MEDAN, PILAR MERDEKA – Temu kangen eks warga perumahan komplek PAM atau PDAM Tirtanadi bernuansa kekeluargaan. Temu kangen berlangsung di Cafe Roemah Kayu, di Jalan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (9/5)
Temu kangen itu bukan sekadar pertemuan biasa. Malam itu menjadi ruang pelepas rindu bagi sahabat masa kecil yang telah puluhan tahun terpisah oleh jarak dan waktu, sejak era 1970-an hingga 1988-an.
Acara yang diprakarsai Azril serta didukung Rika Syafitri dan Corney Panjaitan itu dihadiri banyak warga lama yang dahulu pernah tinggal di komplek PAM Tirtanadi. Mereka datang dengan wajah penuh semangat, membawa kenangan masa kecil yang selama ini hanya tersimpan dalam ingatan.
Temu kangen berlangsung akrab sejak awal acara. Tawa pecah di berbagai sudut ruangan saat satu per satu wajah lama kembali bertemu.
Bang Idar, sapaan akrab Darwis, tampak hadir dengan kondisi sehat di usia 65 tahun. Yuswar Fahri Harahap yang kini berusia 61 tahun juga terlihat segar dan penuh semangat mengikuti jalannya acara.
Rika Syafitri, Endang, Dian Rifani, Ana, Edy Kalek, Lilik Suryadi, Ayun, Oon, Eef hingga Uden turut hadir memeriahkan suasana malam penuh nostalgia tersebut.
Momen paling menyentuh terjadi ketika Uden akhirnya kembali bertemu dengan Eef dan Ayun setelah lebih dari empat dekade berpisah.
“Aku sudah lebih 41 tahun tak ketemu sama Eef dan Ayun,” ujar Uden dengan wajah penuh haru.
Ucapan itu langsung disambut obrolan hangat dan canda kecil di antara mereka. Kerinduan yang tersimpan puluhan tahun seakan lunas hanya dalam satu malam.
Temu kangen semakin hidup berkat keramahan Azril yang terus menyambut teman-teman lamanya dengan penuh kehangatan. Candaan demi candaan membuat suasana menjadi cair dan ceria.
Di sela acara, berbagai minuman, makanan ringan hingga menu spesial dipesan untuk disantap bersama. Kebersamaan terasa begitu kuat saat seluruh peserta menikmati makan malam sambil mengenang masa kecil mereka di komplek PAM Tirtanadi.
Cerita nostalgia terus bermunculan.
Corney Panjaitan misalnya, sempat mengenang kebiasaan Bang Idar saat masih tinggal di komplek perumahan PAM atau PDAM Tirtanadi.
“Bang Idar dulu pernah membunyikan meriam karbet. Terkejut kita mendengar suaranya. Bang Idar juga pandai membuat sangkar burung,” kenang Corney Panjaitan.
Kenangan sederhana itu langsung memancing tawa para peserta yang hadir.
Malam nostalgia semakin meriah ketika sesi hiburan dimulai.
Uden tampil menyanyikan lagu lawas era 1975 dan 1976 dari album The Rollies berjudul “Hari-Hari”. Lagu itu dibawakan dengan penuh penghayatan dan langsung menghidupkan suasana.
Rika Syafitri kemudian naik ke atas pentas. Dengan penuh energi, ia membawakan lagu “Rock N’Roll”. Penampilannya penuh improvisasi dan kekuatan vokal yang membuat suasana semakin semarak.
Tak berhenti di situ, Rika Syafitri dan Uden juga tampil duet membawakan lagu “Tragedi Buah Apel” yang dahulu dipopulerkan Anita Serawak.
Suasana semakin riuh ketika Corney Panjaitan bersama istrinya tampil bernyanyi bersama Dian Rifani membawakan lagu “Afifah”. Bang Idar pun ikut berjoget ria mengikuti irama musik hingga lagu berakhir.
Ayun juga tak ingin ketinggalan memeriahkan malam itu. Ia tampil membawakan lagu lama yang pernah dipopulerkan Bing Slamet dan Benyamin Sueb.
Dengan suara lembut dan tenang, Ayun menyanyikan lirik:
“Malam minggu aye pergi ke bioskop. Ame pacar, bergandengan, nonton koboi.”
Suasana spontan dipenuhi gelak tawa dan tepuk tangan para peserta yang larut dalam nostalgia lagu-lagu lama.
Menjelang akhir acara, tepat Jam 20.16 WIB, Azril terlebih dahulu pamit karena harus kembali menjalankan tugas di Banda Aceh. Sebelum meninggalkan lokasi, Azril sempat berbincang singkat dengan Corney Panjaitan mengenai rencana perjalanan ke Banda Aceh.
“Jika ingin ke Banda Aceh ramai-ramailah kalian. Enaknya pergi ke Banda Aceh, ke tempatku, ramai-ramai,” ujar Azril kepada sahabat-sahabat lamanya.
Acara temu kangen akhirnya berakhir Jam 21.16 WIB dan ditutup dengan foto bersama serta saling bersalaman sebelum pulang ke rumah masing-masing.
Namun satu momen yang paling membekas malam itu adalah ketika Uden dan Eef saling berpelukan.
Dua sahabat masa kecil yang pernah bersekolah bersama di taman kanak-kanak (TK) itu akhirnya kembali dipertemukan setelah lebih dari 41 tahun berpisah.
Pelukan itu menjadi simbol bahwa waktu boleh berjalan puluhan tahun, tetapi persahabatan dan kenangan masa kecil tetap hidup di hati mereka. (Fajaruddin Adam Batubara)

