BerandaFeatureRamadan di SMK Taruma: Bukber, Doa Bersama dan THR untuk Guru

Ramadan di SMK Taruma: Bukber, Doa Bersama dan THR untuk Guru

BOGOR, PILAR MERDEKA – Senja baru saja turun di Kampung Bantarkambing, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Senin sore (16/3/2026). Di halaman SMK Taruma Negara Bogor, suasana terasa berbeda. Tawa, obrolan ringan, dan sapaan akrab para guru serta staf sekolah mengisi udara menjelang waktu berbuka puasa.

Hari itu, keluarga besar sekolah SMK Taruma Negara berkumpul dalam sebuah tradisi yang selalu dinanti setiap Ramadan: buka puasa bersama (Bukber). Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar makan bersama setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momen mempererat silaturahmi di antara para tenaga pendidik dan staf.

Kepala sekolah Mohammad Sulaiman, yang akrab disapa Kang Sule, tampak menyapa para guru satu per satu. Baginya, kebersamaan seperti ini memiliki arti penting bagi perjalanan sekolah yang telah berdiri selama 12 tahun tersebut.

“Alhamdulillah, selama perjalanan itu kami sudah meluluskan delapan angkatan siswa,” ujarnya dengan penuh syukur.

Menurutnya, sebagian besar lulusan SMK Taruma Negara Bogor telah berhasil memasuki dunia kerja. Sekitar 85 persen alumni terserap di berbagai sektor, sementara sebagian lainnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Sejak awal berdiri, sekolah ini membuka dua jurusan utama, yakni Keperawatan dan Farmasi.

Namun seiring perkembangan zaman dan kebutuhan dunia industri, SMK Taruma Negara Bogor terus berbenah. Kini dua jurusan baru turut hadir, yaitu perhotelan dan tata boga, yang saat ini telah memasuki angkatan keempat.

Didukung tenaga pengajar yang kompeten serta fasilitas praktik yang memadai, sekolah ini berupaya membekali para siswa dengan keterampilan yang siap pakai di dunia kerja, sekaligus membentuk karakter yang kuat dan berintegritas.

BACA JUGA  Koordinator PPG, Halimatus Sakdiah: Peran Guru Membentuk Masa Depan Bangsa

Menjelang azan magrib, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian ibadah yang menenangkan hati. Para guru dan staf mengikuti salat berjamaah, tawasulan, serta doa bersama yang dipimpin oleh ustaz Fatah, guru agama di sekolah tersebut.

Suasana khidmat terasa ketika doa dipanjatkan. Harapan agar sekolah terus berkembang dan para siswa meraih masa depan yang lebih baik menjadi bagian dari doa bersama sore itu.
Tak hanya itu, momen kebersamaan tersebut juga diwarnai dengan pembagian tunjangan hari raya (THR) dan bingkisan Lebaran kepada para guru. Bagi pihak sekolah, hal ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik dan membimbing para siswa.

“Ini bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus menumbuhkan semangat bekerja dan berkarya setelah Ramadan,” kata Kang Sule.

Menjelang malam, kebersamaan itu terasa semakin hangat. Canda dan cerita mengalir di antara para guru yang sehari-harinya sibuk dengan aktivitas belajar mengajar.

Di tengah kesederhanaan, kegiatan tersebut menjadi penutup manis rangkaian aktivitas Ramadan di SMK Taruma Negara Bogor—sebuah momen yang menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga rumah bagi kebersamaan. (Agus Oyenk)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH