BerandaPendidikanMPLS Ramah Pancawaluya SMP-SMK Triwijaya Tanamkan Karakter dan Kepedulian

MPLS Ramah Pancawaluya SMP-SMK Triwijaya Tanamkan Karakter dan Kepedulian

BOGOR, PILAR MERDEKA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Pancawaluya SMP dan SMK Triwijaya berlangsung selama lima hari, Senin–Jumat, 13–17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses awal pengenalan lingkungan sekolah sekaligus pembentukan karakter bagi para siswa baru.

Pelaksanaan MPLS mengusung sejumlah tujuan utama, di antaranya membantu siswa mengenali potensi diri, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami kurikulum yang berlaku, serta membangun hubungan positif dengan sesama siswa, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan serta arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang mengembangkan konsep MPLS Pancawaluya. Pelaksanaannya disesuaikan dengan prinsip dan ketentuan yang berlaku di wilayah Jawa Barat.

Kepala SMP Triwijaya, Usman, S.E., GR., mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS Pancawaluya mengedepankan prinsip edukatif, inklusif, efektif, dan efisien.

MPLS
Dewan guru dan unsur TNI-POLRI Cigombong/cijeruk. (Foto: Heri/Agus)

“Sesuai dengan anjuran Gubernur Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, MPLS di setiap sekolah dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip dasar yang telah ditetapkan. Pelaksanaannya bersifat partisipatif dan fleksibel serta menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh siswa,” ungkap Usman.

MPLS diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, serta unsur TNI dan Polri dari Koramil dan Polsek Cijeruk/Cigombong. Dalam kegiatan tersebut, unsur TNI-Polri turut terlibat sebagai narasumber dalam penyampaian materi ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) serta bela negara.

Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Maman Sulaeman, S.Pd.I, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS di SMP dan SMK Triwijaya menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui penguatan karakter, penyusunan kontrak belajar, proyek kelas, serta refleksi diri. Seluruh proses pembelajaran diarahkan pada penguatan nilai-nilai Pancawaluya, yaitu Cageur atau sehat, Bageur atau baik, Bener atau jujur, Pinter atau cerdas, dan Singer atau terampil.

BACA JUGA  UNB Resmi Miliki Galeri Investasi BEI, Wadah Edukasi Pasar Modal bagi Mahasiswa

“Pada aspek budaya sekolah, pembiasaan karakter dilakukan melalui berbagai tradisi positif, seperti senyum, salam, sapa, Jumat Bersih, hingga kegiatan aksi sosial,” ujar Maman.

Ia menambahkan, para siswa baru juga diminta mengisi jurnal karakter harian dan mengikuti Ikrar Pelajar Pancawaluya. Selain itu, siswa diajak mengenal lingkungan sekitar melalui kegiatan yang mendorong kepedulian sosial dan ekologis.

Dalam pelaksanaan MPLS, SMP dan SMK Triwijaya juga bekerja sama dengan unsur TNI dan Polri untuk memberikan berbagai materi, antara lain wawasan kebangsaan, bela negara, kedisiplinan, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tanggap bencana, serta berbagai edukasi lainnya.

Menanamkan Lima Nilai Utama Pelajar Jawa Barat

Sementara itu, Kepala SMK Triwijaya, Saepudin Suherman, S.Pd., S.H., M.Pd., menegaskan bahwa MPLS Pancawaluya merupakan momentum penting untuk menanamkan lima nilai utama karakter pelajar Jawa Barat.

“Nilai Pancawaluya mencakup Cageur, yaitu sehat secara fisik dan mental; Bageur, peduli terhadap sesama; Bener, jujur dan kritis; Pinter, adaptif dan kolaboratif; serta Singer, kreatif dan tangkas,” jelasnya.

Selain penguatan karakter Pancawaluya, para siswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta beristirahat dengan cukup.

Melalui pelaksanaan MPLS Ramah Pancawaluya, SMP dan SMK Triwijaya berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang sehat, berkarakter, berintegritas, cerdas, terampil, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. (Agus/Heri)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH