BerandaEkonomiKocu: Konsumsilah Air Kelapa Muda, Terlebih Selepas Puasa 

Kocu: Konsumsilah Air Kelapa Muda, Terlebih Selepas Puasa 

MEDAN, PILAR MERDEKA – Kocu sapaan akrab Rustam Effendi (50), seorang penjual air kelapa muda di Jalan Letda Sujono sebelum Titi Sewa perbatasan Medan Tembung-Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Hampir 24 tahun atau sejak tahun 2000, Kocu sudah berjualan kelapa muda. Berdasarkan pengalaman dan cerita para pelanggan atau bukan melalui penelitian, air kelapa muda punya khasiat tersendiri yang bermanfaat bagi tubuh.

Manfaat air kelapa muda diantaranya bisa menambah ion tubuh, saat tubuh kekurangan cairan bisa balik pulih setelah menkonsumsi air kelapa muda. “Kepastian secara medis saya tidak tahu,” cetus Kocu.

Yang sebenarnya Kocu bisa rasakan, fisik agak lumayan enak setelah ia minum air kelapa, dan itu sudah bertahun-tahun terbukti dirasakan. Selain itu, juga bisa pelepas dahaga atau haus terasa hilang baik dicampur es maupun tanpa es.

Menurut Kocu, minum air kelapa muda lebih baik malam hari saat hendak istirahat. Efeknya langsung, air seni menjadi lancar dan bening meskipun kurang minum air putih (bening).

Kelapa Muda
Dagangan Kelapa Muda Kocu di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung. (Foto. Monang Sitohang)

Monce (48) seorang pelanggan mengakui dan merasakan manfaat air kelapa muda, apalagi kalau diminum malam menjelang tidur. Pertama, buang air seni lancar, bening dan BAB juga lancar. Ia minum air kelapa bisa lima sampai delapan kali dalam sebulan.

Kata Monce, ia tidak tahu efek negatif dan larangan bagi orang tertentu untuk tidak menkonsumsi air kelapa. “Mungkin jika minum air kelapa berlebihan ada efek kurang baiknya,” pendapatnya.

Lelaki yang tinggal di sekitar Medan Tembung itu menambahkan, ia sependapat dengan Kocu yang mengatakan, “minumlah air kelapa muda terlebih selepas puasa”. Sebab orang berpuasa cenderung kurang minum air putih. Sementara, minum satu buah air kelapa muda, khasiatnya bisa menambah ion dan air seni lancar.

Kelapa muda, kata Kocu, hampir tidak ada bedanya dengan kelapa hijau. Dari sisi fisik baik warna, bentuk, isi hampir sama, dan juga sama-muda. Kemungkinan manfaat dan khasiatnya yang berbeda, termasuk harga juga berbeda, harga kelapa hijau di atas harga kelapa muda.

Air kelapa hijau biasanya dicari orang tertentu dan digunakan untuk pengobatan. Utamanya, kebanyakan untuk bersihkan ginjal. Caranya antara lain, diminum murni, dibakar dan direbus kemudian airnya diminum.

Lanjut Kocu, ada juga yang mengatakan manfaat kelapa hijau melancarkan peredaran darah, obat pinggang, cacar (kerumutan), panas dalam dan menurunkan demam. Agar lebih berkhasiat, biasanya air kelapa hijau diramu menggunakan bahan lain. Contohnya, jika panas dalam, demam dan cacar/kerumutan, air kelapa hijau ditambahkan telur ayam kampung, madu secukupnya.

Sekedar info, untuk membuktikan yang tak terbantahkan, ketika kelapa hijau dibelah/dipotong, tampuk, serat berwarna kemerahan agak muda, dan tempurungnya ada bintik-bintik kemerahan. Sedangkan kelapa biasa berwarna putih.

Kocu
Kocu bersama istri sedang melayani para pembeli. (Foto. Monang Sitohang)

Sekolahkan Anak

Kocu berjualan kelapa muda terbilang hoki, lokasi berjualan strategis, di jalan lintas utama antara Medan Tembung menuju Desa Tembung. Lokasinya mudah terlihat dan terjangkau para pelintas jalan yang hilir mudik. Di bulan puasa ini, minggu pertama dan memasuki minggu kedua puasa, penjualan kelapa muda meningkat dibandingkan dengan selain bulan puasa.

Hari biasa di luar puasa Ramadhan, penjualan kelapa muda sekitar 100-an buah per hari sudah hebat. Di bulan puasa, 700 buah bisa terjual habis 4-5 hari saja. Apalagi kalau kelapanya “cantik”, bisa terjual rata-rata 150-200 buah per hari atau dua kali dari hari-hari biasa.

Harga pada hari biasa di bulan lainnya, Rp.12.000 per buah kelapa muda, dan Rp.13.000 per buah pada bulan puasa. Kalau beli perbuah berarti air kelapa murni tanpa campuran. Dan air kelapa murni ini terbanyak diminati pelanggan dibandingkan air kelapa dicampur bahan lain seperti gula merah, gula putih, syrup kurnia, syrup markisa dan jeruk. Selain itu, Kocu juga menjual es kelapa per gelas seharga Rp.5000,-.

Berdasarkan pengalaman dan kebiasan, bapak 5 putra-putri ini, bisa tahu sedikit atau banyak isi air kelapa. Dan tipis atau tebal daging kelapa.

Sedangkan rasa air kelapa muda, biasanya tergantung unsur tanah daerah setempat. Contoh, daerah Tanjung Pura, Serdang Bedagai, air kelapa manis. Tapi kalau daerah Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang sebagian air kelapa tidak manis atau sedikit asam. Selama ini, air kelapa paling manis dari daerah Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Kesulitan bila pembeli minta air kelapa yang manis. Kecuali tahu dari mana asal kelapa, kalau satu sudah manis maka lainnya manis karena satu asal dengan unsur tanah sama, dan sebaliknya satu tidak manis maka lainnya pun begitu rasanya.

Kelapa muda dari daerah pantai, cenderung tidak manis, apalagi daerah payau rasa air kelapanya agak asam, dan semakin tua malah tidak enak airnya. Tapi kelapa tua justru banyak santannya.

Selama ini banyak mendapat pasokan kelapa dari luar propinsi, seperti Aceh dan Tapanuli Selatan. Kelapa Aceh sebagian manis, kalau kelapa daerah pegunungan pasti manis tapi airnya tidak banyak dan buahnya besar.

Kocu
Kocu saat melayani pembeli kelapa muda walaupun jam sudah Pukul 22.00 WIB. (Foto. Monang Sitohang)

Waktu yang ideal berjualan es kelapa dan kelapa muda di bulan puasa, mulai buka sampai tutup sekitar Jam 14.00-22.00 WIB kalau kelapa masih tersedia. “Bila dituruti, jualan bisa sampai Jam 00.00 WIB, pembeli masih antri, terkadang sebagian pembeli memang untuk sahur. Kapan isirahatnya,” keluh Kocu yang sebelumnya ia juga berjualan buah-buahan di lokasi serupa.

Para pembeli biasanya ramai dan antri mulai Jam 17.00-18.30 WIB. Bila kondisi begitu ramai, anak dan istri dengan gesit turut membantu untuk melayani pembeli.

Sedikit atau banyaknya keuntungan tetap disyukuri. “Alhamdulillah bang, biaya anak-anak bersekolah selama ini lancar dari hasil berjualan kelapa,” tutur suami Yanti Zahra Siregar, Kamis (21/3).

Ia menambahkan, 5 anaknya, empat putri dan satu putra. Sulung, Sufi Zahra sedang berkuliah di UISU dan sambil mengajar. Berikut dan seterusnya, Rabiatul Adawiyah kuliah di Al Azhar, Ayu Nabila Zahra di SMA Negeri 11 Medan, Muhammad Rizki Pati di SMP Nur Insan, dan si bungsu Putri Zahra di SMP Negeri 29 Medan. Harapannya, anak-anak berhasil dan sukses. (Monang Sitohang)

ONLINE TV NUSANTARA
Klik Play Untuk Menyaksikan Online TV Nusantara

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments