MEDAN, PILAR MERDEKA – Gebyar PAI ke-18 yang dirangkai dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Festival Seni Islam resmi dibuka di SMA Negeri (SMAN) 13 Medan, Jalan Karya Bersama, Medan Johor, Kota Medan, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMA Kota Medan dan menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan karakter di kalangan pelajar.
Gebyar PAI ke-18 dihadiri Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah I Sumatera Utara, David Eltom Nainggolan, S.STP., M.SP., unsur Forkopimca, Dinas Pendidikan, Ketua MKKS SMA/SMK, para kepala SMA/SMK Wilayah I Sumut, dewan juri, serta guru Pendidikan Agama Islam se-Kota Medan.
Dalam arahannya, David Eltom Nainggolan mengapresiasi konsistensi MGMP PAI SMA Kota Medan yang telah menyelenggarakan kegiatan hingga tahun ke-18. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti komitmen kuat para guru PAI dalam membangun pendidikan karakter.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat guru-guru PAI dalam membangun pendidikan karakter. Sekolah harus melahirkan siswa yang unggul secara akademik dan kokoh secara moral,” ujarnya.
Kepala SMAN 13 Medan, Hj. Fauziah Hasibuan, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa MTQ dan Festival Seni Islam bukan sekadar ajang perlombaan.
“MTQ dan Festival Seni Islam ini menjadi momentum membangun karakter, memperkuat spiritualitas, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Alquran. Kami berharap kegiatan ini melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan beriman,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa sekolah akan menjaga konsistensi kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua MGMP PAI SMA se-Kota Medan, Ridawati Lubis, MA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia menyebut dukungan dari Forkopimca, Dinas Pendidikan, Ketua MKKS SMA/SMK, kepala sekolah, dewan juri, panitia, dan peserta sebagai kunci sukses acara.
“Kegiatan ini bukan hanya lomba, tetapi wadah dakwah dan pembentukan karakter generasi muda,” tegasnya.
Ridawati juga mendorong para peserta untuk menyebarkan pesan kebaikan melalui media sosial. Kami percaya kebaikan itu menular, kami mengajak seluruh peserta memposting kegiatan dengan menyelipkan pesan positif. Tiga postingan terbaik akan diberikan penghargaan sebagai bentuk penghargaan.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga nilai ibadah selama perlombaan berlangsung.
Gebyar PAI ke-18 mempertandingkan enam cabang lomba, yaitu Murottal PA/PI, Syarhil Qur’an (tim), Tahfidz PA/PI, Fahmil Qur’an (tim), Tilawah PA/PI, dan Nasyid Putri. Seluruh cabang dinilai oleh dewan juri yang kompeten.
Rangkaian lomba berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Maret 2026. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada penutupan acara.
Melalui Gebyar PAI ke-18, MGMP PAI SMA Kota Medan bersama SMAN 13 Medan menegaskan komitmen membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. Suasana pembukaan yang penuh semangat dan harapan menjadi bukti bahwa pendidikan agama tetap menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. (Mons)

