BerandaDaerahDuku Segar, Manis, Harga Bersahabat dan Semoga Bermanfaat

Duku Segar, Manis, Harga Bersahabat dan Semoga Bermanfaat

MEDAN, PILAR MERDEKA – Lapak-lapak buah duku kembali terlihat di sejumlah sudut Kota Medan. Di sepanjang jalanan hingga pasar tradisional atau pajak kata warga Medan, pedagang musiman bermunculan ‘bak jamur di musim hujan’. Aneka bahan lapak dijadikan tempat menjajakan duku, sebagian lapak meja berbahan kayu dan sebagian lagi berjejer keranjang berisikan duku. Harga yang ditawarkan per kilo mengikuti harga pasar.

Yang pasti harga jual duku bervariasi, tergantung besar atau dan kualitasnya. Tampak di beberapa lapak terpajang harga mulai Rp.9.000, Rp.10.000 sampai Rp.12.000 per kilogram. Mungkin variatif harga tersebut mengundang minat warga yang melintas untuk membeli duku, khasnya manis sedikit terasa ada asem-asemnya dan musiman sekali atau dua kali setahun.

Bentuknya tidak bulat seperti bola, tetapi lebih mirip bentuk telur atau oval. Kulitnya relatif tebal, permukaan kulit halus, bila sudah matang warna kuning kecokelatan, mudah lekang dan besarnya berdiameter antara sekitar 3-6 sentimeter.

Saat matang sempurna, daging buah duku berwarna putih bening, kenyal, dan memiliki rasa manis segar. Jika belum matang, kulit buah duku masih mengandung getah putih. Di dalamnya biasanya terdapat biji kecil dan kalau bisa jangan sampai tergigit dapat mengurangi kenikmatan buah saat dimakan.

Secara ilmiah, buah duku dikenal dengan nama Lansium domesticum. Buah ini mirip dengan langsat dan berasal dari wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Di Indonesia, duku tumbuh subur di daerah tropis dengan curah hujan tinggi.

Salah satu pedagang aneka buah di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung tepatnya di depan Maju Bersama, mengatakan duku yang dijual berasal dari Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Desa Bartong. Selain itu, pasokan juga datang dari Sidikalang. Pernyataan itu disampaikannya pada Sabtu (24/1).

BACA JUGA  Meriahkan HBA ke-63 dan HUT ke-23 IAD, Kejati Sumut Gelar Bakti Sosial

Pedagang tersebut menjual duku seharga Rp10.000 dan Rp12.000 per kilogram. Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan pengetahuannya, buah duku rasanya manis, memiliki manfaat untuk membantu melancarkan buang air besar.

Buah duku sering dianggap hanya sebagai buah musiman. Padahal, di balik rasanya yang manis dan segar, buah lokal ini menyimpan potensi nutrisi yang besar. Teksturnya lembut, rasanya sedikit asam, dan mudah disukai semua kalangan.

Sayangnya, banyak orang mengonsumsi duku tanpa mengetahui asal-usul dan manfaat kesehatannya. Padahal, buah ini mengandung berbagai zat gizi penting yang mendukung kesehatan tubuh secara alami.

Berdasarkan informasi yang ada, kandungan gizi buah duku meliputi energi, karbohidrat, serat pangan, protein, vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, dan air. Kandungan ini menjadikan duku sebagai buah yang bernilai gizi cukup lengkap.

Selain itu, buah duku juga mengandung antioksidan alami, senyawa polifenol, serta flavonoid. Senyawa ini berperan penting dalam menjaga kesehatan sel tubuh dari kerusakan.

Salah satu manfaat utama buah duku adalah membantu melancarkan pencernaan. Kandungan seratnya menjaga pergerakan usus tetap normal. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, duku dapat membantu mencegah sembelit dan membuat pencernaan terasa lebih nyaman.

Buah duku juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas. Konsumsi rutin dapat membantu tubuh melawan infeksi ringan seperti flu dan batuk.

Sebagai sumber energi alami, buah duku mengandung karbohidrat yang dilepaskan secara bertahap. Hal ini membuat tubuh tidak mudah lemas. Duku cocok dijadikan camilan sehat di sela aktivitas karena manisnya alami tanpa tambahan gula buatan.

Manfaat lain dari buah duku adalah menjaga kesehatan jantung. Kandungan mineral seperti kalium dan magnesium membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Antioksidan di dalamnya juga membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.

BACA JUGA  Suyono: Mari Doakan Anggota Dewan PKS Tetap Amanah

Meski rasanya manis, buah duku memiliki indeks glikemik yang relatif sedang. Seratnya membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Dengan porsi yang wajar, buah ini dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes ringan atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah.

Musim buah duku di Medan bukan hanya menghadirkan rasa manis di lidah, tetapi juga membawa manfaat besar bagi kesehatan. Di tengah kesederhanaan lapak-lapak pinggir jalan, buah lokal ini kembali mengingatkan bahwa alam menyediakan nutrisi terbaik dengan harga terjangkau. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH