BerandaPariwisataGeliat Pariwisata di Sumut Jelang Ramadan

Geliat Pariwisata di Sumut Jelang Ramadan

DELI SERDANG, PILAR MERDEKA – Sungai Sembahe di hulu Sungai Deli, mendadak padat menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Suasana kembali ramai kini tambah terasa lebih hidup, meski lonjakan pengunjung tahun ini tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

Sungai Sembahe atau Lau Betimus dipenuhi wisatawan pada Minggu (8/2/2026). Lapak pondokan di sepanjang aliran sungai terlihat penuh. Pengunjung datang sejak pagi untuk menikmati air yang jernih dan udara yang sejuk di kawasan hulu tersebut.

Beberapa lokasi geliat wisata di Sumatera Utara (Sumut), seperti Pemandian Alam Ceria Permai, Bolbrem, Gantang Rani, Keenan, Lembah Naga, dan Karomah dipadati wisatawan. Banyak pengunjung terlihat berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan pondokan yang masih tersedia.

Liberty Ketaren (33), penjaga parkir di kawasan itu, menjelaskan bahwa sebagian besar pengunjung sudah memesan tempat sebelumnya. “Mereka yang dapat tempat di sini sudah booking sebelumnya Pak, mereka dari berbagai komunitas, arisan, dan acara keluarga,” ujarnya.

Di
OK Bahrum satu dari sekian banyak pengelola jasa pariwisata di Pantai Gudang Garam. (Foto. BS)

Sulastri (45), anggota Komunitas PJ Family di tempat berbeda berbagi cerita saat liburan menjelang Ramadan baru-baru ini. Ia memilih Pemandian Keenan karena suasananya nyaman.

“Di pemandian Keenan tempatnya bagus, suasananya adem dan airnya jernih karena posisinya di hulu,” katanya.

Kondisi berbeda justru terlihat di kawasan wisata bahari di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Sejumlah pantai di sempadan Selat Malaka tampak lengang. Pantai Gudang Garam, Pantai Cermin, Pantai Sri Mersing, dan Pantai Bali Lestari yang dikelola warga dan perusahaan tidak seramai biasanya.

OK Bahrum (61), warga Desa Kotapari yang telah 30 tahun bermukim di wilayah itu, merasakan langsung perubahan tersebut. “Sekarang ini kondisinya semakin sepi karena sudah banyak tempat wisata yang buka. Apalagi di sini pantainya hilang kena ombak,” ungkapnya.

BACA JUGA  Sholat Tarawih Pertama Ramadan, Masjid Agung Medan Dipadati Jamaah

Ia mengaku, pada hari biasa dirinya mencari kepiting rajungan di laut menggunakan sampan milik tauke untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sepinya pengunjung membuat penghasilan dari sektor wisata ikut menurun.

Di kawasan pantai tersebut tersedia 12 pondokan yang disewakan kepada pengunjung dengan harga Rp50.000 per unit. Pengelola menyediakan minuman ringan, mi instan, kopi, teh manis panas dan dingin, serta menerima pesanan memasak aneka hidangan seafood.

Perbedaan kondisi antara wisata sungai dan wisata pantai menjelang Ramadhan 1447 H ini menunjukkan tantangan nyata bagi sektor pariwisata pesisir. Abrasi pantai yang mengikis daratan serta persaingan dengan destinasi lain menjadi faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan.

Diperlukan upaya pembinaan dari pemerintah setempat untuk mengatasi abrasi, menata tarif yang terjangkau, dan meningkatkan fasilitas. Harapannya, pariwisata di kawasan Pantai Cermin dapat kembali bangkit dan memberikan penghidupan yang layak bagi masyarakat setempat. (Budi Sudarman)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH