BerandaBudaya7 Destinasi Wisata Wayang di Indonesia, Pas untuk Rayakan Hari Wayang Nasional

7 Destinasi Wisata Wayang di Indonesia, Pas untuk Rayakan Hari Wayang Nasional

PILAR MERDEKA – Siapa yang tak kenal Wayang? Wayang merupakan salah satu karya seni pertunjukan tradisional Indonesia yang sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Kata Wayang berasal bahasa Jawa “wayang” dalam Bahasa Jawa yang berarti bayangan. Hal ini karena awalnya penonton menyaksikan pertunjukan dari belakang layar yang menyoroti bayangan boneka wayang tersebut.

Selain itu, ada pula yang menyebutkan bahwa Wayang berasal dari kata “Ma Hyang” dalam Bahasa Jawa Kuno dan bermakna sebagai jalan menuju roh spiritual, dewa, atau Tuhan (Sang Hyang). Hal ini berkaitan dengan penggunaan wayang yang bertujuan untuk kegiatan pemujaan leluhur di masa lampau.

Wayang sendiri telah lama hadir di Indonesia. Salah satu catatan tertua mengenai wayang ditemukan pada Prasasti Balitung pada abad ke-10 yang berasal dari Dinasti Sanjaya, Kerajaan Medang Kuno. Di dalamnya menyebutkan adanya profesi Galigi (Artis Keliling) yang sering dipanggil oleh pihak Kerajaan dan mengadakan pertunjukan wayang untuk Dewa dengan mengambil kisah Bima dari Mahabharata.

Tak heran jika sejak 7 November 2003, Wayang telah ditetapkan sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia) oleh UNESCO.

Pemerintah Indonesia pun telah menetapkan Hari Wayang Nasional setiap tanggal 7 November berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018. Hal ini menunjukan wayang tak hanya diakui secara nasional, tetapi juga internasional.

Dalam rangka memperingati Hari Wayang, Indonesia tentunya memiliki sejumlah destinasi wisata untuk memperkaya wawasan budaya terhadap wayang. Kita bisa mempelajari Sejarah wayang, pembuatan wayang, hingga menonton pertunjukan wayang. Tentunya menjadi pengalaman yang berharga sekaligus meningkatkan kecintaan kita terhadap budaya Indonesia.

Inilah sejumlah destinasi wisata wayang di Indonesia yang akan semakin memperkaya wawasanmu.

1. Museum Wayang Jakarta Barat

Destinasi wisata wayang di Indonesia yang pertama adalah Museum Wayang. Museum ini berada di Kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Lokasinya yang berada di kawasan bersejarah menjadikan museum ini sebagai salah satu pilihan wisata budaya saat berkunjung ke ibukota.

Museum Wayang sendiri menempati Gedung bersejarah yang dulunya digunakan sebagai De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Lama Belanda) pada tahun 1640 dan berubah menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) pada 1732, lalu hancur karena gempa bumi pada tahun 1808. Adapun Museum Wayang sendiri diresmikan pada 13 Agustus 1975 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu yaitu Ali Sadikin.

Museum Wayang Jakarta menyimpan beragam koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Mulai dari wayang kulit, wayang golek, hingga boneka tradisional dengan bentuk dan karakter yang unik seperti Si Unyil, Si Manis Jembatan Ancol, dan Dewi Sinta. Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat mengenal sejarah dan perkembangan seni pewayangan dari masa ke masa.

BACA JUGA  Sepenggal Kisah Dua Veteran Indonesia dan Timor Leste, Dulu Dar-Der-Dor Sekarang Berpelukan

Tak hanya melihat koleksi, pengunjung juga berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan edukasi budaya yang diselenggarakan museum. Beberapa di antaranya adalah pertunjukan wayang dan pengenalan proses pembuatan wayang. Tentunya, pengalaman ini menjadi cara menyenangkan untuk mengenal sekaligus mengapresiasi warisan budaya Indonesia.

2. Gedung Kesenian Paguyuban Wayang Orang Bharata Jakarta Pusat

Nonton wayang orang di Jakarta? Memangnya ada? Daripada penasaran, kami ajak ke destinasi wisata wayang berikutnya. Masih berada di Jakarta, rupanya ada tempat untuk menonton pertunjukan wayang orang. Inilah Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata. Gedung ini terletak di kawasan Senen, Jakarta Pusat dan telah menjadi salah satu pusat pelestarian seni wayang orang sejak tahun 1972.

Berbeda dengan wayang kulit, pertunjukan wayang orang dimainkan langsung oleh manusia dengan kostum dan tata rias khas tokoh pewayangan. Cerita yang ditampilkan umumnya terinspirasi dari kisah Mahabharata dan Ramayana. Setiap pertunjukan juga dipadukan dengan seni tari, dialog, musik gamelan, serta tata panggung yang menarik. Pastinya jauh lebih hidup ketimbang pertunjukan wayang pada umumnya.

