BerandaOpiniBatara Guru Dalam Ugamo Malim

Batara Guru Dalam Ugamo Malim

Oleh Wilmar Eliaser Simandjorang – Dolok Pusuk Buhit
Saya dari Dolok Pusuk Buhit. Saya tulis satu fokus saja tentang Batara Guru, supaya pembaca tidak bingung.

1. Siapa Batara Guru?

Dalam Ugamo Malim, yang tertinggi adalah Debata Mulajadi Nabolon. Dari Dia ada Debata Natolu: Batara Guru, Sorisohaliapan, Balabulan.

Menurut ajaran Ugamo Malim yang saya baca dari sumber Batakologi lama, Batara Guru adalah asal mula uhum, harajaon, dan poda. Dia yang membuka telinga manusia untuk bedakan benar dan salah. Dia sumber sahala harajaon. Lambang warna hitam.

Rumahnya di Banua Ginjang. Bukan di sini.

2. Bedanya dengan Op. Batara

Ini yang saya pegang sebagai pembeda:

Batara Guru itu Debata, di Ginjang, kekal, tidak dipilih.

Op. Batara itu Ompung kita, manusia, di Tonga, panggilan kasih sayang.

Beda kamar. Jangan dicampur.

3. Fungsi bukan jabatan

Saya lihat begini:

Fungsi itu dari atas turun ke bawah, pemberian Debata, kekal.

Jabatan itu dari bawah naik ke atas, kesepakatan kita, dipilih, ada masa, bisa diganti.

Batara Guru itu fungsi, bukan jabatan. Kalau butuh pembina di organisasi, sebut saja pembina. Jangan pakai nama Batara Guru, karena itu nama sakral.

4. Penutup

Saya orang kampung, bukan orang pintar. Saya hanya gelisah kalau ajaran yang sakral dipakai sembarang tanpa persiapan baik sesuai topik, nanti sidang pembaca awam jadi bingung.

Biarlah Batara Guru tetap di Ginjang sebagai panungkunan.
Biarlah Ompung tetap di Tonga sebagai orang tua kita.

Saya serahkan tulisan fokus ini untuk kemuliaan Tuhan dan untuk kebaikan bersama.

Wilmar Eliaser Simandjorang
Dolok Pusuk Buhit

BACA JUGA  Marsiadu Tujolo: Ujian Etika Kebersamaan

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH