BerandaKesehatanRelawan TCK Kemenkes Pulihkan Luka Batin Anak Korban Bencana Aceh Tamiang

Relawan TCK Kemenkes Pulihkan Luka Batin Anak Korban Bencana Aceh Tamiang

PILAR MERDEKA – Relawan TCK Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali hadir di tengah duka warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Tidak hanya membawa layanan medis, mereka juga membawa harapan dan ketenangan bagi anak-anak yang terluka secara batin akibat bencana.

Kegiatan dilakukan di Masjid Mushola Al-Falah, Dusun Malang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau. Tempat ibadah itu berubah menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk kembali tersenyum dan merasa diperhatikan.

Trauma healing anak korban bencana menjadi fokus utama kegiatan Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI. Anak-anak diajak bermain sambil belajar untuk mengurangi rasa takut dan tekanan psikologis yang mereka alami.

Wandi, Relawan TCK Kemenkes, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dengan edukasi enam langkah cuci tangan. Setelah itu, anak-anak diberi kesempatan menggambar bebas sesuai imajinasi mereka.

“Anak-anak menggambar sesuai kreativitasnya lalu mempresentasikan hasil gambar mereka. Ini melatih keberanian dan kepercayaan diri mereka,” ujar Wandi, yang dikutip Pilar Merdeka dari kemkes.go.id (14/1).

Setiap gambar mendapat apresiasi yang sama. Tidak ada yang dibedakan. Semua anak menerima hadiah sebagai bentuk dukungan psikososial agar mereka merasa dihargai dan dicintai.

“Semua gambar bagus. Semua anak kami beri hadiah. Kami ingin mereka merasa senang dan perlahan pulih dari trauma,” tambahnya.

Kegiatan ini melibatkan tim lintas profesi, terdiri dari dokter, perawat, apoteker, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga promosi dan edukasi kesehatan, serta organisasi profesi kesehatan.

Selain trauma healing anak, Relawan TCK Kemenkes juga memberikan penyuluhan kesehatan bagi ibu dan keluarga. Materi meliputi kesehatan ibu hamil, persalinan, pola asuh anak, hingga pengobatan gratis bagi warga yang sakit.

Nuria, warga Desa Mekar Jaya, mengaku terharu dengan kehadiran para relawan. Menurutnya, kegiatan ini sangat berarti bagi anak-anak yang lama terdampak bencana dan tidak bersekolah.

BACA JUGA  Kota Sehat, Diukur dari Panjangnya Usia dan Kesehatan Warga

“Anak-anak balita kami sangat senang. Sudah lama mereka tidak sekolah. Bisa menggambar dan mewarnai membuat mereka bahagia,” tuturnya.

Ia juga bersyukur karena warga yang sakit mendapatkan pengobatan tanpa biaya. Perhatian dari relawan membuat warga merasa tidak sendirian menghadapi masa sulit.

“Alhamdulillah, kami merasa diperhatikan. Ini membuat kami lebih kuat menjalani hidup pascabencana,” ucap Nuria dengan haru.

Melalui layanan kesehatan terpadu dan trauma healing, Relawan TCK Kemenkes berharap dapat memulihkan kondisi psikologis anak-anak dan keluarga. Kegiatan ini juga menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.

Di tengah keterbatasan dan kesedihan, kehadiran relawan menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kemanusiaan masih hidup dan nyata. (Mons)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH