BerandaPariwisataAlumni Poltekpar Menginspirasi Dunia Pariwisata

Alumni Poltekpar Menginspirasi Dunia Pariwisata

PILAR MERDEKA – Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tanggal 8 Maret, bukan sekadar peringatan tahunan. Hari ini lahir dari perjuangan panjang perempuan pekerja pada pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Pada masa itu, perempuan buruh di berbagai negara melakukan aksi protes menuntut hak dasar, seperti kesetaraan upah, jam kerja manusiawi, dan hak memilih. Demonstrasi besar sering dilakukan pada tanggal 8 Maret sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.

Perjuangan tersebut akhirnya mendapat pengakuan dunia. Pada tahun 1977, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 8 Maret sebagai Hari Hak Perempuan Internasional.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk di Indonesia.

Peran di Pariwisata

Di Indonesia, kontribusi perempuan tidak hanya terlihat di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan olahraga. Banyak perempuan juga berperan besar dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Perempuan Indonesia membuka lapangan kerja, membangun usaha pariwisata, menjadi tenaga pendidik, hingga memimpin perusahaan besar di industri hospitality.

Dilansir Pilar Merdeka.Com dari kemenpar.go.id, salah satu lembaga pendidikan yang melahirkan banyak perempuan tangguh di bidang pariwisata adalah Politeknik Pariwisata milik Pemerintah.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) memiliki enam Politeknik Pariwisata atau Poltekpar yang menghasilkan sumber daya manusia profesional.

Data menunjukkan sekitar 30 persen alumni Poltekpar menjadi wirausaha, sementara 70 persen lainnya bekerja sebagai profesional di industri hospitality.

Di balik angka tersebut, ada kisah perjuangan, kerja keras, dan mimpi yang menjadi kenyataan.

Berikut kisah tujuh alumni perempuan Poltekpar yang membuktikan bahwa pendidikan dan tekad mampu mengubah masa depan.

Syarifa Maulida Mulachela: Kuliner Dirintis Sejak Kuliah

Dunia
Syarifa Maulida Mulachela alumni Poltekpar Lombok jurusan D3 Seni Kuliner lulus tahun 2021. (Dok. Kemenpar)

Syarifa Maulida Mulachela adalah alumni Poltekpar Lombok jurusan D3 Seni Kuliner yang lulus tahun 2021.

Perempuan yang akrab dipanggil Maulida ini sudah merintis usaha kuliner sejak 2017. Usahanya bernama Pawon Chef, yang fokus pada pembuatan custom cake dan dessert.

BACA JUGA  Tips Liburan Akhir Tahun ke Bromo, Ini Persiapan Wajib Sebelum Berangkat

Kesibukannya tidak sederhana. Saat masih kuliah, Maulida harus menjalani perkuliahan dari pagi hingga sore. Setelah itu, ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekaligus mengelola usaha kulinernya.

Di tengah kesibukan itu, Maulida belajar satu hal penting di kampus: manajemen waktu.

Pengalaman kuliner Maulida juga membawanya tampil di ajang memasak populer MasterChef Indonesia.

Meski telah lulus, Maulida mengaku sebenarnya tidak ingin meninggalkan masa kuliahnya terlalu cepat. Baginya, kuliah di Poltekpar Lombok sangat menyenangkan karena bisa belajar sesuai passion.

Novi Samodro: Dari Perbankan ke Puncak Karier Hotel

Dunia
Novi Samodro, alumni Poltekpar Bandung jurusan Bakery and Pastry Production tahun 1990. (Dok. Kemenpar)

Perjalanan karier Novi Samodro menunjukkan bahwa kesempatan bisa datang dari arah yang tidak terduga.

Novi adalah alumni Poltekpar Bandung jurusan Bakery and Pastry Production tahun 1990. Setelah lulus, ia justru bekerja di dunia perbankan.

Saat itu, kemampuan berbahasa Inggris masih jarang dimiliki banyak orang. Karena terbiasa menggunakan bahasa Inggris selama kuliah, Novi mendapat peluang bekerja di bank.

Namun dunia hospitality tetap menjadi panggilan hatinya.

Novi kemudian memulai karier sebagai guest relation di sebuah hotel di Bali. Dari sana ia terus berkembang, bekerja di berbagai bidang seperti sales, event, hingga catering.

Kariernya membawanya bekerja di jaringan hotel internasional seperti Shangri-La Hotels and Resorts, Hilton Hotels & Resorts, Four Seasons Hotels and Resorts, dan InterContinental Hotels Group.

Di The Dharmawangsa Jakarta, Novi bahkan menjabat Director of Sales and Marketing selama enam tahun dan kemudian menjadi General Manager selama tiga tahun.

Kini ia memimpin The Gaia Hotel Bandung sebagai General Manager.

Menurut Novi, disiplin dan program job training selama kuliah membuat alumni Poltekpar siap bekerja sejak hari pertama.

Femmy Indriani Dalimuthe: Dari Mahasiswa ke Wadir 

Dunia
Femmy Indriani Dalimuthe, alumni angkatan kedua BPLP – Poltekpar Medan (Dok. Kemenpar)

Perjalanan Femmy Indriani Dalimuthe dimulai pada tahun 1993 sebagai mahasiswa angkatan kedua di Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata (BPLP) Medan, cikal bakal Poltekpar Medan.

BACA JUGA  Aceh Miliki Destinasi Wisata Pemikat, Mampirlah Usai PON XXI

Ia mengambil jurusan perhotelan.

Setelah lulus, Femmy kembali ke kampusnya sebagai pengajar pada tahun 1998 dan resmi menjadi dosen pada 2004.

Kini ia menjabat Wakil Direktur (Wadir) III bidang Kemahasiswaan dan Alumni di Poltekpar Medan.

Femmy menilai pendidikan di Poltekpar tidak hanya mengajarkan hard skill, tetapi juga soft skill, terutama kemampuan komunikasi.

Kemampuan tersebut membawanya menjadi public speaker, MC, dan master trainer BNSP.

Ia juga mendirikan FP Training Center sebagai wadah pelatihan profesional.

Afiandini Nur Sadrina: Meneruskan Bisnis Keluarga

Dunia
Afiandini Nur Sadrina, alumni Poltekpar NHI Bandung jurusan D3 Manajemen Patiseri tahun 2009. (Dok. Kemenpar)

Afiandini Nur Sadrina, yang akrab dipanggil Adrin, adalah alumni Poltekpar NHI Bandung jurusan D3 Manajemen Patiseri tahun 2009.

Setelah lulus, Adrin langsung bergabung mengembangkan bisnis keluarga, yaitu Ina Cookies.

Produk kue kering dari Ina Cookies selalu menjadi favorit masyarakat, terutama saat Ramadan dan Lebaran.

Tidak berhenti di sana, Adrin juga mengembangkan bisnis restoran masakan Sunda bernama DeTuik Resto.

Menurut Adrin, pendidikan di Poltekpar memberikan bekal lengkap. Ia belajar pengembangan produk, manajemen pemasaran, penjualan, sumber daya manusia, hingga pengelolaan biaya usaha.

Bekal tersebut sangat membantu dalam menjalankan bisnis di industri hospitality.

Devi Ayu Wistiarani: Bekerja di Kapal Pesiar

Dunia
Devi Ayu Wistiarani, alumni Poltekpar Palembang program studi Tata Hidang tahun 2016. (Dok. Kemenpar)

Devi Ayu Wistiarani adalah alumni Poltekpar Palembang program studi Tata Hidang tahun 2016.

Saat ini ia bekerja di perusahaan kapal pesiar internasional Holland America Line.

Pekerjaan ini memberinya kesempatan langka: bekerja sekaligus berkeliling dunia.

Selain pengalaman internasional, Devi juga mendapatkan penghasilan yang menjanjikan.

Menurut Devi, pendidikan di Poltekpar Palembang membentuk mahasiswa agar siap bekerja dan siap terjun langsung ke industri pariwisata.

Mahasiswa juga dibimbing oleh dosen dan instruktur profesional sehingga mampu menjadi tenaga kerja yang berkualitas.

BACA JUGA  Dosen Legendaris, Babe Kodrat Mengajarkan Arti Hidup

Diah Sastri Pitanatri: Mengabdi untuk Pendidikan Pariwisata

Dunia
Diah Sastri Pitanatri, alumni Poltekpar Bali jurusan administrasi perhotelan tahun 2003. (Dok. Kemenpar)

Diah Sastri Pitanatri adalah alumni Poltekpar Bali jurusan administrasi perhotelan tahun 2003.

Setelah lulus, ia memulai karier sebagai PR Manager untuk tiga properti hotel di Bali, termasuk jaringan GHM Hotels dan Bintan Lagoon Resort.

Kini Diah kembali ke kampus sebagai dosen di Poltekpar Bali.

Ia juga menjabat Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M).

Menurut Diah, kedekatan Poltekpar Bali dengan industri pariwisata membuat lulusan memiliki peluang kerja yang luas.

Mahasiswa juga dididik menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan inovatif sebagai hotelier maupun entrepreneur.

Tammy Helen Rotty: Memimpin Hotel Besar di Makassar

Dunia
Tammy Helen Rotty, alumni Poltekpar Makassar tahun 2000 dari program studi Room Division. (Dok. Kemenpar)

Tammy Helen Rotty adalah alumni Poltekpar Makassar tahun 2000 dari program studi Room Division.

Setelah lulus, Tammy langsung bekerja di Hotel Sahid Makassar.

Kariernya terus berkembang hingga akhirnya dipercaya memimpin Aston Makassar Hotel & Convention Center sebagai General Manager.

Tammy mengatakan peluang kerja bagi lulusan Poltekpar sangat besar karena materi kuliah sangat sesuai dengan kebutuhan industri perhotelan.

Mahasiswa juga dilatih disiplin dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, terutama dalam menghadapi tamu hotel, menangani keluhan, dan memberikan pelayanan terbaik.

Perempuan, pendidikan, dan masa depan pariwisata. Kisah tujuh alumni Poltekpar ini menggambarkan satu hal penting.

Pendidikan yang tepat, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang mampu membawa perempuan Indonesia mencapai berbagai posisi penting.

Di balik dapur pastry, ruang kelas, restoran, hingga kapal pesiar dan hotel internasional, ada perempuan-perempuan tangguh yang terus berkarya.

Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat bahwa perempuan bukan hanya bagian dari sejarah perjuangan.

Perempuan adalah penggerak masa depan, termasuk dalam membangun industri pariwisata Indonesia. (Mons)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH