MEDAN, PILAR MERDEKA – Tidak semua tempat makan hanya menawarkan makanan untuk mengenyangkan perut. Ada pula kedai yang menghadirkan pengalaman berbeda, tempat pengunjung bisa menikmati hidangan sekaligus menyalurkan kegemaran terhadap dunia perkeretaapian.
Pengalaman itulah yang ditawarkan Kedai Lord Train. Berlokasi di Jalan Mangkara No. 47, Petisah Tengah, Kota Medan, kedai ini memadukan konsep kuliner dengan hobi miniatur kereta api.
Dari luar, kedai ini terlihat sederhana. Sebuah plang putih bertuliskan Kedai Lord Train menjadi penanda tempat tersebut. Dua set meja dan kursi tersedia di bagian depan sebelum pengunjung memasuki ruangan.
Nuansa ruangan terkesan sederhana, suasana terasa nyaman. Meja dan kursi tertata rapi menggambarkan tata ruang yang proporsional. Selain itu, tampak aneka ikan “bersukaria” di dalam sebuah aquarium yang terletak di bagian tengah ruangan.
Di tiang tengah bangunan terdapat rak kecil yang di tata rapi dilengkapi berbagai buku. Akan tetapi, perhatian pengunjung kemungkinan besar tertuju pada dua meja miniatur kereta api digital yang menjadi daya tarik utama kedai ini.
Konsepnya sederhana, tetapi menarik: makan, minum, dan bermain.
Soto Ayam Stasiun

Selasa siang (3/11/2026), untuk kedua kalinya awak Pilar Merdeka.Com berkesempatan mengunjungi Kedai Lord Train. Kedatangan tersebut disambut ramah oleh pemiliknya, Tupa Simanjuntak.
Setelah berbincang sejenak, menu kedai pun diberikan. Rasa penasaran muncul ketika ingin mengetahui hidangan yang paling banyak diminati pengunjung.
“Kak, menu yang best seller apa di Kedai Lord Train?” tanya awak media kepada Sabeth, istri pemilik kedai.
“Soto ayam stasiun dan rendang sapi masinis,” jawabnya.
Pilihan pun jatuh pada soto ayam stasiun lengkap dengan nasi putih dan teh manis panas. Sementara itu, teman yang datang bersama awak media ini memesan ayam geprek lokomotif bagian dada, nasi putih, serta lemon tea panas.
Tidak membutuhkan waktu lama, semangkuk soto ayam stasiun akhirnya tersaji di atas meja.
Penyajiannya cukup menarik. Mangkuk berwarna merah dan biru diletakkan di atas piring tatakan hijau. Perpaduan warna tersebut membuat hidangan terlihat semakin menggugah selera.
Saat diamati, kuah sotonya tampak bening. Di dalamnya terdapat suwiran ayam, potongan kol, bihun, irisan tomat, bawang prei, daun sop, serta sebutir telur rebus utuh.
Sepiring nasi putih hangat menjadi pendamping. Ada pula sambal cabai rawit dalam wadah kecil dan sepotong jeruk nipis yang bisa diperas sesuai selera.
Aroma kuah hangat terasa mengundang selera. Sendok pertama pun membawa pengalaman tersendiri.
Kuahnya terasa segar dengan cita rasa kaldu ayam. Tidak menggunakan santan, soto ini memiliki karakter kuah bening yang ringan. Suwiran ayamnya juga terasa lembut.
“Hmmm, kuah soto ayamnya bening. Terasa segar kaldunya. Saya suka karena tidak pakai santan. Suwiran ayamnya juga lembut,” ungkap penulis kepada Tupa.
Tupa kemudian menjelaskan rahasia kuah soto yang menjadi salah satu menu andalan tersebut.
“Iya, kalau soto ayam di Kedai Lord Train ini kuahnya bening. Jadi, kaldu ayamnya itu hasil dari ungkapan daging ayam. Misalnya, 50 kilogram daging ayam, sari daging ayam atau kaldu alaminya itulah yang dijadikan kuah soto ayam. Jadi, rasanya segar,” jelasnya.
Penjelasan itu membuat pengalaman menikmati soto semakin menarik. Kuah yang terlihat sederhana ternyata mengandalkan sari daging ayam sebagai bahan utamanya.
“Pantas kuahnya segar, ya. Apalagi disajikan hangat-hangat,” jawab penulis.
Tanpa terasa, semangkuk soto ayam stasiun habis disantap. Menu ayam geprek lokomotif pesanan teman pun tidak tersisa.
“Enak ayamnya. Rasa pedas sambalnya muncul pelan-pelan, baru kemudian terasa,” ujar Galung.
Rendang Sapi Masinis

Selain soto ayam stasiun, ada satu menu lain yang juga menjadi andalan Kedai Lord Train, yakni rendang sapi masinis.
Menu ini bukan pengalaman baru bagi penulis. Pada kunjungan pertama, penulis sudah berkesempatan mencicipi hidangan tersebut.
Penyajiannya memiliki daya tarik tersendiri. Seporsi nasi putih dibentuk bulat dan diletakkan di atas piring bermotif pelangi dengan lingkaran warna-warni yang mencolok.
Taburan bawang goreng renyah menghiasi bagian atas nasi. Di belakangnya terdapat sepotong rendang sapi kering yang menjadi lauk utama.
Tumisan kol disusun mengelilingi nasi. Sementara itu, kacang merah menjadi pelengkap di sisi kanan. Irisan tomat dan mentimun turut mempercantik tampilan hidangan.
Begitu disajikan, aroma rendang langsung menggugah selera.
Potongan dagingnya terasa lembut ketika disantap. Bumbunya memberikan cita rasa khas rendang, sementara kacang merah menghadirkan pelengkap yang membuat hidangan ini berbeda.
“Hmmm, lembut dagingnya, ya, Pak. Rasanya enak. Terus pakai kacang merah lagi, menambah rasa. Bawang gorengnya juga renyah,” ungkap penulis saat itu kepada Tupa.
Tupa menjelaskan bahwa hidangan tersebut merupakan rendang kering yang dicampur kacang merah.
“Ini namanya rendang kering. Campurannya diberi kacang merah. Rendang sapi masinis ini merupakan menu favorit bagi pengunjung,” ujarnya.
Kombinasi daging rendang, nasi hangat, tumisan sayur, kacang merah, dan bawang goreng menjadikan menu ini salah satu pilihan yang patut dicoba ketika berkunjung.
Konsep Makan, Minum, dan Main

Di balik konsep yang unik, Kedai Lord Train ternyata masih tergolong baru. Kedai ini resmi dibuka pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kita resmi buka saat Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2026, biar lebih gampang diingat,” jelas Tupa.
Meski baru berjalan sekitar tiga bulan, kedai ini sudah menghadirkan konsep yang berbeda dari tempat makan pada umumnya.
Dua meja miniatur kereta api digital menjadi bagian penting dari pengalaman pengunjung. Ada meja berukuran besar dan kecil yang menampilkan miniatur kereta api.
Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati makanan dan minuman. Mereka juga bisa melihat miniatur kereta api yang menjadi daya tarik tersendiri di dalam kedai.
Keunikan tersebut membuat Kedai Lord Train memiliki konsep yang mudah diingat. Dunia kuliner dan hobi perkeretaapian dipertemukan dalam satu ruangan.
Nama-nama menu yang digunakan pun semakin memperkuat identitas kedai. Sebut saja soto ayam stasiun, ayam penyet gerbong, dendeng jalur hijau, dendeng sinyal merah, rendang sapi masinis, nasi goreng Lord Train, bihun goreng pinggir rel, hingga es teh dan kopi susu Lord Train.
Nama-nama tersebut memberikan sentuhan khas dunia kereta api pada setiap pilihan hidangan.
Lebih dari Sekadar Tempat Makan
Kedai Lord Train menghadirkan pengalaman sederhana yang berbeda. Pengunjung bisa duduk santai, menikmati hidangan hangat, menyeruput minuman, sekaligus melihat miniatur kereta api digital.
Soto ayam stasiun dengan kuah kaldu bening dan rendang sapi masinis dengan campuran kacang merah menjadi dua menu yang diperkenalkan sebagai hidangan favorit.
Sementara itu, keberadaan akuarium, rak buku, dan meja miniatur kereta api menambah suasana tersendiri di dalam kedai.
Bagi pencinta kuliner sekaligus penggemar kereta api, tempat ini menawarkan dua kesenangan dalam satu kunjungan.
Kedai Lord Train membuktikan bahwa sebuah tempat makan tidak harus selalu tampil mewah untuk menghadirkan pengalaman yang menarik. Dengan menggabungkan makanan, minuman, dan hobi, kedai ini mencoba memberikan sesuatu yang berbeda bagi pengunjungnya.
Sebab, di sini, menikmati makanan bukan satu-satunya tujuan. Ada kesenangan lain yang bisa dirasakan, yakni duduk santai sambil menyaksikan miniatur kereta api melintas di hadapan mata, kemudian membaca buku.
Kedai Lord Train, tempat makan, minum, dan menikmati dunia kereta api dalam satu suasana. (Monang Sitohang)

