BerandaGaya HidupTaman Cadika: Ketika Keringat, Harapan, dan Lensa Zailani Bertemu

Taman Cadika: Ketika Keringat, Harapan, dan Lensa Zailani Bertemu

MEDAN, PILAR MERDEKA – Taman Cadika Medan selalu menjadi magnet warga sekitar Kota Medan setiap akhir pekan. Hutan Kota yang terletak di Jalan Karya Wisata, Medan Johor ini dipenuhi langkah kaki, napas terengah, dan semangat hidup yang menyatu sejak pagi hari.

Taman Cadika Medan menghadirkan suasana akrab dan penuh energi. Warga datang dengan beragam tujuan, ada yang sendiri, ada yang bersama teman, dan banyak pula yang datang membawa keluarga. Semuanya larut dalam aktivitas olahraga dengan pakaian sport lengkap, mulai dari kaos, sepatu lari, topi, hingga kacamata hitam.

Di lintasan taman, terlihat pengunjung berjalan kaki dan berlari kecil mengelilingi lapangan sepak bola. Sebagian lainnya memilih rute jalan yang memanjang hingga ke ujung kawasan taman. Suasana ramai namun tertib, penuh fokus dan semangat menjaga kesehatan.

Di tengah keramaian Taman Cadika Medan, ada sosok yang mencuri perhatian. Seorang pria muda duduk di kursi lipat kecil berwarna hitam. Ia mengenakan sweater biru dan celana jeans, menggenggam kamera sambil menyandang tas kamera hitam di bahunya.

Taman
Salah satu hasil karya jepretan Zailani. (Foto. Zailani)

Namanya Zailani Siagian, seorang fotografer muda yang menjadikan Taman Cadika Medan sebagai ruang mencari nafkah. Setiap akhir pekan dan hari libur, ia menawarkan jasa fotografi olahraga bagi para pengunjung yang sedang berlari dan berolahraga.

“Iya pak, saya fotografer sport. Kalau weekend, khususnya Minggu dan hari libur, saya di Taman Cadika,” ujar Zailani kepada Pilar Merdeka.Com, Minggu (11/1).

Zailani mengakui pekerjaannya tidak selalu mudah. Keramaian pelari sering membuatnya sulit mengambil fokus gambar. Sementara untuk pemotretan mini soccer, hujan menjadi tantangan besar karena berisiko merusak kamera.

Lulusan SMK Istiqlal Deli Tua tahun 2022 jurusan Kendaraan Ringan ini menemukan bakat fotografi sejak usia 15 tahun. Meski latar pendidikannya berbeda, kecintaannya pada dunia foto terus ia tekuni dengan serius.

BACA JUGA  Stan IKM Dairi Kopi Sidikalang Arabica Paling Laris

Sudah sekitar enam bulan Zailani membuka jasa fotografi sport di Taman Cadika Medan. Ia mulai bekerja pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Selain di taman, ia juga menerima undangan foto mini soccer di kawasan Johor, Marendal, dan daerah lainnya. Pagi hari ia memotret pelari, sore hari mengabadikan pertandingan mini soccer.

Untuk tarif, Zailani menetapkan harga Rp350.000 untuk dua jam pemotretan mini soccer. Sementara foto olahraga lari dibanderol Rp20.000 untuk tiga foto. Prosesnya sederhana, setelah memotret, ia bertukar nomor WhatsApp dengan klien, menunjukkan hasil foto, melakukan editing, lalu mengirimkan file setelah pembayaran ditransfer.

Zailani menggunakan kamera Sony A7 III dalam setiap pemotretan. Kualitas hasil fotonya diakui para pengguna jasanya. “Hasilnya bagus,” ujar salah seorang pengunjung yang menggunakan jasa fotografer Zailani.

Tak hanya foto, Zailani juga dengan sukarela membantu pengunjung merekam momen olahraga dalam bentuk video. Di antara derap langkah dan napas pagi, kisah Zailani menjadi potret nyata perjuangan anak muda yang mengubah hobi menjadi harapan, dan kamera menjadi jalan hidup. (Monang Sitohang)

Google

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH