BerandaGaya HidupKonsep Watak Kepribadian Bukan Watak Mana yang Terbaik

Konsep Watak Kepribadian Bukan Watak Mana yang Terbaik

MEDAN, PILAR MERDEKA –  Watak kepribadian bukan watak mana yang terbaik. Tetapi memungkinkan untuk bisa mengasah keterampilan/kemampuan diri berinteraksi dan/atau berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) secara baik.

Jika seseorang bisa mengetahui kelemahan/kekurangan dan kelebihan diri sendiri, maka untuk mengubah ke arah yang lebih baik, haruslah dimulai dari diri sendiri. “Anda dulu yang harus belajar berubah, belajar mengamati dan berinteraksi komunikasi dengan orang lain.”

Dalam hal konsep kepribadiaan diri, pasti kita merasa bahwa kitalah yang paling mengetahui kepribadian kita dibanding orang lain. Dan kita melakukan sesuatu sikap atau prilaku adalah atas dasar alasan yang kuat menurut kita “benar” dan sekalipun dianggap salah oleh orang lain.

Sangat penting tujuan mengetahui kepribadian diri, yaitu bersifat terbuka, menyelidiki kekuatan dan kelemahan serta belajar untuk menonjolkan sisi positif dari dalam diri kita yang mungkin belum disdari sebelumnya serta belajar memahami orang lain yang memiliki pemikiran kepribadian berbeda.

Menurut Florence Littauer kepribadiaan manusia dibagi 4 (empat) bagian, 1.Sanguinis (yang popular). 2. Melankolis (yang sempurna), 3. Koleris (yang kuat), 4. Plegmatis (yang cinta damai).

Dan berikut ini akan diuraikan macam-macam kepribadian tersebut untuk lebih memudahkan pembaca memahaminya.

Sanguinis adalah kepribadian yang menarik, menghidupkan suasana pesta, rasa humor tinggi, ingatan kuat untuk warna, secara fisik memukau pendengar, emosional dan demonstrative, antusias dan ekspresif, periang dan penuh semangat serta selalu ingin menjadi pusat perhatian.

Sanguinis juga mudah berteman, mencintai orang, suka dipuji, tampak menyenangkan, bukan pendendam, mencegah saat membosankan.

Kelemahan Sanguinis adalah suara dan tertawa yang keras, membesar-besarkan suatu hal, susah diam, mudah dikendalikan, sering minta persetujuan, banyak bicara saat bekerja, lupa kewajiban, mudah berubah-ubah, dan susah tepat waktu.

Selain itu prioritas kerja kacau, mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengaarkan orang lain/egoistis, sering berdalih cerita-cerita yang sama serta konsentrasi pada “how to spend money” daripada “how to earn/save money”.

Melankolis adalah keperibadian mendalam penuh pikiran, analitis, serius, tekun, berbakat dan kreatif, perfeksionis, teliti, rapi dan teratur, artistik ataupun musikal, puitis, menghargai keindahaan, suka berkorban, idealis dan biasanya lebih suka sebagai penonton.

Sebagai teman, hati-hati dalam berteman, menghindari perhatian, setia dan berbakti, mau mendengarkan keluhan, sangat memperhatiakan orang lain, mencari teman hidup ideal,

Kelemahan melankolis, cenderung melihat masalah dari sisi negative, murung dan tertekan mengingat yang negative, pendendam, mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah, lebih menekankan pada cara dari pada tercapainya tujuan, tertekan pada situasi yang tidak sempurna dan berubah-ubah.

Disamping itu, terlalu menganalisis dan merencanakan standar tinggi, sulit bersosialisasi, sensitive terhadap kritik yang menentang dirinya, sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang) dan skiptis terhadap pujian.

Koleris adalah kepribadian yang berbakat pemimpin, aktif memerlukan perubahan, harus perbaiki kesalahan, berkemauan kuat, bebas dan mandiri, berkeyakinan besar, bossy dan ingin menjadi pusat perhatian.

Sebagai teman, koleris tidak perlu terlalu teman, mau bekerja untuk kegiatan dam memimpin dalam organisasi, serta unggul dalam keadaan darurat,

Kelemahan koleris, kadang tidak sabar, senang memerintah, biasanya menyukai kontraversi, terlalu kaku dan keras keapala, emosi tidak simpati, keputusan sering tergesa-gesa dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan workalholik.

Plegmatis adalah keperibadian rendah diri/pesimis, lebih suka sebagai penonton, mudah bergaul dan santai, tenang , simpatik dan baik hati, menyembunyikan emosi dan serba guna, tidak tergesa-gesa dan tidak mudah marah.

Plegmatis sebagai teman cakap dan mantap, menghindari konflik, sebagai penengah maasalah, sebagai pendengar yang baik memiliki rasa humor yang tinggi dan peduli sesama.

Kelemahan plegmatis, takut dan khawatir, menghindari konflik dan tanggung jawab kemudian terlalu pendiam. Humor bersifat mengejek /sarkatis, kurang memotivasi diri sendiri dan menunda-nunda masalah.

Setelah membaca empat kepribadian di atas, apakah anda dapat menentukkan kepribadian anda dan orang-orang di sekitar anda, belum pasti. Karena anda pasti kembali berfikir bahwa sifat anda tidak hanya pada satu golongan.

Dalam penelitian Florence Littauer bahwa ternyata ke-empat watak itu pada dasarnya dimiliki tiap orang. Dan watak mana yang cenderung menonjol, bisa saja seseorang itu memiliki kombinasi dari watak kepribadian di atas. (Monang Sitohang)

ONLINE TV NUSANTARA
Klik Play Untuk Menyaksikan Online TV Nusantara

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments