SAMOSIR, PILAR MERDEKA – Viral sepatu robek yang dikenakan seorang anak Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, membuka mata banyak pihak. Kisah sederhana itu menyebar cepat dan menggugah empati, hingga akhirnya memicu kepedulian.
Viral sepatu robek ini bukan sekadar potret kemiskinan. Di baliknya, tersimpan perjuangan anak-anak yang harus berjalan kaki beberapa kilometer setiap hari demi menggapai pendidikan. Dengan sepatu yang sudah tidak layak, siswi tetap melangkah tanpa mengeluh, membawa semangat belajar yang kuat.
Hal.tersebut akhirnya mendapat respon cepat. Anggota DPR RI Komisi I Fraksi Gerindra, Sabam Rajagukguk, menyalurkan bantuan pada Senin (27/4) melalui staf di daerah pemilihannya. Bantuan diberikan kepada siswa di SD Negeri 1 Pardomuan Nauli dan SD Negeri 5 Pamutaran, Kecamatan Palipi.
Bantuan yang disalurkan berupa sepatu baru, kaos kaki, serta uang jajan. Meski sederhana, bantuan itu membawa dampak besar bagi para siswa yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Suasana haru pun menyelimuti proses pembagian bantuan. Anak-anak yang sebelumnya bertahan dengan sepatu robek kini tersenyum lebar. Tawa polos mereka pecah saat mencoba sepatu baru. Kebahagiaan sederhana itu terlihat jelas, menyentuh hati.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pardomuan Nauli, Tinar Sihombing, mengungkapkan kondisi nyata yang dihadapi para siswa. Ia menyebut jarak rumah ke sekolah cukup jauh, sehingga anak-anak harus berjalan kaki setiap hari.
“Memang jarak sekolah dengan rumah anak-anak kita ini cukup jauh. Mereka harus berjalan beberapa kilometer setiap hari,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Sekolah SD Negeri 5 Pamutaran, Gaol Situmorang. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat berarti, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan orang tua.
“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat belajar anak-anak. Kami mewakili orang tua mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sabam Rajagukguk. Semoga kita semua diberkati Tuhan,” ucapnya.
Bagi anak-anak di Palipi, sepatu bukan sekadar alas kaki. Sepatu menjadi teman setia dalam perjalanan panjang menuju sekolah. Ia juga menjadi simbol harapan bahwa pendidikan tetap bisa diraih, meski dalam keterbatasan.
Perwakilan tim Sabam Rajagukguk, Andika, menyampaikan permohonan maaf karena bantuan belum dapat diserahkan langsung.
“Kami mohon maaf karena Pak Sabam Rajagukguk sedang sibuk sehingga belum bisa hadir langsung. Semoga bantuan ini menjadi pemicu semangat bagi anak-anak untuk lebih giat belajar,” katanya.
Penyaluran bantuan turut didampingi Anggota DPRD Kabupaten Samosir Fraksi Gerindra, Reynaldi Naibaho dan Basaruddin Situmorang, serta Kepala Dinas Pendidikan Jonson Gultom, Kabid Sekolah Dasar Jauraja Sabinus Sidauruk, dan Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana SD Faber Nadeak.
Langkah kecil anak-anak itu kini terasa lebih ringan. Di sepanjang jalan menuju sekolah, sepatu baru menjadi bukti bahwa kepedulian masih ada. Dari kisah viral sepatu robek, lahir harapan baru yang sederhana, namun nyata. (Mons)

