BATU BARA, PILAR MERDEKA – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Batu Bara masih belum sempurna meski telah mencapai Universal Health Coverage (UHC). Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap, dalam sebuah acara penuh kehangatan dan rasa syukur.
Pelayanan kesehatan menjadi sorotan utama Yahdi saat memberikan sambutan dalam acara halal bihalal dan tasyakuran kelulusan putrinya, Raudhatul Kamilah Harahap. Acara tersebut digelar di kediamannya di Dusun I, Desa Titi Payung, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Minggu (12/4).
UHC di Batu Bara sudah tinggi, tetapi belum sempurna. Yahdi menegaskan bahwa cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Batu Bara telah mencapai 98,6 persen. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat telah terdaftar dalam sistem jaminan kesehatan nasional.
“Tingkat keaktifannya sudah di atas 80 persen. Artinya Sumut sudah UHC prioritas. Kalau UHC prioritas berarti bisa berobat menggunakan KTP saja, tidak perlu pakai kartu,” ujar Yahdi dengan tegas.
Namun, Yahdi mengingatkan bahwa capaian ini harus dijaga dengan serius. Ia menekankan bahwa tingkat keaktifan peserta BPJS tidak boleh turun di bawah 80 persen. Jika hal itu terjadi, maka sistem UHC bisa terganggu dan masyarakat akan merasakan dampaknya secara langsung.
“Tidak boleh di bawah 80 persen. Kalau banyak yang menunggak dan turun di bawah angka itu, bisa mengganggu pelaksanaan UHC,” ungkapnya.
Pernyataan Yahdi menjadi pengingat penting bahwa angka tinggi belum tentu menjamin kualitas layanan. Masyarakat memang sudah lebih mudah mengakses layanan kesehatan, tetapi kesempurnaan pelayanan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. (Fajaruddin Adam Batubara)

