Oleh Monang Sitohang
Keterampilan seseorang dalam membangun atau mengawali suatu pembicaraan agar lawan bicara merasa nyaman, tertarik dan bersambut sehingga terjadi interaksi dalam suasana yang akrab merupakan skill yang tak datang begitu saja.
Dasarnya, datang dari internal keluarga/rumah tangga, lingkungan rumah tinggal dan lingkungan sekolah salah satu penentu lahirnya keterampilan berbicara, bertutur kata santun, jelas, lugas dan tuntas.
Tidak semua orang mampu membangun interaksi percakapan yang hangat dan nyaman. Di tengah kehidupan sosial yang terus berjalan, kemampuan berkomunikasi menjadi hal penting agar hubungan dengan orang lain bisa terjalin dengan baik.
Sayangnya, tidak semua orang mampu beradaptasi saat berbicara dengan orang lain. Ada yang sulit memulai obrolan, ada pula yang tanpa sadar membuat lawan bicara merasa tidak nyaman. Padahal, komunikasi yang baik dapat membuka banyak peluang, mulai dari pertemanan, pekerjaan, hingga hubungan keluarga.
Ada beberapa teknik sederhana yang bisa dilakukan agar disukai lawan bicara. Teknik ini bahkan menjadi cara berkomunikasi yang jarang diajarkan di bangku sekolah, namun sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Buka Topik yang Disukai Lawan Bicara
Membuka percakapan dengan topik yang disenangi lawan bicara menjadi cara paling sederhana untuk mencairkan suasana. Ketika seseorang merasa diperhatikan melalui topik yang ia sukai, maka obrolan akan terasa lebih nyaman dan hangat.
Jika sudah mengenal lawan bicara, cobalah memulai pembicaraan tentang hal-hal yang dekat dengannya. Menanyakan kabar, pekerjaan, keluarga, hingga anak-anak bisa menjadi awal percakapan yang baik.
Saat seseorang merasa nyaman dengan obrolan yang dibangun, hubungan akan berjalan lebih lancar. Suasana pun menjadi lebih akrab tanpa terasa dipaksakan.
2. Menjadi Pendengar yang Baik
Menjadi pendengar yang baik bukan hanya diam saat orang lain berbicara. Sikap ini berarti memberikan perhatian penuh dan mendengarkan dengan tulus tanpa menghakimi.
Banyak orang ingin didengar dan dipahami. Karena itu, memahami sudut pandang lawan bicara menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang sehat.
Kemampuan mendengarkan dengan baik juga dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain. Hubungan menjadi lebih dekat karena tercipta rasa saling menghargai.
3. Menjaga Kontak Mata saat Berbicara
Kontak mata menjadi bentuk penghargaan sederhana dalam sebuah percakapan. Saat berbicara dengan orang lain, menjaga tatapan mata menunjukkan bahwa kita benar-benar memperhatikan apa yang sedang disampaikan.
Lawan bicara biasanya akan merasa dihargai ketika orang yang berbicara dengannya fokus mendengarkan dan tidak mengalihkan perhatian ke hal lain.
Sebaliknya, bermain handphone atau sering melirik ke arah lain saat berbincang dapat membuat lawan bicara merasa diabaikan. Hal kecil seperti ini sering kali memengaruhi kenyamanan dalam komunikasi.
4. Menggunakan Kata-Kata yang Bijak
Pemilihan kata memiliki pengaruh besar dalam sebuah percakapan. Kata-kata yang salah dapat melukai perasaan orang lain, meski diucapkan tanpa sengaja.
Karena itu, penting untuk menjaga ucapan saat berbicara. Hindari menanyakan hal-hal yang bisa membuka luka lama atau menyudutkan hingga membuat lawan bicara merasa tidak nyaman.
Menggunakan kata-kata yang bijak akan membuat suasana percakapan terasa lebih aman dan menyenangkan. Sikap ini juga menunjukkan kedewasaan dalam berkomunikasi.
Cara berkomunikasi sederhana ini penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat ingin beradaptasi dengan lingkungan baru. Tidak hanya kepada teman atau rekan kerja, tetapi juga kepada pasangan dan keluarga sendiri.
Ketika orang lain merasa nyaman dalam sebuah percakapan, hubungan sosial akan berjalan lebih baik dan penuh kehangatan.

