MEDAN, PILAR MERDEKA – Kedai Kopi Mutiara heboh dan penuh emosi. Aplaus tanda kegembiraan menggema di Kedai Kopi Mutiara, Jalan Rumah Sakit Haji Medan, Minggu malam (21/11). Suasana hangat berubah menjadi haru ketika alunan lagu-lagu legendaris dinyanyikan penuh penghayatan.
Kedai tersebut menjadi saksi penampilan memukau tim media online Pilar Merdeka.Com. Di antaranya Budi Sudarman, SE, yang akrab disapa Mas Budi tampil gemilang di arena karaoke. Sejak nada pertama terdengar, perhatian pengunjung langsung tertuju padanya.
Mas Budi membuka penampilan dengan lagu lawas D’Lloyd. Lagu berjudul “Apa Salah dan Dosaku” dibawakan dengan suara penuh tenaga dan emosi. Lirik-lirik sendu tentang derita hidup dan pencarian petunjuk Tuhan mengalir lirih, membuat suasana ruangan hening sejenak.
Aplaus membahana saat Mas Budi mencapai bagian reff. Warga Pasar IX, Jalan Sidomulyo, Tembung ini menyanyikan bait demi bait dengan penghayatan mendalam. Reff lagu yang dinyanyikan perlahan namun kuat membuat banyak pengunjung terkesima.

Suasana makin semarak saat Mas Budi melanjutkan lagu Dewa 19. Tembang “Separuh Nafasku” dinyanyikan penuh semangat. Ekspresi jiwa Mas Budi terlihat jelas ketika mengekspresikan setiap kata dalam lagu tersebut.
Arena karaoke Kedai Kopi Mutiara nyaris menjadi milik Mas Budi. Tepuk tangan dan sorak pengunjung kembali menggema usai penampilannya. Debut Mas Budi malam itu disebut sebagai penampilan yang seru.
Usai bernyanyi, Mas Budi mengungkapkan kesannya. Ia menyebut Kedai Kopi Mutiara sebagai tempat yang asyik untuk bersantai dan berkaraoke. Menurutnya, kualitas sound karaoke di kedai tersebut sangat baik. Mas Budi lalu duduk santai menikmati menu Indomie telur dan secangkir kopi..
Kemeriahan berlanjut dengan penampilan Bang Batu. M. Fajaruddin Adam Batubara, yang dikenal dengan sapaan Bang Batu, turut memeriahkan suasana. Ia membawakan lagu pop melayu legendaris “Kecewa” dari Rhythm King.
Lagu “Kecewa” dibawakan dengan penuh ekspresi. Reff lagu tersebut dinyanyikan dengan penghayatan mendalam, membuat pengunjung kembali terdiam terkesima larut dalam suasana.
Bang Batu kemudian menyanyikan lagu legendaris Deep Purple. Lagu “When The Blind Cries” dibawakan dengan syahdu. Saat reff terdengar, beberapa pengunjung tampak tertegun, merasakan kesedihan yang mengalir dari suara Bang Batu.
“I’m a blind man. I’m a blind man. And my world is pale. When the blind cries. Lord, you know. There ain’t a sadder tale,” lirik refrain lagu When The Blind Man Cries begitu syahdu dinyanyikan Bang Batu.
Di penghujung acara, Monang Sitohang turut tampil. Ia menyanyikan lagu “Mimpi” yang dipopulerkan oleh Anggun C Sasmi. Lagu tersebut dibawakan dengan full power vokal dan emosi yang kuat.
Aplaus kembali menggema di Kedai Kopi Mutiara. Penampilan Monang Sitohang menutup sesi karaoke dengan kesan mendalam bagi para pengunjung.
Acara karaoke berakhir dengan suasana hangat dan kebersamaan. Tim Pilar Merdeka.Com kemudian berpamitan kepada Mas Gugun, selaku pengelola dan penanggung jawab Kedai Kopi Mutiara. Malam itu, Kedai Kopi Mutiara bukan sekadar tempat ngopi, melainkan menjadi ruang berbagi emosi, kenangan, dan keharuan. (Tim)


