MEDAN, PILAR MERDEKA – Harga ayam kampung melonjak tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang tinggal tiga hari lagi. Kenaikan harga ini terjadi di Jalan Gambir Pasar VIII, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Harga ayam kampung melonjak signifikan dari harga normal Rp60.000–Rp65.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi secara bertahap dalam tiga hari terakhir dan membuat pembeli harus merogoh kocek lebih dalam.
Pagi itu, suasana Pajak (pasar) Gambir di Desa Tembung terlihat ramai dan padat. Warga dari berbagai daerah sekitar berdatangan sejak pagi untuk membeli kebutuhan Hari Raya. Pedagang sayur, bumbu dapur, ikan, hingga daging ayam diserbu pembeli.
Di pinggir Jalan Gambir Pasar VIII, tepatnya di Gang Pinang, Dusun X, lapak Ayam Potong Barokah menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi. Berbagai jenis unggas dijual di sana, mulai dari ayam kampung, ayam potong, ayam arab, bebek, hingga entok.

Kandang-kandang ayam, entok tersusun rapi dan terlihat jelas dari jalan. Pembeli dengan mudah memilih unggas yang diinginkan. Beberapa pekerja tampak sigap melayani pesanan, sementara seorang perempuan bernama Bu Tati duduk di meja kasir mengatur pembayaran.
“Cari ayam apa Bang, ayam kampung 1 kg Rp80.000 ya, atau mau cari basor dan bebek?” sapa salah seorang pekerja di Ayam Potong Barokah kepada seorang pembeli.
Seorang pria yang mengenakan celana pendek dan jaket langsung menjawab, “Ayam kampung saja, satu kilogram ya, dek.”
Di Ayam Potong Barokah, para pembeli tinggal terima bersih pesanannya, ayam, entok yang dibeli akan dipotong lalu dibersihkan dan dipotong-potong sesuai permintaan.
Setelah memilih ayam kampung, pria tersebut mendatangi meja pembayaran. Bu Tati menerima uang, memberikan kembalian, dan menyerahkan nomor antrean sebagai tanda pesanan sedang diproses.
Harga ayam kampung melonjak tajam menurut penjelasan Bu Tati sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. “Awalnya Rp75.000, lalu naik lagi jadi Rp80.000 hari ini,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan bahwa harga normal biasanya jauh lebih rendah. “Kalau hari biasa itu sekitar Rp60.000 sampai Rp65.000 per kilogram,” tambahnya.
Selain ayam kampung, harga unggas lain juga bervariasi. Entok dijual Rp90.000 per kilogram, entok betina Rp85.000, entok muda Rp70.000, bebek peking Rp70.000, dan ayam potong Rp60.000 per ekor.
Bu Tati, menjelaskan bahwa pasokan ayam kampung berasal dari peternak di Lubuk Pakam dan Tanjung Morawa. Sementara bebek dan entok didatangkan dari peternak di Jalan Sei Rotan.
Ia bersama suaminya, Anto, telah berjualan selama enam tahun di lokasi tersebut. Pagi itu, Bu Tati melayani pembeli bersama enam orang pekerjanya sedangkan suaminya sedang keluar.
Meski harga naik, warga tetap membeli demi kebutuhan Lebaran. Suasana pasar yang ramai, antrean pembeli, dan interaksi tawar-menawar menjadi gambaran nyata bagaimana tradisi menyambut Hari Raya tetap berjalan, meski di tengah kenaikan harga yang tak terhindarkan. (Monang Sitohang)

