepuluh pemain.

Ketika Pertandingan Berubah

Indonesia memulai pertandingan dengan keberanian.

Justin Hubner bahkan sempat memasukkan bola ke gawang Malaysia pada menit-menit awal. Namun gol tersebut dianulir karena pelanggaran dalam prosesnya.

Screenshot 2026 09 28 222917
Justin Hubner dan Maarten Paes/Foto: tangkap layar YouTube Rans Entertainment

Thom Haye kemudian mendapatkan peluang.

Indonesia terlihat ingin mengendalikan permainan.

Tetapi sepak bola tidak selalu mengikuti rencana.

Menit ke-37 menjadi titik balik.

Setelah pelanggaran Thom Haye terhadap Arif Aiman ditinjau VAR, kartu kuning berubah menjadi kartu merah.

Indonesia tinggal sepuluh pemain.

Malaysia masih punya lebih dari 50 menit untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Di titik itulah pertandingan berubah.

Indonesia tidak lagi bisa bermain dengan cara yang sama.

John Herdman merespons dengan memasukkan Ivar Jenner menggantikan Ragnar Oratmangoen.

Indonesia harus lebih rapat.

Lebih disiplin.

Lebih sabar.

Dan yang paling penting: tidak boleh kehilangan konsentrasi.

Paes, Orang Terakhir yang Berdiri

BACA JUGA  Belanja Ikan Segar di Pasar Ikan Cemara, Harga Lebih Ekonomis

Dalam pertandingan seperti ini, penjaga gawang sering kali menjadi manusia paling kesepian di lapangan.

Ia berada paling jauh dari rekan-rekannya.

Screenshot 2026 09 28 222135
Maarten Paes, Kiper Skuad Garuda tampil gemilang menyelamatkan gawang Indonesia, Senin (28/9/2026)/Foto: tangkap layar YouTube Rans Entertainment

Tetapi pada saat yang sama, ia menjadi orang terakhir yang dipercaya ketika semuanya gagal.

Maarten Paes menjalankan peran itu malam tadi.

Bahkan sebelum Indonesia kehilangan Haye, Paes sudah beberapa kali menunjukkan mengapa keberadaannya begitu penting.

Ia menggagalkan peluang Malaysia dan menjaga skor tetap 0-0 ketika pertandingan masih berjalan normal.

Setelah Indonesia kehilangan satu pemain, pekerjaannya menjadi semakin berat.

Malaysia semakin leluasa menyerang.

Indonesia semakin dalam bertahan.

Bola lebih sering berada di wilayah pertahanan Garuda.

Setiap umpan silang menjadi ancaman.

Setiap tembakan menjadi kemungkinan berubahnya seluruh cerita.

Namun Paes tetap berdiri.

Ia menyelamatkan.

Berkomunikasi dengan para pemain di depannya.

Mengatur pertahanan.

Dan terus menjaga satu hal yang paling penting:

gawang Indonesia tetap bersih.

Ada Elkan Baggott

Di depan Paes berdiri para pemain belakang yang malam itu juga harus bekerja ekstra.

Salah satu nama yang mendapat sorotan positif dari suporter adalah Elkan Baggott.

Screenshot 2026 09 28 223018
Elkan Baggot terduduk di depan gawang usai sukses menyelamatkan gawang Indonesia, Senin (28/9/2026)/Foto tangkap layar YouTube Rans Entertainment

Baggott bukan hanya harus berhadapan dengan penyerang-penyerang Malaysia, tetapi juga menghadapi situasi ketika Indonesia kehilangan satu pemain.

Dalam kondisi seperti itu, seorang bek tidak cukup hanya memenangkan duel.

Ia harus membaca permainan.

Menutup ruang.

Membantu rekannya.

Dan berada di tempat yang tepat ketika bola datang.

Salah satu momen penting datang ketika Baggott berhasil membantu menyelamatkan gawang Indonesia dari ancaman Malaysia.

Di media sosial, apresiasi kepada Baggott pun bermunculan.

Dan itu menarik.

Karena pertandingan ini membuat orang kembali melihat bahwa mempertahankan skor 0-0 juga membutuhkan pemain-pemain yang bekerja dalam diam.

BACA JUGA  Pesan Sosial AM Putranto dari Jalan Berlumpur

Tidak selalu ada nama mereka di papan skor.

Tetapi tanpa pekerjaan mereka, papan skor bisa berubah.

Menit 90+1: Paes Kembali Berkata Tidak

Kemudian datang menit-menit terakhir.

Indonesia sudah melewati lebih dari satu babak dengan sepuluh pemain.

Screenshot 2026 09 28 222707
Maarten Paes

Kaki mulai berat.

Konsentrasi diuji.

Malaysia masih mencari celah.

Stuart Wilkin kemudian melepaskan volley keras.

Bola melaju.

Paes bereaksi.

Ujung jarinya menjangkau bola.

Selamat.

Itu bukan gol.

Tidak ada selebrasi.

Tetapi justru karena bola tidak masuk, penyelamatan itu terasa sangat besar.

Satu penyelamatan bisa menyelamatkan satu poin.

Dan satu poin itu bisa menjaga perjalanan sebuah tim tetap hidup.

Ketika Netizen Memilih Bersyukur

Sesudah pertandingan, percakapan di media sosial Indonesia pun beragam.

Ada yang kecewa karena Indonesia tidak mampu mencetak gol meski memiliki skuad yang di atas kertas sangat kompetitif.

Tetapi ada pula suara yang memilih melihat pertandingan dari sisi berbeda.

Mereka mengucapkan terima kasih kepada Maarten Paes.

Bukan sekali.

Bukan dua kali.

Tetapi berulang-ulang.

Pujian yang muncul memiliki benang merah yang sama:

Paes dianggap sebagai salah satu pemain terpenting Indonesia malam itu.

Bahkan bagi banyak suporter, ia layak disebut pemain terbaik pertandingan versi mereka.

Dan nama Elkan Baggott juga mendapatkan apresiasi karena perannya dalam menjaga pertahanan Indonesia.

Di tengah perdebatan tentang apakah Indonesia seharusnya mencetak gol, suara-suara tersebut menghadirkan perspektif yang lebih sederhana:

syukuri dulu bahwa gawang tidak kebobolan.

Sebab setelah kartu merah Haye, persoalannya bukan lagi sekadar mengapa Indonesia tidak mencetak gol.

Pertanyaannya berubah menjadi:

mampukah Indonesia bertahan sampai akhir?

Jawabannya: Mampu!

Jangan hanya menghitung gol

Mungkin inilah pelajaran paling manusiawi dari pertandingan tersebut.

BACA JUGA  Misi Indonesia Raih Medali Emas dan Akhiri Paceklik Selama 32 Tahun

Kita terlalu sering mengukur sepak bola dari apa yang terlihat di papan skor.

Gol dihitung.

Assist dihitung.

Peluang dihitung.

Tetapi ada hal-hal yang jauh lebih sulit dihitung.

Berapa kali seorang bek menutup ruang sebelum lawan menembak?

Berapa kali seorang gelandang berlari membantu pertahanan?

Berapa kali seorang pemain mengambil keputusan untuk tidak maju karena tahu timnya sedang kekurangan satu orang?

Berapa besar konsentrasi yang dibutuhkan seorang kiper untuk tetap fokus setelah puluhan menit ditekan?

Semua itu tidak tercetak dalam skor.

Tetapi semua itu adalah bagian dari pertandingan.

Dan malam ini, Indonesia memperlihatkan sisi tersebut.

Terima kasih, Paes

Ada sesuatu yang menarik dari posisi seorang kiper.

Ketika timnya menang 3-0, kiper mungkin tidak menjadi pusat perhatian.

Tetapi ketika pertandingan berada di ujung tanduk, satu penyelamatan kiper bisa menjadi seluruh cerita.

Paes mengalami malam seperti itu.

Ia tidak mencetak gol.

Tidak memberikan assist.

Tidak melakukan selebrasi kemenangan.

Namun ia melakukan pekerjaan yang paling penting bagi seorang penjaga gawang:

memastikan bola tidak melewati garis gawangnya.

Dan ketika Indonesia bermain dengan sepuluh pemain, pekerjaan itu menjadi semakin berat.

Karena itu, ucapan terima kasih dari suporter kepada Paes sesungguhnya bukan hanya tentang satu penyelamatan pada menit 90+1.

Itu adalah penghargaan terhadap seluruh malam yang ia jalani.

Terhadap ketenangannya.

Terhadap penyelamatan-penyelamatannya.

Terhadap keberaniannya berdiri ketika Malaysia terus datang.

Dan terhadap satu hal yang akhirnya tetap utuh:

harapan Indonesia. (*/di)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH