BerandaDaerahWabup Samosir Perkuat Komitmen Lestarikan Alam

Wabup Samosir Perkuat Komitmen Lestarikan Alam

PILAR MERDEKA – Penanaman pohon di Gunung Pusuk Buhit menjadi momen penuh makna di lahan rehabilitasi hutan Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, Kabupaten Samosir, Senin, (16/2). Di lereng gunung yang menjadi bagian penting bentang alam Danau Toba itu, ratusan pihak berkumpul membawa harapan baru bagi kelestarian hutan.

Penanaman pohon di Gunung Pusuk Buhit dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Samosir, Ariston Tua Sidauruk. Turut mendampingi Asisten II Hotraja Sitanggang, Asisten III Arnod Sitorus, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan OPD, serta Ketua dan anggota PKK Kabupaten Samosir.

Kegiatan ini menjadi upaya konkret konservasi kawasan Gunung Pusuk Buhit sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba. Lahan yang sebelumnya membutuhkan rehabilitasi kini mulai ditanami ribuan bibit pohon sebagai langkah pemulihan ekosistem.

Penanaman pohon ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark dengan Komite II DPD RI. Kegiatan tersebut juga melibatkan PT Inalum melalui Divisi CSR, Perum Jasa Tirta, PPTSB, Pusat Studi Geopark Danau Toba, serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Samosir.

Dalam sambutannya, Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kecintaan terhadap Samosir dan komitmen bersama menjaga status Geopark Kaldera Toba (GKT).

“Dengan semangat gotong royong, saya yakin pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan berkembang demi kelestarian alam,” ujar Ariston.yang dikutip Pilar Merdeka.Com dari samosirkab.go.id, Selasa (17/2).

Ia menambahkan, pelestarian lingkungan menjadi prioritas pemerintah daerah selain pembangunan sektor sosial. Menurutnya, hutan yang lestari akan menghadirkan kesejukan, menjaga keindahan lanskap, serta meningkatkan daya tarik pariwisata.

“Jika pariwisata tumbuh, maka pendapatan asli daerah meningkat dan pembangunan Samosir dapat dilakukan lebih maksimal,” katanya.

BACA JUGA  Green Card Kaldera Toba, Simbol Pengakuan dan Tanggung Jawab Bersama

Anggota Komite II DPD RI, Badikenita Br. Sitepu, menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan bagian dari pemahaman ekoteologi yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab moral. Ia menyebut pihaknya tengah mendorong program green village atau desa hijau menjadi agenda nasional.

“Samosir ini surga dunia yang harus dijaga. Tidak perlu sawit atau tambang, pariwisata yang lestari sudah cukup memberi manfaat,” ujarnya.

Badikenita juga mengajak generasi muda terlibat dalam pelestarian lingkungan. Bahkan, ia menyatakan kesiapan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang geologi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perdamaian dan Keadilan Ciptaan Ordo Kapusin Medan, Pastor Walden Sitanggang, menegaskan komitmen gereja dalam pemulihan alam. Ia mengingatkan bahwa pohon bukan sekadar bernilai ekonomi, melainkan sumber kehidupan.

“Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” katanya.

General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp), Azizul Kholis, mengakui Samosir menjadi salah satu daerah terdepan dalam pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba. Ia menegaskan, status Geopark bukan sekadar dokumen administratif, tetapi komitmen nyata melindungi kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya empat suku utama di kawasan Danau Toba.

Azizul menyampaikan bahwa TCUGGp saat ini melindungi 16 geosite. Selain itu, akan direkomendasikan pengusulan geosite Bonan Dolok serta pengembangan geosite Onan Runggu untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba, Wilmar Simanjorang, yang menjadi pelopor kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga daerah tangkapan air Danau Toba. Ia meminta agar penanaman pohon tidak berhenti pada seremoni, tetapi disertai perawatan berkelanjutan.

Wilmar menjelaskan bahwa bantuan bibit pohon berasal dari berbagai pihak dengan total 3.450 batang dari berbagai jenis. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir yang mendukung kegiatan melalui penyediaan alat berat untuk rehabilitasi jalan dan lahan.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Pondok Pesantren Klarifikasi dan Luruskan Informasi

Di lereng Gunung Pusuk Buhit, bibit-bibit itu kini tertanam. Harapannya sederhana namun kuat, hutan kembali hijau, Danau Toba tetap lestari, dan Samosir terus hidup dari alam yang dijaga bersama. (Mons)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH