BOGOR, PILAR MERDEKA – Wajah-wajah polos yang memancarkan senyum dan kegembiraan menghiasi panggung Pelepasan dan Pentas Seni Taman Kanak-Kanak (TK) Plus Putra Bangsa yang digelar di kawasan Balong Kabayan, Kampung Ciranjang, Pamoyanan, Bogor Selatan, Sabtu (20/6/2026).
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan yang menjadi penanda berakhirnya masa belajar anak-anak di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebelum melangkah ke Sekolah Dasar (SD).
TK Plus Putra Bangsa yang berlokasi di Kampung Pasirangin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, secara konsisten setiap tahun menyelenggarakan kegiatan pelepasan siswa yang dipadukan dengan pentas seni sebagai ruang apresiasi terhadap proses belajar dan tumbuh kembang anak.
Tahun ini menjadi momen istimewa karena sekolah melepas Angkatan III. Anak-anak yang telah menyelesaikan masa pembelajaran di TK dibekali kesiapan akademik maupun nonakademik untuk menghadapi lingkungan pendidikan formal berikutnya.
Melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dengan semangat “Belajar, Bermain, Bersama dan Gembira”, sekolah optimistis para lulusan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan SD.
Kepala TK Plus Putra Bangsa, Isti Wuryanti, mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan yang ditunjukkan para peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
Anak-anak yang awalnya belum berani datang ke sekolah sendiri, kini sudah mampu datang tepat waktu secara mandiri. Selain kemandirian, mereka juga dibekali etika, motivasi belajar, serta keterampilan hidup sesuai usianya seperti mencuci piring, baju, menjaga kebersihan buang sampah pada tempatnya, menyapu ruang kelas, halaman, tata cara makan, menjaga kebersihan diri, hingga belajar membaca, berhitung dan menggambar sederhana.
Lebih dari itu, para siswa dilatih memiliki sikap berani, bertanggung jawab, dan jujur. Mereka juga mampu melaksanakan bersuci, salat, serta menghafal doa-doa harian. “Saya optimistis anak-anak kita akan mampu beradaptasi di lingkungan sekolah yang baru nantinya,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Yayasan Daya Putra Bangsa, Heri Cokro, menegaskan pentingnya menjaga dan melanjutkan nilai-nilai positif yang telah dipelajari anak selama berada di bangku TK.
Menurutnya, pendidikan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah semata, melainkan memerlukan sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
“Pendidikan anak bukan sekadar tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan kerja bersama antara lingkungan rumah dan lingkungan sosial. Jika ketiga komponen ini memiliki kesadaran yang sama, kita tidak perlu khawatir terhadap perkembangan dan masa depan anak-anak. Jangan sampai nilai-nilai baik yang diajarkan di rumah dan sekolah rusak karena lingkungan yang kurang mendukung, baik dari sisi sopan santun, cara berbahasa, pergaulan, maupun contoh perilaku yang kurang kondusif,” tuturnya.
Kesaksian positif juga datang dari para orang tua. Ria, salah seorang wali murid, mengaku melihat perubahan besar pada diri anaknya sejak belajar di TK Plus Putra Bangsa.
“Anak saya yang awalnya pemalu, sekarang menjadi lebih berani tampil, lebih pintar, dan mandiri. Saya berharap sekolah ini terus berkembang dan menjadi tempat pendidikan PAUD yang semakin dipercaya masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Daya Putra Bangsa, Willy Kamawijaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru atas dedikasi yang telah diberikan. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan para orang tua yang selama ini menjadi energi positif bagi pertumbuhan dan perkembangan TK Plus Putra Bangsa.
Di balik momen pelepasan yang identik dengan perpisahan, kegiatan kali ini justru dipenuhi nuansa kegembiraan. Orang tua, guru, dan para undangan tampak duduk lesehan bersama menikmati berbagai penampilan siswa yang mengundang tepuk tangan dan rasa bangga.
Anak-anak dengan penuh percaya diri menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari tarian Yamko Rambe Yamko, Manuk Dadali, Jaran Kepang, serta Ampar-Ampar Pisang. Selain itu, mereka juga mempersembahkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sari tilawah, doa-doa harian, serta memimpin seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hari Merdeka.
Ekspresi polos, tawa lepas, dan keberanian tampil di atas panggung menjadi gambaran nyata proses tumbuh kembang yang telah dilalui anak-anak selama menempuh pendidikan di TK Plus Putra Bangsa. Pentas seni tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi dari perjalanan belajar yang menumbuhkan karakter, kreativitas, kepercayaan diri, serta kemandirian.
Acara yang dipandu oleh Tohir Kulikulo ini kemudian ditutup dalam suasana haru melalui penyerahan penghargaan dan kenang-kenangan dari pihak sekolah serta perwakilan orang tua kepada para guru. Doa bersama menjadi penutup yang mengiringi langkah kecil para lulusan Angkatan III menuju gerbang pendidikan berikutnya, dengan harapan mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan membanggakan keluarga, sekolah, serta masyarakat. (Agus Oyenk/Heri)