Menonton pertunjukan Wayang Orang Bharata tentunya menjadi pengalaman wisata budaya yang berbeda. Pengunjung dapat menyaksikan langsung kemampuan para seniman dalam menghidupkan karakter pewayangan di atas panggung. Selain itu, penonton juga dapat mempelajari cerita pewayangan yang terkadang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Harga tiket Pertunjukan Wayang Orang Bharata berkisar antara 50 ribu sampai 100 ribu rupiah. Kadang, Wayang Orang Bharata memberikan pertunjukan gratis loh. Rajin-rajin pantau akun instagram resmi mereka ya.

Jadi, siapa bilang di Jakarta tidak bisa nonton Wayang Orang? Kunjungilah Paguyuban Wayang Orang Bharata dan nikmati pertunjukan wayang di tengah kota metropolitan Jakarta.

3. Museum Wayang Sendang Mas Banyumas

Beralih ke Jawa Tengah, terdapat destinasi wisata wayang yang dapat dikunjungi. Inilah Museum Wayang Sendang Mas yang berada di kompleks pusat pemerintahan lama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah atau di Kota Lama Banyumas.

Museum Wayang Sendang Mas diresmikan pada 31 Desember 1983 ini menjadi dapat menjadi destinasi wisata untuk mengenal sejarah dan perkembangan seni pewayangan. Menariknya, nama Sendang Mas merupakan singkatan dari Seni Pedalangan Banyumas yang mencerminkan kekayaan budaya para pedalang dan wayang di Kawasan Banyumas.

Museum Wayang Sendang Mas menyimpan beragam koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari wayang kulit purwa, wayang golek, wayang beber, hingga Wayang Gagrag Banyumasan yang menjadi koleksi unggulannya. Selain itu, terdapat pula perlengkapan pertunjukan tradisional seperti gamelan, calung, dan blencong atau lampu penerangan dalam pertunjukan wayang.

Salah satu daya tarik museum ini adalah kesempatan mengenal Wayang Gagrag Banyumasan yang memiliki karakter dan gaya penceritaan khas. Pengunjung juga dapat mengenal tokoh Bawor yang menjadi salah satu ikon pewayangan Banyumas dan hanya ada dalam wayang Banyumasan.

Tentunya, pengalaman ke Museum Wayang Sendang Mas ini bisa menjadi pilihan wisata edukasi yang menarik untuk memperkaya wawasan sekaligus mengenal keunikan budaya lokal khususnya Banyumasan.

BACA JUGA  Hari Bumi: Menjelajahi 7 Destinasi Wisata Berkelanjutan di Indonesia

4. Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari Solo

Tak lengkap rasanya membahas destinasi wisata wayang tanpa menyebut Kota Solo atau Surakarta, Jawa Tengah. Jika Jakarta punya Wayang Orang Bharata, maka Solo punya Wayang Orang Sriwedari. Berlokasi di dalam Kawasan Taman Sriwedari, Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta dan dekat dengan Museum Radya Pustaka serta Museum Keris Nusantara.

Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari telah lama menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kota Solo atau Surakarta. Pertunjukan seni tradisional ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Jawa yang terus dijaga hingga sekarang.

Wayang Orang Sriwedari menampilkan kisah pewayangan yang dibawakan oleh para pemain dengan kostum dan riasan khas dari berbagai tokoh pewayangan. Gerakan tari, dialog berbahasa Jawa, serta iringan musik gamelan menjadi bagian penting dalam pertunjukan wayang orang ini. Cerita yang ditampilkan umumnya mengangkat kisah Mahabharata dan Ramayana dengan beragam pesan moral bagi kehidupan.

Pengunjung dapat menikmati pertunjukan secara langsung sekaligus mengenal keindahan seni pertunjukan tradisional Jawa. Walau menggunakan Bahasa Jawa, tetapi setiap adegan dapat dipahami bahkan terlihat begitu interaktif dan mengundang gelak tawa penonton.

Setiap adegan dalam pertunjukkan Wayang Orang Sriwedari menghadirkan perpaduan seni tari, musik, dan teater yang menarik untuk disaksikan oleh seluruh generasi. Pengalaman ini tentu bisa menjadi pilihan aktivitas wisata budaya saat berkunjung ke Kota Solo selain berkunjung ke Kraton maupun kampung batiknya.

5. Museum Potehi Gudo Jombang

Destinasi wisata wayang berikutnya menawarkan pengalaman budaya yang berbeda, yaitu Museum Potehi Gudo di Desa Tukangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Museum Potehi Gudo Jombang sendiri berada dalam satu komplek dengan Kelenteng Tri Dharma Hong Sang Kiong. Hal ini menandakan keberadaan wayang potehi erat kaitannya dengan budaya Tionghoa yang hadir di Kawasan ini. Tak hanya itu, inilah salah satu bentuk keharmonisan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Museum Potehi Gudo memperkenalkan Wayang Potehi, kesenian boneka tradisional khas Tionghoa yang telah berkembang di Indonesia selama berabad-abad. Keberadaannya menjadi salah satu contoh perpaduan budaya Tionghoa dengan Indonesia yang memperkaya kesenian tradisional Nusantara.

Berbeda dengan wayang kulit, Wayang Potehi menggunakan boneka berbahan kain dengan kepala dan tangan yang umumnya terbuat dari kayu. Boneka tersebut dimainkan menggunakan tangan dari balik panggung kecil yang dihiasi ornamen khas Tionghoa. Cerita yang dibawakan biasanya terinspirasi dari kisah klasik Tiongkok dengan iringan musik tradisional.

Pengunjung dapat melihat koleksi boneka Wayang Potehi sekaligus mengenal sejarah perkembangannya di Indonesia. Museum Potehi Gudo juga menjadi tempat pelestarian dan pembuatan boneka wayang tradisional tersebut. Jika berkesempatan menyaksikan pertunjukannya, wisatawan dapat menikmati keunikan seni budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

BACA JUGA  Temulawak Ditetapkan Sebagai Tanaman Obat Unggulan Indonesia

6. Museum Gubug Wayang Mojokerto

Masih di Provinsi Jawa Timur, terdapat destinasi wisata wayang yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Inilah Museum Gubug Wayang di Kota Mojokerto. Museum ini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia. Diresmikan pada 15 Agustus 2015, museum ini menghadirkan beragam koleksi budaya yang beranekaragam.

Museum Gubug Wayang Mojokerto menempati bangunan bergaya kolonial Belanda yang telah berdiri sejak tahun 1912. Suasana bersejarahnya semakin terasa dengan keberadaan dua arca Dwarapala yang menyambut pengunjung di area pintu masuk.

Memasuki bagian dalam museum, pengunjung akan menemukan beragam koleksi seni dan budaya yang dipamerkan di tiga lantai bangunan. Mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, hingga koleksi topeng, keris, dan alat musik tradisional. Deretan koleksi yang memenuhi ruang pamer menciptakan suasana khas museum budaya yang menarik untuk dijelajahi.

Salah satu daya tarik museum ini adalah koleksi boneka Si Unyil karya Drs. Suyadi atau Pak Raden. Pengunjung dapat bernostalgia sekaligus mengenal karya seni yang menjadi bagian dari sejarah hiburan anak-anak Indonesia. Perpaduan koleksi wayang dan benda budaya lainnya menjadikan Museum Gubug Wayang ini cocok sebagai destinasi wisata edukasi bersama keluarga saat ke Mojokerto.

7. Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma Bali

Bali tak hanya terkenal dengan keindahan alam dan pantainya, tetapi juga memiliki beragam destinasi wisata budaya, termasuk wayang. Salah satunya adalah Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma yang berada di Kabupaten Gianyar, Bali. Destinasi wisata ini menjadi tempat pelestarian berbagai jenis topeng dan wayang dari Indonesia maupun mancanegara.

Destinasi wisata ini menawarkan suasana asri dengan bangunan rumah joglo tradisional yang dikelilingi taman tropis dan pepohonan rindang. Interior bangunan yang didominasi unsur kayu semakin memperkuat suasana tradisional sekaligus memberikan pengalaman wisata budaya yang berbeda.

Tak hanya itu, pengunjung dapat berjalan santai menyusuri taman hijau sambil berpindah dari satu ruang pamer ke ruang pamer lainnya Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma memiliki ribuan koleksi topeng dan wayang dengan bentuk serta karakter yang beragam. Koleksinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga sejumlah negara di Asia dan belahan dunia lainnya.

Selain melihat koleksi, wisatawan juga dapat menikmati suasana kawasan museum yang memiliki taman dan fasilitas pertunjukan seni. Perpaduan arsitektur tradisional, kekayaan budaya, dan suasana alam yang menenangkan menjadikan tempat ini pilihan wisata edukasi yang menarik saat berkunjung ke Bali.

Itulah 7 destinasi wisata wayang yang mampu memperkaya wawasan budaya kita. Sudah seharusnya kita turut serta dalam melestarikan kekayaan budaya Indonesia seperti wayang. Jangan sampai wayang hanya tinggal cerita untuk anak-cucu kita nanti.

Semoga kita semakin sayang terhadap wayang Indonesia dengan mengunjungi destinasi wisata tersebut #DiIndonesiaAja. (Sumber kemenpar.go.id) 

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH