BerandaFeatureGrup Truf Villa Prima "Mengukir" Kenangan Lewat Bukber

Grup Truf Villa Prima “Mengukir” Kenangan Lewat Bukber

MEDAN, PILAR MERDEKA – Tak teruraikan satu per satu untuk mengenang 32 tahun silam di Komplek Perumahan Villa Prima Indah di Jalan Karya Wisata, Medan Johor. Hari berganti minggu, bulan berlalu hingga berganti tahun, rasa persaudaraan tumbuh serta mengalir apa adanya tanpa drama dan rekayasa.

Terbukti, pada Selasa (17/3), simpul-simpul silaturahim masih ‘terikat’ indah saat acara buka puasa bersama (bukber) sejumlah warga baik yang masih tinggal di Villa Prima Indah maupun yang sudah di luar komplek tersebut.

Silaturahmi hangat ini berawal dari ajakan Prof. Edy Ikhsan, yang akrab disapa Ayah Edy. Ia mengundang rekan-rekannya untuk berkumpul sekaligus berbuka puasa bersama. Ajakan itu disambut cepat dan penuh antusias.

“Walaikumsalam yah, siap insyaallah datang yah. Terimakasih,” menjadi salah satu respons warga lama Villa Prima yang menunjukkan kerinduan untuk bertemu kembali.

Villa
Cafe Se-jati di Jalan Eka Rasmi, Medan Johor tempat buka puasa bersama grup truf Villa Prima indah. (Foto. Pilar Merdeka)

Silaturahmi hangat tersebut digelar di Cafe Se-jati, Jalan Eka Rasmi, Medan Johor. Ayah Edy bahkan dengan penuh perhatian mempersilakan semua teman-teman memilih menu lebih awal agar dapat segera dipesan.

“Silahkan pilih menunya nang, biar segera direservasi,” pesan tertulis Ayah Edy kepada Monang Sitohang, sembari mengingatkan agar anggota lain Syukrinaldi juga dilibatkan dalam pemilihan hidangan.

Satu per satu anggota grup truf Villa Prima Indah mulai hadir. Ayah Edy, Budi, Pak Kurnia Utama (Tama), Pak dr. Harris Pane, Pak Indra Santri, Pak Wahyu dan Pak Eko Armanto sudah lebih dulu tiba, disusul penulis bersama Pak Syukri, kemudian Pak Boy datang paling akhir.

Silaturahmi hangat itu dimulai dengan saling bersalaman. Meja panjang telah dipenuhi aneka makanan dan minuman yang tersusun rapi. Tidak lama, waktu berbuka puasa pun tiba, dan kebersamaan semakin terasa saat semua menikmati hidangan.

BACA JUGA  Istana untuk Rakyat, Tradisi Silaturahmi Hadirkan Kebersamaan dan Kehangatan Momen Lebaran

“Bagaimana kabarnya Nang, lancar kerjaan dan kegiatan?” tanya Ayah Edy dengan nada hangat.

“Alhamdulillah lancar Yah,” jawab singkat namun penuh rasa syukur.

Villa
Usai kegiatan bukber grup truf Villa Prima indah berfoto bersama. (Foto. Pilar Merdeka)

Silaturahmi hangat semakin terasa di tengah suasana alami Cafe sejati yang estetik dan penuh kreativitas. Lampu-lampu temaram berpadu dengan pohon-pohon jati yang menjulang tinggi menciptakan nuansa tenang dan intim. Para pengunjung duduk santai, tapi pertemuan di satu meja itu terasa lebih dalam.

Sambil menikmati menu Cafe Se-jati, canda dan tawa mengalir tanpa henti. Cerita lama dihidupkan kembali. Kenangan masa lalu menjadi pengikat suasana. Satu persatu dari mereka bicara dan mengingatkan masa-masa saat di Villa Prima, disambut tawa. Lalu disambut tawa.

Namun di tengah kebahagiaan, terselip rasa haru. Salah satu anggota grup truf, almarhum MC Fajar, telah lebih dahulu berpulang. Doa pun terucap lirih, menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan.

Kesederhanaan menjadi hal yang paling terasa. Meski berasal dari latar belakang karier yang berbeda – mulai dari akademisi, dokter, hingga pensiunan – tidak ada sekat yang membatasi. Semua hadir sebagai sahabat lama.

Sosok Ayah Edy Guru Besar di Uiversitas Sumatera Utara (USU), dr. Haris Pane sebagai dokter kandungan, Kurnia Utama yang sosok purna bakti dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara, hingga Eko Armanto, sebagai pensiunan bank swasta dan lainnya, menunjukkan bahwa jabatan tidak menjadi penghalang dalam pergaulan.

Silaturahmi hangat itu berlangsung hingga malam. Sekitar Jam 20.00 WIB, Budi yang masih tinggal di Komplek Villa Prima indah pamit lebih dulu pulang. Pertemuan kemudian berakhir sekitar Jam 21.00 WIB.

Meski singkat, pertemuan itu meninggalkan kesan mendalam. Sebelum berpisah maaih menyempatkan untuk berfoto bersama, kemudian Ayah Edy kembali merencanakan pertemuan berikutnya.

BACA JUGA  Tersedia Seafood Segar di Bagan Percut

“Kita buat halal bihalal lagi ya di rumahku, sekitar tanggal 28 Maret,” ujarnya.

Ajakan itu langsung disambut serempak. Sebuah tanda bahwa kebersamaan ini bukan sekadar pertemuan, tetapi ikatan yang terus ingin dijaga.

Silaturahmi malam itu bukan sekadar pertemuan biasa, tetapu menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kesederhanaan, dan kenangan adalah hal yang mampu menghadirkan kebahagiaan yang tulus. (Mons)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH