BerandaFeatureAsmini Fitriani Nasution: Buatkan Kue Permintaan Anak, Wujud Sentuhan Hati

Asmini Fitriani Nasution: Buatkan Kue Permintaan Anak, Wujud Sentuhan Hati

MEDAN, PILAR MERDEKA – Kue talam hijau putih menjadi salah satu kue tradisional yang dibuat Asmini Fitriani Nasution untuk keluarganya. Berbeda dari umumnya yang dicetak di loyang besar lalu dipotong-potong, Fitri menggunakan cetakan kecil berbentuk ulir atau twister.

Kue ini memiliki dua warna, hijau pandan di bagian atas dan putih santan di bagian bawah. Perpaduan itu membuatnya terlihat sederhana namun menarik saat disajikan.

Daya tarik utamanya ada pada tekstur yang kenyal saat digigit, tetapi tetap lembut dan tidak keras. Tekstur tersebut berasal dari perpaduan tepung terigu, tepung beras, dan tepung tapioka.

Permukaannya juga terasa halus. Adonan yang dikukus dengan baik membuat kue terasa lembut ketika dikunyah. Pada bagian tertentu terdapat sedikit sensasi lengket yang menjadi ciri khas adonan talam, terutama karena penggunaan santan.

Resep Kue Talam Hijau Putih
Untuk membuat kue talam ini, Fitri menggunakan bahan-bahan yang sederhana.

Kue
Kue talam hijau putih buatan Fitri. (Foto. Fitri)

15 sendok makan tepung terigu atau sekitar 150 gram, 4 sendok makan (sdm) tepung beras atau sekitar 50 gram, 2 sendok makan tepung tapioka atau sekitar 20 gram, 1 gelas gula pasir atau sekitar 180 gram, 1 bungkus vanila bubuk, 1/2 sendok teh (sdt) garam, 3 1/2 gelas santan atau sekitar 700 mililiter

Santan terlebih dahulu dimasak. Menurut Fitri, langkah tersebut dilakukan agar santan tidak cepat basi.

Setelah dimasak, santan harus didinginkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan bahan tepung.

“Cara buatnya semua bahan di campur dalam baskom baru masukkan santan yang sudah di dinginkan tadi,” ujar Fitri Nasution melalui sosial media, Minggu (27/9).

Setelah seluruh bahan tercampur, adonan diaduk sampai rata. Adonan kemudian disaring agar tepung tidak menggumpal.

BACA JUGA  FMC 2023 Jadi Ajang Pelajar Menggali Potensi Kesenian dan Kebudayaan

“Setelah itu disaring biar gak bergumpal gumpal tepungnya,” lanjut Fitri yang memiliki hobi memasak.

Adonan yang sudah disaring kemudian dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian diberi warna hijau, sedangkan bagian lainnya dibiarkan berwarna putih.

Dikukus Dua Warna

Bagi Fitri, mengukus kue bukan sekadar kegiatan mengolah bahan makanan. Cetakan terlebih dahulu dipanaskan, lalu diolesi minyak makan agar adonan mudah dilepaskan setelah matang.

Adonan hijau dimasukkan hingga sekitar setengah bagian cetakan, lalu dikukus selama kurang lebih 10 menit. Setelah lapisan hijau matang, adonan putih dituang di atasnya dan kembali dikukus hingga matang.

Menurut Fitri, jumlah lapisan dapat disesuaikan dengan selera. Kue bisa dibuat hanya dua lapis, atau ditambah lagi lapisan hijau di atas lapisan putih.

Setelah matang, kue diangkat dan cetakan kembali dipakai untuk adonan berikutnya. Proses ini diulang sampai seluruh adonan habis.

“Gampang kok buat nya. Namanya kue talam. Apa lagi sekarang gampang belajar masak kue, ada Wadah belajar. Kakak saja dapat tips buatnya dari sosual media juga,” kata Fitri.

Fitri menjelaskan bahwa kue talam biasanya dibuat menggunakan loyang besar kemudian dipotong-potong. Namun, kali ini ia memilih menggunakan cetakan kecil berbentuk ulir atau twister sehingga setiap kue dapat langsung disajikan dalam bentuk tersendiri.

Hampir Setiap Hari

Bagi Fitri, membuat kue bukan sekadar kegiatan mengolah bahan makanan. Hampir setiap hari ia membuat kue karena anak-anaknya terbiasa menanyakan kue buatan ibunya pada sore hari.

Hampir tiap hari kakak buat kue. Kemarin ombus-ombus, semalam kue talam, tadi bakwan jagung,” ungkap Fitri.

Ia mengaku lebih memilih membuat kue selama bahannya masih tersedia. “Kalau bahannya masih ada, memang kakak tidak mau diam, pasti buat kue,” ujarnya.

BACA JUGA  PDI-P Kota Medan Kerja Keras Memenangkan Prof Ridha-Rani

Kebiasaan itu juga muncul atas permintaan anak-anaknya. Ratu, anak Fitri, sudah lama menyarankan ibunya untuk mulai berjualan.

Menurut Fitri, Ratu bahkan mengatakan masakan buatan ibunya paling enak dan diyakini akan laris jika dijual.

Harus Mengurus Anak

Fitri mengaku sudah mendapat permintaan untuk mengisi kue tradisional di Teras Kota Amaliun. Beberapa kue yang diminta antara lain ombus-ombus dan kue talam.

Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhinya.

Fitri masih mempertimbangkan kesibukannya pada pagi hari karena harus mengurus anaknya yang akan berangkat sekolah. Ia khawatir kegiatan membuat dan mengantar kue justru membuat pekerjaannya tidak fokus.

“Iya jadi beselemak nanti kan. Karna gak fokus,” kata Fitri.

Untuk ombus-ombus, Fitri mengatakan dirinya menggunakan gula aren sebagai bahan. Gula yang digunakan juga tidak terlalu banyak sehingga rasa kue tetap sesuai dengan seleranya.

Sudah cukup bagus, Pa, tapi masih bisa dipadatkan. Kalimat kedua terlalu panjang dan sedikit berputar-putar.

Di tengah kesibukan mengurus keluarga, membuat kue menjadi rutinitas yang terus dilakukan Fitri Nasution. Kue talam hijau putih buatannya bukan sekadar sajian berwarna cantik dalam satu cetakan, melainkan cerminan kesederhanaan seorang ibu yang mengisi waktu untuk keluarganya. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH