BerandaTransportasiArus Balik Nataru Meningkat, ASDP Siaga Penuh Jaga Kelancaran Penyeberangan

Arus Balik Nataru Meningkat, ASDP Siaga Penuh Jaga Kelancaran Penyeberangan

PILAR MERDEKA – Arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai terasa meningkat di jalur penyeberangan nasional. Di tengah berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru serta kebijakan Work From Anywhere (WFA), pergerakan masyarakat meningkat. PT. ASDP Indonesia Ferry memastikan layanan tetap aman dan terkendali, khususnya di lintasan Bakauheni–Merak dan Gilimanuk–Ketapang.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa penguatan arus balik sudah diantisipasi. Seluruh sistem layanan berjalan baik berkat kesiapan operasional dan sinergi lintas pemangku kepentingan. Kondisi ini menjaga kelancaran mobilitas masyarakat meski volume penyeberangan bertambah.

Data Posko Bakauheni periode 31 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB mencatat 24.020 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa. Angka ini naik 7,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Total kendaraan mencapai 5.749 unit, tumbuh 3,7 persen.

Kenaikan paling terasa terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.317 unit atau melonjak 19,6 persen. Bus juga meningkat menjadi 277 unit atau naik 10,4 persen. Angka-angka ini mencerminkan denyut ekonomi dan kepulangan yang terus bergerak.

Di sisi lain, arus dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan dinamika berbeda. Pada H+6, jumlah penumpang tercatat 22.963 orang, turun tipis 1,5 persen dari tahun lalu. Namun, total kendaraan justru naik 8,4 persen menjadi 7.698 unit.

Lonjakan tertinggi datang dari kendaraan roda dua sebanyak 3.760 unit, naik 18,3 persen. Truk logistik juga bertambah menjadi 1.452 unit atau naik 7,2 persen. Arus barang tetap mengalir, menjaga kebutuhan tetap terpenuhi.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan langkah antisipatif terus diperkuat. ASDP menerapkan delaying system di buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas, serta koordinasi lintas instansi untuk menekan kepadatan.

BACA JUGA  Transformasi Pelabuhan Jadi Waterfront Tourism, ASDP Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Dari sisi armada, ASDP mengoperasikan 28 kapal pada kondisi normal. Saat padat, jumlah ditingkatkan menjadi 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di Ketapang–Gilimanuk. Langkah ini menjaga ritme layanan tetap stabil.

Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh skema siaga telah disiapkan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jasa selama periode krusial tersebut.

ASDP mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan matang. Pemesanan tiket melalui aplikasi Ferizy sejak jauh hari dan pengisian data diri yang akurat sangat penting untuk mempercepat layanan dan menjamin hak pengguna jasa jika terjadi kondisi tak terduga.

Terkait cuaca, ASDP berkoordinasi intensif dengan BMKG. Pengguna jasa diminta mengutamakan keselamatan, terutama di lintasan Jawa–Bali, karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga awal Maret 2026.

Secara kumulatif H hingga H+6, penyeberangan Sumatera–Jawa melalui Bakauheni mencapai 230.350 penumpang, naik 4,6 persen dari 220.184 orang tahun lalu. Total kendaraan mencapai 57.177 unit, naik 7,3 persen dari realisasi sebelumnya 53.292 unit.

Sementara itu, penyeberangan Bali–Jawa melalui Gilimanuk mencatat 190.283 penumpang, turun 2,9 persen dari 196.044 orang tahun lalu. Meski demikian, total kendaraan meningkat menjadi 54.651 unit, naik 2,3 persen. Arus balik terus bergerak, membawa harapan agar setiap perjalanan berakhir dengan selamat. (Mons)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH