BerandaEkonomiBerawal dari Pameran Dagang di Monas 1968, PRJ Kini Jadi Ikon Ekonomi...

Berawal dari Pameran Dagang di Monas 1968, PRJ Kini Jadi Ikon Ekonomi Jakarta

PILAR MERDEKA – Pekan Raya Jakarta (PRJ) setiap tahun selalu dipadati jutaan pengunjung. Mereka datang untuk berburu diskon, mencicipi aneka kuliner, menikmati konser musik, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

Di balik kemeriahan itu, ternyata tersimpan sebuah sejarah panjang yang berawal dari tekad membangkitkan perekonomian Indonesia.

Pekan Raya Jakarta bukan sekadar pesta rakyat. Sejak pertama kali digelar, acara ini memiliki tujuan besar sebagai wadah promosi produk dalam negeri sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat agar roda perekonomian terus bergerak.

Berawal dari Gagasan Sederhana untuk Membangkitkan Ekonomi

Pekan Raya Jakarta lahir dari gagasan Syamsuddin Mangan atau Haji Mangan yang saat itu menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta. Ia mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin agar ibu kota memiliki sebuah pameran dagang berskala besar.

Tujuan utama usulan tersebut bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan menjadi sarana mempromosikan produk-produk Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Gagasan itu mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pameran tersebut kemudian diwujudkan dengan nama Djakarta Fair, yang saat itu masih menggunakan ejaan lama bahasa Indonesia.

PRJ Pertama Digelar di Kawasan Monas

Pekan Raya Jakarta pertama kali diselenggarakan pada 5 Juni hingga 20 Juli 1968 di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Peresmian acara dilakukan langsung oleh Presiden Soeharto melalui seremoni pelepasan burung merpati sebagai simbol dimulainya pameran.

Sejak penyelenggaraan perdana, Djakarta Fair tidak hanya menghadirkan pameran perdagangan dan industri. Berbagai hiburan rakyat juga ikut memeriahkan acara sehingga mampu menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar.

Konsep tersebut membuat Pekan Raya Jakarta berkembang menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Jakarta.

BACA JUGA  8 Peluang Bisnis Menguntungkan di Bulan Ramadan

Mengapa Dinamakan Pekan Raya Jakarta?

Banyak orang mengira kata “pekan” berarti satu minggu. Padahal, dalam bahasa Melayu, kata pekan memiliki arti pasar atau tempat berlangsungnya aktivitas perdagangan.

Karena itu, Pekan Raya Jakarta secara harfiah berarti pasar raya atau pameran dagang berskala besar, bukan acara yang hanya berlangsung selama tujuh hari.

Makna tersebut juga menjelaskan mengapa PRJ selalu berlangsung selama kurang lebih satu bulan.

Monas Tak Lagi Mampu Menampung PRJ
Selama lebih dari dua dekade, Pekan Raya Jakarta diselenggarakan di kawasan Monas.

Namun, seiring meningkatnya jumlah peserta pameran dan membludaknya pengunjung setiap tahun, kawasan tersebut tidak lagi mampu menampung kebutuhan penyelenggaraan acara.

Pada tahun 1992, PRJ resmi dipindahkan ke Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran yang berdiri di kawasan bekas Bandara Kemayoran dan telah dikembangkan menjadi pusat pameran serta konvensi.

Hingga saat ini, lokasi tersebut masih menjadi tempat berlangsungnya Jakarta Fair setiap tahun.

Dari PRJ Menjadi Jakarta Fair

Meski masyarakat lebih akrab dengan sebutan Pekan Raya Jakarta atau PRJ, sejak sekitar tahun 2010 penyelenggara mulai lebih mengedepankan nama Jakarta Fair sebagai identitas resmi dalam berbagai materi promosi.

Perubahan tersebut dilakukan untuk memperkuat citra acara di tingkat internasional sekaligus memudahkan wisatawan mancanegara mengenali festival tahunan ini.

Meski demikian, kedua nama tersebut tetap digunakan secara berdampingan. Di tengah masyarakat, istilah PRJ masih menjadi sebutan yang paling populer, sedangkan Jakarta Fair lebih banyak digunakan sebagai nama merek penyelenggaraan.

Tetap Setia pada Misi Awal

Kini Pekan Raya Jakarta identik dengan diskon besar, wisata kuliner, wahana permainan, dan konser musik.

Namun, di balik seluruh kemeriahan tersebut, misi utamanya tidak pernah berubah.

BACA JUGA  Pegiat Seni Bogor Raya Halal Bihalal, Kreasi di Imah Hejo

PRJ tetap menjadi tempat promosi produk nasional, mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, sekaligus menjadi penggerak roda perekonomian Indonesia.

Setiap penyelenggaraan diikuti ribuan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari otomotif, elektronik, fesyen, makanan dan minuman hingga pelaku UMKM. Jutaan pengunjung pun datang setiap tahun sehingga menjadikan PRJ sebagai salah satu pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara.

Lebih dari lima dekade sejak pertama kali digelar pada tahun 1968, Pekan Raya Jakarta telah menjelma menjadi lebih dari sekadar pameran dagang.

PRJ tumbuh menjadi ikon ekonomi, budaya, dan hiburan ibu kota. Meski terus berkembang mengikuti perubahan zaman, semangat yang melahirkannya tetap sama, yakni menjadi etalase produk Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (Mons – Sumber kemenpar.go.id) 

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH