BerandaEkonomiRamadan Tiba, Harga Daging Sapi Merangkak Naik

Ramadan Tiba, Harga Daging Sapi Merangkak Naik

MEDAN, PILAR MERDEKA – Jelang Ramadan 2026, suasana pasar tradisional di Kabupaten Deli Serdang mendadak ramai. Setelah pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah atau awal Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, masyarakat langsung memadati pasar/pajak untuk membeli kebutuhan sahur.

Jelang H-1 Ramadan, pantauan Pilar Merdeka.Com keramaian terlihat sejak pagi hari. Sekitar pukul 08.30 WIB, warga sudah memenuhi Pajak Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Pasar VIII, hingga Pajak Gambir. Warga Desa Tembung dan sekitarnya tampak antri memilih bahan makanan.

Di antara lapak yang paling ramai, penjual daging sapi menjadi pusat perhatian. Salah satu yang dikerumuni pembeli adalah lapak milik Taing, pedagang daging sapi yang berjualan di depan Pajak Gambir, tidak jauh dari Rumah Sakit Mitra Medika Tembung, tepat di pinggir jalan sebelah kanan.

Lapak sederhana milik Kak Taing hanya menggunakan meja dengan penyanggah besi dan atap seng. Beberapa potongan daging digantung di atasnya. Suara pembeli terdengar bersahutan.

“Kak, dagingnya berapa sekilo?” Kak lidah sapinya berapa sekilo?” tanya para pembeli, Rabu (18/2).

Kak Taing menjawab tegas, “Daging sapinya yang has per kilogram Rp160.000, Bu.”

Harga daging sapi naik jelang Ramadan 2026. Kak Taing menjelaskan, sebelumnya harga daging per kilogram Rp140.000. Lalu naik menjadi Rp145.000, kemudian Rp150.000, dan kini mencapai Rp160.000 per kilogram. Kenaikan terjadi secara bertahap hingga menjelang Ramadan.

Selain daging has, ia juga menjual bagian lain dengan harga berbeda. Lidah sapi dijual Rp110.000 per kilogram. Cincang lemak Rp50.000 per kilogram. Kikil kulit Rp35.000 per kilogram. Paru Rp80.000 per kilogram. Tulang cincang Rp90.000 per kilogram.

Antrean pembeli daging terus bertambah. Satu per satu warga Desa Tembung dan sekitarnya dilayani dengan tertib. Ada yang membeli daging has, ada yang memilih tulang, ada pula yang membeli lidah dan bagian lainnya.

BACA JUGA  Tanaman Padi yang Dimakan Burung Enggan Diarit Petani

Kak Taing, yang sudah 12 tahun berjualan daging sapi, mengatakan lonjakan pembeli mulai terasa sejak tiga hari terakhir. “Pergerakan masyarakat Desa Tembung dan sekitarnya belanja daging mulai ramai sekitar tiga hari yang lalu,” jelasnya.

Wajah-wajah pembeli terlihat serius menghitung kebutuhan keluarga untuk sahur pertama. Ramadan tinggal sehari lagi. Tradisi memasak hidangan terbaik untuk keluarga membuat warga rela antre sejak pagi.

Keramaian di Pajak Gambir dan pasar lainnya menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat menyambut bulan suci. Di tengah kenaikan harga, semangat menyambut Ramadan tetap terasa kuat. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH