MEDAN, PILAR MERDEKA – Di kala Idul Adha, hampir tiap dapur menebarkan aroma olahan khas gulai, rendang, dan tak jarang tradisi bakar sate menyertai semarak Hari Raya Qurban. Selain itu, olahan kekinian berupa steak rumahan menjadi penambah aneka olahan daging kurban.
Tetapi di sisi lain, sebagian keluarga mulai terasa bosan dengan menu daging yang disajikan tak berubah dari tahun ke tahun. Belum lagi testur daging tak empuk, dan khas bau kambing yang kerap dianggap tantangan saat mau memasaknya. Sebenarnya, ungkapan yang diuraikan diatas hanya alasan klasik bagi sebagian orang, mungkin malas saja.
Jika mau sedikit kreatif, daging kurban bisa diubah jenis/pola olahannya sesuai selera. Sehingga variasi sajian menu dari tahun ke tahun tak menjenuhkan rasa. Misalnya, jenis masakan rasa pedas dan sajian berkuah segar. Bumbu racikan rumahan, rasa restoran yang tak kalah kualiatas.
Seperti, daging kurban juga bisa diolah menjadi dendeng balado kering yang tahan lama dan praktis disimpan.
Proses pembuatannya dimulai dari mengiris tipis daging, mengungkep dengan bumbu, lalu digeprek dan digoreng hingga garing. Setelah itu, dendeng disiram sambal balado merah berminyak yang membuat rasanya semakin nikmat.
Selain lezat, menu ini bisa disimpan dalam toples sebagai stok lauk selama beberapa hari ke depan.
Sate Klathak menjadi pilihan menarik bagi pecinta sate yang ingin sajian praktis tanpa bumbu rumit. Hidangan khas Yogyakarta ini hanya menggunakan garam dan merica sebagai bumbu utama.
Keunikan lainnya terletak pada penggunaan jeruji sepeda bersih sebagai tusukan sate agar panas meresap hingga ke bagian dalam daging. Daging kambing segar yang dibakar sempurna menghasilkan rasa gurih alami yang semakin nikmat saat disantap dengan kecap manis.
Beef Teriyaki. Bagi yang memiliki stok daging sapi namun tidak ingin memasak terlalu lama, beef teriyaki bisa menjadi pilihan praktis.
Daging cukup diiris tipis lalu ditumis bersama bawang bombay dan saus teriyaki instan. Tambahan jahe membantu mengurangi aroma amis pada daging. Menu ini cocok untuk keluarga yang ingin menikmati makanan lezat tanpa harus menunggu berjam-jam seperti memasak rendang.
Oseng Mercon. Bagi pecinta makanan pedas bisa mencoba oseng mercon dari daging kurban. Bagian tetelan atau daging berlemak sangat cocok digunakan karena menghasilkan rasa gurih yang kuat.
Cabai rawit dalam jumlah banyak menjadi kunci utama hidangan ini. Perpaduan rasa pedas dan lemak daging menciptakan sensasi makan yang menggugah selera dan bikin ketagihan.
Sop Iga Bening. Setelah menikmati berbagai hidangan bersantan dan berbumbu kuat, sop iga bening menjadi pilihan yang menyegarkan.
Kuah kaldu hangat dipadukan dengan wortel, kentang, daun seledri, dan bawang goreng menghadirkan rasa ringan namun tetap gurih. Sajian ini cocok disantap bersama keluarga untuk mengembalikan selera makan setelah seharian menikmati olahan daging kurban.
Tips Mengolah Daging Kurban
Tekstur daging yang alot dan bau perengus pada kambing sering menjadi masalah saat memasak daging kurban. Namun, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan agar hasil masakan lebih empuk dan lezat.
- Gunakan Pengempuk Alami
Daging bisa dimarinasi menggunakan parutan nanas atau dibungkus daun pepaya selama 20 hingga 30 menit sebelum dimasak.
Enzim alami dari kedua bahan tersebut membantu memecah serat daging sehingga teksturnya menjadi lebih lunak saat dimakan.
- Potong Daging Melawan Arah Serat
Cara memotong daging sangat memengaruhi teksturnya. Potonglah daging berlawanan arah serat agar serat otot yang panjang terputus dan daging lebih mudah dikunyah.
- Jangan Cuci Daging Kambing
Untuk mengurangi bau tajam pada daging kambing, sebaiknya daging tidak dicuci menggunakan air.
Daging cukup direbus sebentar dalam air mendidih bersama jahe dan daun salam. Setelah itu, buang air rebusan pertama agar aroma khas kambing berkurang.
Momen Iduladha tidak hanya tentang berbagi daging kurban, tetapi juga menghadirkan kehangatan keluarga lewat masakan rumahan yang penuh cita rasa. Dengan olahan yang tepat, daging kurban bisa menjadi hidangan istimewa yang dinikmati bersama orang-orang tercinta. (Mons-sumber kemenpar.go.id)

